2 July 2013 13:00
Keterbatasan lahan dan perijinan untuk pembangunan perangkat BTS (base transceiver station) menjadi momok tersendiri bagi gelar layanan operator di kota-kota besar. Umumnya pemerintah kota tidak lagi memberi ijn pembangunan BTS di area tanah langsung (greenfield). Untuk menyiasatinya maka operator lumrah menggelar BTS, terdiri dari dari shelter dan menara di roof top (bagian atas) bangunan-bangunan perumahan, perkantoran, dan pabrik.
Dengan pola roof top, maka gelar layanan dan coverage operator di wilayah urban bisa ditingkatkan dengan biaya instalasi yang lebih murah dibanding pola instalasi di greenfield. Selain operator diuntunghkan, pihak yang ketempatan BTS pun bisa mengutip biaya sewa dari operator. Tapi ada kasus yang cukup unik di Bangladesh, dimana pihak Asosisasi Eksportir dan Manufaktur Garmen Bangladesh (BGMEA) melayangkan seruannya Badan Regulasi Telekomunikasi Bangladesh untuk menghilangkan BTS-BTS yang tersebar di roof top pada pabrik garmen.
Pihak BGMEA berharap pihak regulator setempat dapat meneruskan pesan ini kepada operator penyelenggara. Pemintaan ini tentu bukan tanpa alasan, BGMEA beranggapan adanya perangkat BTS di area atas dan dek puncak bangunan dapat membawa risiko pada keselamatan kerja ribuan karyawan. Kecelakaan akibat struktur bangunan memang telah terjadi di Bangladesh, yakni pada 24 April lalu di Rana Plaza yang runtuh dan menewaskan 1.131 orang.
Penghapusan menara BTS bisa menjadi pukulan telak bagi operator penyelenggara, pasalnya area yang diusulkan untuk dihilangkan BTS mencakup kawasan Savar, Ashulia, Gazipur, dan Kanchpur. Kebanyakan pabrik garmen disana punya struktur bangunan yang buruk dan nyatanya tetap dipasangi BTS di roof top. Bila di total, ada 200-an BTS di wilayah tersebut yang harus dicabut.
Dikutip SELULAR Online dari Cellular-news.com (1/7), Tanveer Mohammad, kepala teknologi Grameenphone menyebutkan bahwa bobot BTS hanya sekitar 300kg, dan dengan baterai ekstra maksmimum jadi 400kg. “Bobotnya total setara dengan lima sampai enam orang dewasa,” ujar Mohammad.
Menengahi kejadian ini, pihak regulator berusaha menghimbau perbaikan struktur pada bangunan garmen. Sementara bagi operator agar lebih cermat dalam memilih lokasi penempatan BTS, sembari terus mencari terobosan perangkat BTS yang punya bobot fisik lebih ringan. (Haryo Adjie)

 

Sumber : www.cellular-news.com