10 September 2012 17:30
Kondisi di Timur Tengah tidak hanya diramaikan oleh perang kontak fisik, namun juga “perang” dunia maya. Sebuah organisasi pro pemerintah Suriah bernama Syrian Electronic Army telah mengambil alih jasa pemberitaan layanan mobile milik stasiun televisi Al-Jazeera untuk mengirimkankan pesan teks berupa breaking news palsu. Menurut al-jazeera.net (9/9/2012), setidaknya ada tiga teks palsu yang dikirim melalui SMS. Para hacker menyebarkan berita mengenai upaya pembunuhan perdana menteri Qatar, Syaikh Hamad Bin Jassem. Dalam pesan teks, dilaporkan bahwa Syaikh Hamad menjadi sasaran dalam serangan terhadap istana di Doha dan istri emir, Syaikha Moza Bint Nasser hanya menderita luka ringan.

Al-Jazeera sendiri telah mengkonfirmasi via Twitter bahwa sistem mereka telah dikacaukan oleh hacker untuk menyebarkan berita palsu kepada para pelanggan. Syrian Electronic Army memang kerap membajak situs Web dan akun Twitter, setidaknya dimulai beberapa waktu lalu.

Sejak bulan April, organisasi yang menyebut pro pemerintah Suriah ini telah memulai perang dunia maya melawan Qatar dan organisasi berita seperti Al Jazeera karena kritiknya terhadap pemerintahan Suriah. Nasib serupa juga dialami kantor pemberitaan Reuters. Pada awal Agustus lalu, sebanyak dua kali dalam dua hari, website dan akun Twitter milik Reuters dijajah oleh kelompok tersebut

Yang menarik disini bahwa Syrian Electronic Army secara gamblang mengakui sejumlah tindak kriminal. Contohnya, kelompok ini mengakui atas serangan pengerusakan di halaman Universitas Harvard tahun lalu, dengan pesan menuduh AS mendukung pemberontakan terhadap Presiden Suriah. (Choiru Rizkia)

 

Sumber : www.al-jazeera.net