Selular.ID – vivo dikabarkan tengah mengembangkan smartphone dengan desain layar lebar atau wide-screen candybar yang ditargetkan meluncur pada 2027.
Berdasarkan bocoran dari tipster teknologi Digital Chat Station, perangkat tersebut kemungkinan membawa layar berukuran kurang dari 6,5 inci.
Jika terealisasi, ponsel ini akan menjadi bagian dari kategori smartphone konvensional dengan proporsi layar lebih lebar dibandingkan model memanjang yang selama ini mendominasi pasar.
Informasi pengembangan perangkat tersebut dilaporkan GSMArena pada 6 November 2026. Digital Chat Station menyebut vivo tengah menyiapkan ponsel dengan format layar lebar, tetapi belum mengungkap nama produk maupun rincian spesifikasinya.
Informasi yang beredar sejauh ini baru mengarah pada ukuran layar di bawah 6,5 inci dan target peluncuran pada 2027.
Laporan tersebut muncul setelah Huawei memperkenalkan Pura X View pada September 2026. Smartphone ini membawa layar OLED 6,39 inci dengan rasio aspek 16:9,5 dalam desain candybar tanpa mekanisme lipat.
Kehadirannya memperkenalkan pendekatan berbeda dalam desain smartphone, yakni memperluas bidang layar secara horizontal tanpa harus membuat perangkat berukuran sangat besar atau menggunakan panel fleksibel.
vivo bukan satu-satunya produsen yang dikaitkan dengan pengembangan format tersebut. Sejumlah laporan sebelumnya juga menyebut OPPO, HONOR, dan Xiaomi tengah menjajaki smartphone dengan layar lebih lebar.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa proporsi layar mulai menjadi salah satu aspek desain yang dieksplorasi produsen, selain ukuran diagonal, resolusi, dan teknologi panel.
Layar Lebar Tanpa Mekanisme Lipat
Istilah candybar merujuk pada bentuk smartphone konvensional dengan satu bodi utuh dan layar tetap, bukan perangkat lipat. Sementara itu, konsep wide-screen mengarah pada penggunaan layar dengan proporsi lebih lebar daripada layar smartphone pada umumnya.
Pada kebanyakan smartphone saat ini, layar memiliki bentuk relatif tinggi dan memanjang. Format tersebut menjadi pilihan umum karena mendukung penggunaan vertikal, seperti membaca pesan, menjelajahi media sosial, dan mengakses berbagai aplikasi.
Sebaliknya, layar dengan proporsi lebih lebar menawarkan bidang pandang horizontal yang lebih luas. Format ini dapat memberikan ruang tambahan ketika pengguna membaca dokumen, melihat foto, membuka halaman web, atau menikmati konten video.
Pengalaman aktual tetap bergantung pada rasio aspek layar dan bagaimana aplikasi menyesuaikan tampilannya.
Huawei Pura X View menjadi salah satu contoh nyata pendekatan tersebut. Mengacu pada spesifikasi resmi Huawei, perangkat ini menggunakan panel OLED berukuran 6,39 inci dengan resolusi 2232 x 1320 piksel dan refresh rate hingga 120Hz.
Rasio 16:9,5 membuat bentuk layarnya lebih lebar dibandingkan smartphone konvensional yang umumnya menggunakan rasio memanjang.
Penggunaan layar lebar pada perangkat non-lipat juga membedakannya dari smartphone foldable. Ponsel lipat memanfaatkan engsel dan panel fleksibel untuk memperluas area tampilan ketika dibuka.
Sementara desain candybar wide-screen mempertahankan konstruksi satu bodi, sehingga perubahan utamanya terletak pada proporsi layar.
vivo Belum Mengungkap Spesifikasi Lengkap
Untuk perangkat yang sedang dikembangkan vivo, belum tersedia informasi mengenai resolusi, teknologi panel, rasio aspek, chipset, kamera, kapasitas baterai, maupun kemampuan pengisian daya. Nama komersial dan posisi produk dalam portofolio vivo juga belum diketahui.
Digital Chat Station baru mengindikasikan kemungkinan ukuran layar di bawah 6,5 inci serta periode peluncuran pada 2027. Karena informasi tersebut berasal dari tipster, rencana pengembangan dan jadwal peluncuran belum dapat diperlakukan sebagai konfirmasi resmi dari vivo.
Ukuran layar yang relatif kompak menjadi salah satu informasi yang menonjol dari bocoran tersebut. Perangkat dengan diagonal kurang dari 6,5 inci tetapi memiliki proporsi lebih lebar dapat menawarkan karakter berbeda dari ponsel berlayar besar yang umumnya mengutamakan dimensi vertikal.
Namun, ukuran diagonal saja belum cukup untuk menggambarkan bentuk dan luas area tampilan. Rasio aspek, resolusi, ketebalan bezel, serta dimensi keseluruhan perangkat juga menentukan pengalaman penggunaan.
Karena itu, belum bisa dipastikan seberapa lebar layar smartphone vivo tersebut atau bagaimana dimensinya dibandingkan ponsel yang beredar saat ini.
Persaingan Format Layar Mulai Meluas
Kabar pengembangan perangkat vivo menambah daftar produsen yang dikaitkan dengan kategori smartphone layar lebar. Sebelumnya, OPPO juga diberitakan sedang menyiapkan perangkat serupa.
Bocoran Digital Chat Station mengenai ponsel layar lebar kemungkinan masuk ke lini Find X10. Namun, nama produk dan spesifikasinya belum dikonfirmasi OPPO.
Xiaomi juga dikaitkan dengan pengembangan smartphone candybar berlayar lebar. Dalam laporan GSMArena pada 4 November 2026, Digital Chat Station menyebut adanya perangkat yang sedang diuji dengan kemungkinan rasio layar 16:10 atau 16:9.
Identitas produsen tidak disebut secara langsung dalam bocoran tersebut, meskipun petunjuk yang beredar mengarah pada Xiaomi.
Huawei sendiri telah lebih dahulu menghadirkan Pura X View sebagai produk komersial. Perangkat tersebut memperlihatkan bahwa layar lebar tidak harus diterapkan pada smartphone lipat.
Pendekatan ini membuka alternatif desain bagi produsen yang ingin menawarkan area tampilan berbeda tanpa menambahkan mekanisme engsel.
Bagi vivo, pengembangan smartphone layar lebar dapat memperluas pilihan desain dalam portofolio produknya apabila perangkat tersebut benar-benar diluncurkan.
Meski demikian, perusahaan belum menyampaikan informasi resmi mengenai produk, spesifikasi, harga, maupun negara tujuan pemasaran.
Untuk saat ini, target 2027 dan layar di bawah 6,5 inci masih menjadi dua petunjuk utama mengenai smartphone layar lebar vivo.
Detail lain, termasuk nama perangkat dan ketersediaannya di pasar global, masih menunggu pengumuman perusahaan atau informasi lanjutan yang dapat diverifikasi.

