15 May 2013 13:00
Sudah cukup banyak negara yang menerapkan teknologi 4G LTE sebagai jaringan telekomunikasi selularnya. Negara maju yang sudah menikmati akses kilat tersebut di antaranya Swedia (2009), Amerika Serikat (2010), Hong Kong, Denmark, Kanada, Australia, Korea Selatan, Jerman, Jepang, dan lainnya. Hingga saat ini, sinyal jaringan LTE sudah muncul di 62 negara, termasuk negara-negara Afrika serta sejumlah negara Asia Tengah seperti Uzbekistan, dan Kyrgyztan. Meski di Indonesia sudah tersedia berbagai perangkat yang mendukung koneksi 4G LTE, namun jaringannya sendiri baru di rencanakan hadir tahun ini.

Konsumen tentu semakin dimanjakan dengan adanya koneksi 4G LTE pada perangkat mobile. Meskipun kecepatannya sudah cukup baik untuk mengunggah video ke YouTube dan gambar ke Instagram secara teratur, namun konsumen terus menantikan kecepatan mobile data berikutnya. Samsung baru saja mengumumkan langkah pertama dalam menyediakan apa yang akan disebut teknologi mobile transfer data “berikutnya” dengan jaringan 5G.

Samsung mengumumkan telah mengembangkan teknologi mobile data yang memiliki potensi untuk memberikan kecepatan “beberapa ratus kali lebih cepat daripada jaringan 4G saat ini.” Teknologi baru tersebut dikatakan “Teknologi transceiver adaptif pertama di dunia yang beroperasi dalam gelombang millimeter Ka-band untuk komunikasi seluler,” menjadi dasar sistem komunikasi mobile 5G. Samsung mengatakan mereka mampu mengirimkan data pada kecepatan hingga 1.056Gbps dengan jarak hingga 2 kilometer.

Samsung berencana untuk mengkomersilkan teknologi 5G tahun 2020 di mana mereka membayangkan masa depan di mana transmisi file data yang besar, yang meliputi film berkualitas tinggi pada perangkat mobile menjadi tak terbatas.

Mengingat betapa tak terbatasnya kecepatan 5G di masa mendatang, mungkin operator akan semakin membatasi penggunaan data pelanggan mereka. (Nis)

 

Sumber : http://global.samsungtomorrow.com (13/5/2013)