Selular.ID -

Telkom PIJAR Dukung Try Out TKA 2026, Jangkau 84.000 Siswa Banten

BACA JUGA

Selular.ID – Telkom Indonesia melalui platform pendidikan digital PIJAR mendukung pelaksanaan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang SMA/SMK sederajat yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Kegiatan ini menjangkau lebih dari 84.000 peserta didik dari lebih dari 570 sekolah di Banten, dengan memanfaatkan sistem ujian berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) yang dilengkapi fitur pengawasan digital.

Dukungan tersebut mencakup penyediaan sistem asesmen digital untuk membantu peserta mengerjakan soal secara elektronik sekaligus memudahkan sekolah memantau jalannya ujian.

PIJAR juga menghadirkan fitur anti-cheating dan monitoring real-time untuk membantu pengawas mengidentifikasi aktivitas peserta selama pelaksanaan try out.

Direktur IT Digital Telkom, Kharim I. G. Siregar, mengatakan digitalisasi pendidikan perlu memberikan manfaat langsung bagi institusi pendidikan maupun peserta didik.

Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga mendukung proses evaluasi yang lebih efektif dan terukur.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Digitalisasi pendidikan bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu sekolah menjalankan proses pembelajaran dan asesmen secara lebih efektif, aman, dan terukur,” ujar Kharim.

PIJAR Hadirkan Fitur Pengawasan Ujian Digital

Dalam pelaksanaan Try Out TKA 2026 di Banten, PIJAR mengandalkan sistem asesmen berbasis CBT yang memungkinkan sekolah menyelenggarakan ujian tanpa menggunakan lembar soal dan jawaban fisik.

Peserta mengakses soal melalui perangkat elektronik, sedangkan sekolah dapat memantau aktivitas ujian melalui sistem yang disediakan.

Salah satu fitur yang menjadi bagian dari dukungan tersebut adalah anti-cheating. Fitur ini bekerja dengan mengisolasi perangkat peserta ketika sistem mendeteksi aktivitas membuka aplikasi lain selama ujian berlangsung.

Isolasi perangkat tersebut bertujuan menjaga peserta tetap berada dalam lingkungan aplikasi ujian.

Sekolah juga dapat mengetahui peserta yang terindikasi melakukan aktivitas di luar aplikasi dan memiliki kewenangan untuk membuka kembali isolasi sesuai aturan yang diterapkan masing-masing institusi.

Selain itu, PIJAR menyediakan fitur monitoring real-time yang membantu guru memantau kondisi peserta selama ujian.

Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi pengawas untuk melakukan tindak lanjut apabila ditemukan aktivitas yang memerlukan perhatian.

Kombinasi sistem asesmen dan pengawasan digital ini menjadi bagian dari dukungan Telkom terhadap penyelenggaraan evaluasi pendidikan dalam skala besar.

Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 84.000 siswa dari lebih dari 570 sekolah, kesiapan sistem dan pengawasan menjadi aspek penting dalam pelaksanaan kegiatan.

Sekolah Apresiasi Fitur Anti-Cheating PIJAR

Pengalaman penggunaan PIJAR dalam Try Out TKA 2026 salah satunya disampaikan oleh SMA Muhammadiyah 2 Tangerang.

Sekolah tersebut menilai pelaksanaan ujian secara keseluruhan berjalan lancar, meskipun sempat ditemukan kendala akses pada beberapa peserta.

Guru Informatika SMA Muhammadiyah 2 Tangerang, Muhammad Imam Darmawan, menjelaskan bahwa kendala yang dialami siswa ketika masuk ke sistem disebabkan kesalahan memasukkan kata sandi.

Menurutnya, fitur dan kelengkapan PIJAR telah mengakomodasi sejumlah kebutuhan sekolah berdasarkan pengalaman menggunakan aplikasi sejenis sebelumnya.

“Kami sebelumnya pernah menggunakan beberapa aplikasi, dan menurut saya PIJAR sudah melengkapi beberapa hal yang belum tersedia di aplikasi-aplikasi sebelumnya,” kata Muhammad Imam.

Dari sisi pengawasan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana sekaligus Bendahara Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Tangerang, Mumtahina, menjelaskan bahwa fitur anti-cheating memberikan kendali kepada sekolah dalam mengatur tindak lanjut terhadap perangkat yang terisolasi.

Menurut Mumtahina, ketika peserta mencoba membuka aplikasi lain saat ujian, sistem PIJAR secara otomatis mengisolasi perangkat tersebut. Sekolah kemudian dapat melihat peserta yang terindikasi melakukan aktivitas tersebut dan menentukan tindakan selanjutnya.

“Kalau anak mencoba membuka aplikasi lain saat ujian, PIJAR akan otomatis mengisolasi perangkat siswa. Kami juga bisa melihat siswa mana saja yang terindikasi membuka aplikasi lain, dan sekolah memiliki kontrol untuk membuka isolasinya. Namun, sekolah sudah menetapkan aturan bahwa kesempatan membuka isolasi maksimal satu kali,” jelas Mumtahina.

Kebijakan pembukaan isolasi tersebut menunjukkan bahwa pengawasan digital tetap melibatkan aturan yang ditetapkan sekolah. Sistem menyediakan informasi dan mekanisme pengendalian, sementara keputusan tindak lanjut berada pada pihak institusi pendidikan.

Familiaritas Platform Mendukung Pelaksanaan Try Out

Penggunaan PIJAR dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari juga menjadi salah satu pertimbangan SMA Muhammadiyah 2 Tangerang ketika memilih platform untuk pelaksanaan try out.

Mumtahina menyebut para guru dan siswa telah terbiasa menggunakan aplikasi tersebut dalam aktivitas sekolah. Familiaritas ini membantu proses adaptasi ketika platform yang sama digunakan untuk asesmen.

“Di sekolah sehari-hari kita juga sudah menggunakan aplikasi PIJAR. Alhamdulillah, selama digunakan juga lancar, jadi kita tidak ada keraguan lagi saat try out dijalankan menggunakan PIJAR,” ungkapnya.

Penggunaan satu platform untuk pembelajaran dan asesmen memungkinkan sekolah memanfaatkan sistem yang telah dikenal oleh guru maupun peserta didik.

Dalam pelaksanaan ujian digital, kesiapan pengguna menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan selain ketersediaan perangkat dan koneksi internet.

Try Out Tes Kemampuan Akademik sendiri menjadi bagian dari persiapan peserta didik sebelum menghadapi TKA. Melalui simulasi dan latihan soal, siswa dapat mengenali format asesmen sekaligus mengevaluasi kesiapan akademik mereka.

Dukungan Telkom melalui PIJAR di Provinsi Banten memperlihatkan pemanfaatan platform digital untuk mendukung kebutuhan evaluasi pendidikan yang melibatkan banyak sekolah dan peserta.

Selain menyediakan fasilitas pengerjaan soal secara elektronik, sistem ini mengintegrasikan fitur pemantauan dan pengawasan untuk membantu sekolah mengelola pelaksanaan ujian.

Telkom menyatakan akan terus menghadirkan solusi digital melalui PIJAR untuk mendukung kebutuhan institusi pendidikan, baik dalam proses pembelajaran maupun asesmen.

Pengembangan ekosistem pendidikan digital tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas pemanfaatan teknologi di sektor pendidikan Indonesia.

Baca Juga: Android Bisa Jadi Router Travel, Begini Caranya

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU