Saturday, May 25, 2019
Home Insight Dilema Bekerja Secara Mobile

Dilema Bekerja Secara Mobile

-

Ilustrasi bekerja secara mobile (mid-east.info)
Ilustrasi bekerja secara mobile (mid-east.info)

[dropcap]B[/dropcap]erangkat dari rumah, Ditha tidak langsung menuju kantornya. Karyawati sebuah perusahaan jasa pengiriman internasional ini malah menuju kantor klien-nya. Lepas dari situ pada siang hari, wanita berusia 27 tahun ini mengarahkan mobilnya menuju sebuah restoran, untuk janji lunch meeting dengan klien lainnya. Menjelang sore, Ditha berencana kembali ke kantor. Apa daya, kondisi jalanan Jakarta macet parah. Wanita single ini pun memutuskan untuk melakukan meeting dengan anak buahnya dari restoran via video conference di tablet-nya. Begitu lah sedikit gambaran tren bekerja secara mobile yang mulai mewabah.

Tren tersebut juga terjadi di berbagai negara lain. Setidaknya hal ini diungkapkan oleh sebuah riset global yang dilakukan oleh Oracle. Dari riset itu terungkap bahwa pekerja profesional di seluruh dunia kini lebih menyukai bekerja secara mobile. Mereka menganggap bekerja secara mobile justru membuat mereka lebih produktif.

Oracle bekerjasama dengan Census Wide melakukan survey terhadap 1500 para pengambil keputusan tingkat senior yang bekerja pada berbagai perusahaan global. Terdiri dari 500 orang di Amerika Utara, 500 di Eropa, Timur Tengah, Afrika dan 500 di Asia Pasifik. 68% responden mengatakan bahwa mereka lebih senang bila bekerja secara mobile dan memiliki fleksibilitas lebih. Di Asia Pasifik, jumlahnya lebih tinggi daripada rata-rata dunia, yaitu 73%. Lebih dari setengah pekerja (53%) berpikir bahwa bekerja lebih fleksibel dan mobile membuat mereka lebih produktif, meningkat menjadi 64% di wilayah Asia Pasifik.

Lebih dari setengah responden (56%) dan di wilayah Asia Pasifik mengatakan bahwa mereka bekerja secara lebih mobile dibandingkan cara yang mereka lakukan di dua tahun yang lalu. 40% yakin mobilitas akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kerja mereka dalam dua tahun mendatang; jumlah ini mencapai 49% di Asia Pasifik.

Walau demikian, masih menurut riset Oracle, sebagian besar perusahaan masih belum ‘ikhlas’ menerima ide bekerja secara mobile ini. Ini lantaran para pelaku bisnis beranggapan ada resiko tinggi apabila bekerja secara mobile dilakukan secara tidak benar, sehingga menemui kendala integrasi dan juga ancaman keamanan.

[quote_center]Gaya bekerja secara mobile satu sisi dinilai memiliki beberapa keuntungan, tapi di sisi lain juga menyimpan risiko yang tidak bisa disepelekan.[/quote_center]

Menurut para pekerja professional ini, perusahaan tempat mereka bekerja tidak terlalu mendukung konsep bekerja mobile.Bahkan beberapa melarang penggunaannya di lingkungan bisnis mereka. Dari data survei, kurang dari seperempat pekerja menyatakan bahwa pimpinan perusahaan mereka mendukung konsep bekerja mobile. Di Asia Pasifik, angka ini meningkat tipis menjadi 32%. Kemudian 21% dari keseluruhan respondendan 31% responden di wilayah Asia Pasifik mengatakan bahwa pimpinan perusahaan mereka membatasi dan melarang akses ke perangkat mobile ataupun smartphone ketika bekerja.

Namun di sisi lain Oracle menyarankan para pelaku bisnis untuk berhenti melarang tren ini berkembang dan memastikan bahwa konsep bekerja dengan mobile harus dilakukan secara efisien, aman dan juga sesuai dengan aturan bisnis yang sudah ditetapkan. Walau perusahaan masih kurang setuju mengenai konsep bekerja mobile, riset menunjukkan bahwa pembatasan bekerja secara mobile terkadang tidak efektif, dan karyawan biasanya malah mencari cara-cara lain untuk menggunakan perangkat mobile ketika bekerja.

Dari survei diperoleh data, hanya 18% responden yang percaya bahwa perusahaan mereka bisa mengendalikan apa yang bisa diakses di perangkat mobile. Di Asia Pasifik, angka ini lebih tinggi, yaitu mencapai 20%. Dari keseluruhan orang yang disurvei, 15% mengatakan bahwa mereka menemukan cara supaya bisa menggunakan perangkat mobile tanpa dibatasi oleh perusahaan, dan angka ini menurun ke angka 13% untuk wilayah Asia Pasifik. (bda)

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest