7 December 2012 15:00
Facebook sudah menghadirkan sistem messaging yang cukup stabil dan berusia lama. Sampai-sampai dimanifestasikan ke aplikasi terpisah di perangkat mobile. Ia juga terintegrasi Skype yang memungkinkan pengguna chat ke teman Facebook via Skype.

Meski berbeda platform, pengguna tetap harus memiliki akun Facebook untuk mengakses fitur ini dari aplikasi lain. Mengingat Facebook mempunyai lebih dari satu miliar pengguna aktif setiap hari, hal ini tidak pernah menjadi masalah. Namun sepertinya raksasa media sosial itu berusaha memperluas layanan Messenger-nya dengan mengumumkan kalau mereka telah mengubah layanan Facebook Messenger.

Lalu apa yang baru dengan Messenger? Satu perubahan besar. Pengguna layanan ini tidak lagi harus memiliki akun Facebook, hanya butuh nomor handphone dan handphonenya. Bahkan, ia tidak memerlukan sebuah smartphone, menurut direktur manager produk komunikasi Facebook Peter Deng, feature phone juga bisa.

Sekarang layanan ini baru tersedia di negara tertentu saja seperti Afrika Selatan, India, Australia, Argentina, dan Venezuela. Deng berharap karena layanan ini tidak lagi memerlukan akun Facebook, semoga banyak orang beralih dari SMS regular ke Facebook Messenger. Deng menjanjikan layanan ini tanpa intervensi iklan. Meski tanpa perlu memiliki akun Facebook, Deng berharap itu akan mengarahkan pengguna ke situsnya juga lambat laun, khususnya di negara berkembang.

Untuk saat ini terdapat aneka aplikasi instant messaging yang berpotensi atau sudah menggantikan fungsi SMS. Contohnya seperti WhatsApp, Viber, LINE, Kakao Talk, ChatOn, BBM, dan banyak lagi. Mungkin saja perubahan sistem pada Facebook Messenger inilah yang menguatkan rumor kalau raksasa social networking itu tertarik pada bisnis pesan kilat untuk mengakuisisi WhatsApp. (Khoirunnisa)

 

Sumber : http://news.cnet.com (4/12/2012)