19 July 2013 18:00
Nokia telah mengumumkan hasil keuangan di kuartal kedua 2013, dan sayang “raport”-nya tidak bagus. Penjualan bersih dan laba usaha menurun untuk divisi keseluruhan, Devices & Services. Satu-satunya divisi yang menunjukkan laba operasi IFRS positif adalah Nokia Siemens Networks. Seluruh laporan tercantum di press.nokia.com (17/7/2013).
Volume penjualan Lumia meningkat 32% dari kuartal ke kuartal. Dari 4 juta unit, kini menjadi 7,4 juta unit untuk kuartal yang sama tahun lalu. Meski mengalami kenaikan, tapi perolehan ini masih di bawah ekspektasi analis sebesar 8.1 juta unit. Imbasnya, saham Nokia anjlok hampir 4%.
Lumia 720 dan Lumia 520 (handset Windows Phone paling populer di dunia) merupakan dua penyumbang utama pertumbuhan. Masing-masing adalah smartphone mid-range dan entry level, yang menyebabkan penurunan harga jual rata-rata sebesar 4% menjadi €151.
Dari tahun ke tahun, penjualan Smart device Nokia semakin layu. Poin terburuk ditempati Symbian. Padahal penjualan ponsel tipe ini telah mencapai 6 juta di Q2 2012, namun malah “nol besar” di Q2 2013. Sementara bisnis feature phone Nokia terbilang bagus, meski penjualan bersih turun 39% dari tahun ke tahun, karena volume pengapalan ikut terjembab sebesar 27%. Nokia Asha sendiri menyumbang 4.3 juta unit.
Jadi, total volume pengapalan smartphone Nokia di kuartal kedua 2013 ini sebanyak 11.7 juta unit (gabungan Lumia dan Asha). Naik dari 11.1 juta unit di kuartal pertama. Secara keseluruhan, Nokia merugi hampir €278 juta. Dibandingkan dengan kerugian €1.5 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu. (Choi)

 

Sumber : www.press.nokia.com