Tuesday, November 19, 2019
Home Headline Harry K. Nugraha: Indonesia Harus Manfaatkan Momentum Serba Integrasi

Harry K. Nugraha: Indonesia Harus Manfaatkan Momentum Serba Integrasi

-

Harry K Nugraha Jakarta, Selular.ID – Intel Indonesia memiliki bos baru. Tepatnya pada 25 November silam, Harry K. Nugraha resmi dipercaya menakhodai perusahaan teknologi tersebut untuk wilayah Indonesia yang merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara.

Pria humble ini bergabung dengan perusahaan chipset terkemuka pada 2011, memulai karirnya di tim pengembangan bisnis strategis di bidang telco, enterprise, embedded solution, perangkat lunak dan aplikasi.

Sebelum mendapatkan jabatan Country Manager, Harry menjabat sebagai Director Channel Sales untuk Indonesia. Lulusan Teknik Mesin ITB ini menghabiskan waktu lebih dari 18 tahun dalam bekerja di berbagai perusahaan multinasional di bidang ICT di Indonesia antara lain Astra Daihatsu, NEC, Ericsson, dan Qualcomm.

Melanjutkan peran pendahulunya, Santhosh Viswanathan, Ia akan bertanggung jawab dalam mengelola keseluruhan operasional perusahaan dan pertumbuhan bisnis melalui saluran distribusi, OEMs lokal dan perusahaan multinasional di Indonesia. Harry akan fokus dalam memperluas kemitraan yang strategis dengan pemerintah dan pebisnis di bidang ICT untuk mempercepat adopsi teknologi Intel di Indonesia dan mendorong perluasan pasar untuk  menumbuhkan potensi pasar lokal.

Ditemui Selular.ID, di ajang “Bincang Akhir Tahun Intel Indonesia” yang digelar di XXI Lounge, Plasa Senayan, Jakarta (16/12/2014), Harry bicara panjang lebar mengenai kondisi sepanjang tahun ini dan prediksi tahun mendatang. Pihaknya menyebut 2014 sebagai tahunnya mobility. Karena sepanjang tahun ini, produsen PC dan server tersebut telah mengikuti tren teknologi berkembang dengan terjun ke pasar smartphone dan tablet.

Sementara di tahun 2015 mendatang, dijuluki sebagai ‘era of integration‘ dengan maraknya adopsi teknologi Internet of Things (IoT). “Semua yang dibuat menjadi lebih pintar dan terkoneksi, bisa disebut IoT,” ujarnya.

Harry berpendapat sudah seharusnya Indonesia memanfaatkan momentum era IoT. Intel memprediksi bahwa pasar global untuk perangkat yang memgadopsi IoT akan tumbuh dari USD1.9 triliun pada 2013 menjadi USD1.7 triliun pada 2020. Banyaknya perangkat yang terhubung diperkirakan tumbuh menjadi 200 miliar selama lima tahun ke depan.

“Kita tidak lagi hidup di dunia dengan hanya memiliki satu perangkat, tapi sudah ingin menggunakan beberapa perangkat. Kita menuju dunia komputasi,” tambahnya.

Untuk mendukung mendukung ekosistem ICT lokal, Intel akan fokus menjalin kemitraan dengan system integrator partner, komunitas developer, serta pemerintah guna menyediakan produk yang inovatif. Intel sudah mengadakan pembicaraan dengan pemerintah daerah terkait dengan penanggulangan early warning system dan e-government.

“Bicara Smart city, Intel bermitra dengan component systems untuk terlibat mendukung solusi pengawasan air di pintu-pintu air,” ungkap Harry.

Ia optimistis, di bawah kepemimpinannya, Intel bisa mencapai misinya di Indonesia. “Intel percaya dengan menciptakan dan meningkatkan teknologi komputasi dapat menghubungkan dan meningkatkan kehidupan setiap orang di bumi. Dengan inovasi teknologi yang kami miliki secara luas mulai dari cloud solution, server, PC, notebook, tablet, dan smartphone, dan bahkan Internet of Things, kami yakin bahwa kami bisa memenuhi ambisi kami sebagai pengendali inovasi di negara ini,” jelas Harry lebih jauh. Selamat mengemban tugas baru, Pak. Selamat bekerja! (bda)

Latest