26 April 2011 17:30
Jumlah pengguna handphone yang menggunakan layanan SMS semakin menurun dari tahun ke tahun akibat peningkatan aplikasi IM (instant messaging). Aplikasi IM untuk perangkat mobile, seperti BlackBerry Messenger (BBM), menjadi sangat populer dikalangan pengguna berusia antara 15-24 tahun, hal ini diperkirakan akan mengakibatkan turunnya pemakaian SMS hingga 20 persen dalam dua tahun kedepan. Mobile Youth, sebuah konsultan teknologi, memperkirakan bahwa layanan SMS akan terasa sangat anjlok di Inggris, Indonesia, Afrika Selatan dan Brasil, di mana pemakaian BlackBerry, terutama fitur BBM-nya sangat populer di kalangan remaja dan mahasiswa.

Graham Brown, Direktur Mobile Youth mengungkapkan, “kami telah melihat penggunaan SMS menurun di kalangan anak muda, penyebab utamanya adalah penggunaan smartphone BlackBerry,” ungkapnya. Penggunaan BBM telah meledak di banyak negara dalam beberapa tahun terakhir, dengan peningkatan volume pemakaian telah mencapai 500 persen. Menurut Research in Motion, lebih dari 39 juta orang di seluruh dunia menggunakan fitur BBM.

Dalam beberapa tahun terakhir, layanan SMS telah menjadi sumber pendapatan yang tinggi untuk operator selular. Namun layanan IM memungkinkan chatting yang tak terbatas tanpa perlu membayar setiap mengirim pesan. Layanan jejaring sosial lainnya, seperti Facebook dan Twitter, juga mulai menggeser fungsi SMS. Nampaknya operator selular harus mulai memikirkan cara untuk menanggulangi hilangnya sumber pemasukan dari SMS. (Deni Taufiq)

 

Sumber : www.ft.com (24/4/2011)