5 December 2013 14:30
Mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Edward Snowden, membocorkan informasi penting mengenai aktivitas bekas perusahaannya yang telah mengumpulkan hampir lima miliar catatan lokasi di ponsel per hari dari seluruh dunia.

The Washington Post (4/12/2013) melaporkan bahwa akses ini memungkinkan NSA untuk melacak individu dan keterkaitan peta  “dengan cara yang belum terbayangkan sebelumnya.” Dalam dokumen yang dibongkar, diketahui jejak perekaman lokasi tersebut mengalir ke database NSA yang menyimpan informasi tentang ratusan juta perangkat, dalam ukuran penyimpanan 27 Terabyte.

Sementara, badan intelijen rahasia menyatakan tidak bermaksud untuk menargetkan lokasi Amerika secara default. Sejumlah besar data yang terekam dalam negeri dikatakan sebagai kebetulan atau tidak disengaja. Data dikumpulkan dari puluhan juta orang Amerika yang bepergian ke luar negeri dengan membawa perangkat mereka setiap tahun. Pengacara intelijen terus menekankan bahwa program ini berfokus di luar AS.

Data tersebut kemudian diolah oleh sebuah program rahasia bernama CO-TRAVELER. Program ini dapat melacak ratusan juta orang di seluruh dunia, termasuk rumah sakit yang mereka kunjungi dan lokasi pertemuan bisnis. Untuk mengumpulkan data lokasi ini, NSA menempatkan sepuluh designator sinyal intelijen utama berjuluk “sigad” di seluruh dunia, yang memungkinkan pengumpulan data secara besar-besaran.

Salah satu sigad dikenal sebagai STORMBREW. Program ini mengumpulkan data dari 27 link telepon yang mencakup pengidentifikasi tower – yang dapat digunakan untuk melacak dan triangulasi keberadaan cell device pada map, seperti ponsel, smartphone, atau tablet. (Choiru Rizkia)

 

Sumber : http://www.washingtonpost.com/