Friday, August 7, 2020
       
Home News Dampak Perang Dingin, Rusia Ancam Tutup Stasiun Pengendali GPS

Dampak Perang Dingin, Rusia Ancam Tutup Stasiun Pengendali GPS

-

selular20140514100549

14 May 2014 13:00
Perang Dingin (cold war) jilid dua kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Salah satu pemicunya akibat kisruh di Ukraina yang turut menyeret kepentingan kedua kubu. AS lewat Presiden Barack Obama pun menjatuhkan beragam sanksi bagi Rusia, mulai dari kerjasama ekonomi dan perdagangan. Sebagai buntutnya, AS menolak niatan Rusia untuk membangun stasiun pengendali GLONASS (Global Navigation Satellite System) di wilayah daratan AS.

Pemerintah Rusia yang diwakili Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin langsung bereaksi keras atas sikap AS tersebut. Dikutip SELULAR Online dari situs Gizmodo.com (13/4), disebutkan Rusia mulai 1 Juni mendatang akan menghentikan operasi 11 stasiun pengendali GPS (Global Positioning System) yang berada di wilayah Rusia.

Sebagai informasi, satelit GPS yang dikendalikan AS jumlahnya ada 30 yang mengitari pada orbit Bumi. Peran GPS tak perlu diragunakan lagi, sistem navigasi beragam perangkat, termasuk smartphone dan tablet banyak yang menggantungkan pada jasa layanan GPS. Dengan ancaman penutupan operasional 11 stasiun GPS jelas membawa pengaruh langsung bagi navigasi di sekitaran Eropa. Sementara GLONASS punya peran yang serupa dengan GPS, hanya saja GLONASS dikendalikan oleh Rusia dengan dukungan 24 satelit.

GPS jelas sudah lebih dulu populer, namun Rusia dengan GLONASS tidak tinggal diam, Rusia cukup gencar memperkuat penetrasi GLONASS. Wujudnya adalah kewajiban bagi setiap vendor ponsel yang memasarkan produknya di Rusia, maka harus menggunakan chip GLONASS, selain adanya GPS. Sebagai dampaknya, di Tanah Air pun kini banyak smartphone generasi terbaru yang sudah dibekali dual navigasi GPS dan GLONASS. (Haryo Adjie)

Sumber : www.gizmodo.com

Upcoming Event

Upcoming Event

Latest