21 March 2012 17:00
Jakarta – Masih berlarutnya pembahasan seputar regulasi konten premium berdampak pelik bagi industri yang bermain di dalamnya. Salah satu imbasnya yakni pada nasib sekitar 12 ribu karyawan CP (content provider) yang kehilangan pekerjaan. Hal tersebut diutarakan oleh M. Hendro Wiyono, pengamat telekomunikasi, dalam acara Bincang-Bincang Media dengan tema “Bedah Kasus Pencurian Pulsa” di restoran Planet Hollywood, hari ini.

Seperti diketahui, sejak penghentian sementara (moratorium) layanan konten premium pada 18 Oktober 2011,berimbas pada terpuruknya bisnis CP di Tanah Air. Disisi operator pun kehilanghan pendapatan hingga  triliunan akibat penghentian layanan ini. “Lebih parah lagi, kenyataan saat ini banyak CP yang telah berhenti total,” ujar A. Haryawirasma, Ketua Indonesia Mobile & Online Content Association (IMOCA) di acara tersebut.

Terkait kasus pencurian pulsa yang kini telah masuk ke ranah hukum, Haryawirasma menyebutkan, sebagian memang akibat kesalahan CP, tapi CP juga tidak bisa sepenuhnya disalahkan, salah satu penyebab munculnya kasus ini juga dipicu oleh aturan yang tak jelas dari pihak regulator. Pendapat Haryawirasma juga diamini oleh Agus Pambagio, pengamat kebijakan publik ini mempersoalkan pada berlarutnya pembahasan revisi pada draft Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) No 1/2009 tentang jasa pesan premium. “Menurut jadwal draft tersebut selesai di bulan Maret ini, tapi hingga kini belum terdengar kabar lanjutan tentang draft revisi tersebut,” ujar Agus.

“Selain ribuan karyawan CP yang kehilangan pekerjaan, moratorium juga memicu hengkangnya  tenaga kreatif di industri konten untuk bekerja di luar negeri,” papar Haryawirasma. Kalau sudah demikian, bukan cuma industri konten yang rugi, tapi pemerintah juga dirugikan, pasalnya akan kehilangan pendapatan dari pajak. Komunitas CP saat ini lebih tertarik untuk menjual konten lewat toko aplikasi yang disediakan vendor global, seperti Google Play, iTunes, dan BlackBerry App World. (Haryo Adjie Nogo Seno)

 

Sumber : www.selular.co.id