6 February 2013 11:00
Sony Mobile Communication Indonesia (Sony) memperkenalkan tiga rangkaian smartphone terbarunya. Yaitu Sony Xperia E, Xperia Tx dan Xperia V. Ketiganya mengisi segmen yang berbeda. Xperia E ditujukan untuk segmen middle, sedangkan Xperia Tx dan V dimasukkan ke segmen high end.
Ini merupakan kelanjutan dari strategi Sony yang fokus pada  smartphone Android. Lebih lanjut, Sony pun bertekad untuk mengisi semua segmen yang ada, mulai dari low, middle dan high end. Namun Sony enggan mengklasifikasikan produknya menurut segmen klasifikasi harga. “Kami mengkategorikan smartphone Sony lebih pada fitur andalan” ujar Ika Paramita, Marketing Manager Sony Mobile Communication Indonesia. Ika mencontohkan Xperia E yang lebih ke musik, atau Xperia V yang berupakan ponsel anti air.
Menurut Ika, lembaga survey Gfk sendiri menyebut rentang harga antar segmen terbagi atas low end yang merupakan segmen ponsel berharga di bawah Rp 1,5 juta. Sedangkan smartphone dengan harga di atas Rp 1,5 juta hingga Rp 4 juta, dikelompokkan sebagai ponsel kelas menengah. Dan untuk segmen high end merupakan ponsel dengan harga di atas Rp 4 juta.
Di antara segmen tersebut, berdasarkan data Gfk, segmen medium to low dan high end merupakan segmen yang memiliki pangsa pasar yang besar, sedangkan kelas middle end cenderung lebih kecil. Ini terkait dengan tren pengguna, di mana jumlah pengguna yang beralih dari feature phone ke smartphone membludak. Yang kemudian dari pengguna tersebut juga banyak yang langsung migrasi ke segmen smartphone kelas high end.
Sony sendiri, menurut Ika, antar segmen smartphone-nya cukup berimbang jika dilihat dari sisi value. Namun Ika enggan mengungkapkan lebih lanjut berapa pangsa pasar Sony di Indonesia jika dilihat  dari sisi volume. (Edi Kurniawan)

 

Sumber : www.selular.co.id