Selular.ID -

Airbnb Kembangkan Agen AI dengan Antarmuka Dinamis, Rilis 2027

BACA JUGA

 

Selular.ID – Airbnb menargetkan peluncuran agen perjalanan berbasis kecerdasan buatan (AI) pada paruh pertama 2027.

Berbeda dari chatbot konvensional yang terutama menyajikan jawaban dalam bentuk teks, agen ini dirancang membangun tampilan interaktif sesuai kebutuhan pengguna, dengan elemen seperti peta, foto penginapan, perbandingan pilihan, kalender, dan rencana perjalanan.

Pengumuman tersebut disampaikan Airbnb melalui surat kepada pemegang saham untuk laporan kinerja kuartal III 2026.

CEO Airbnb Brian Chesky menjelaskan, perusahaan tidak ingin menyerahkan seluruh proses perencanaan perjalanan kepada agen AI umum.

Menurutnya, mencari destinasi dan membandingkan tempat menginap merupakan bagian dari pengalaman berwisata.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Airbnb ingin teknologi tersebut membantu pengguna mengeksplorasi pilihan, berdiskusi dengan teman seperjalanan, lalu melakukan pemesanan langsung di platform.

Dalam surat pemegang saham, Airbnb menyebut sedang mengembangkan pengalaman AI-native yang dapat menyusun antarmuka berdasarkan pertanyaan pengguna.

Sistem tersebut akan mengambil komponen dari pustaka berisi ratusan elemen khusus perjalanan, kemudian menggabungkannya secara langsung sesuai kebutuhan. Pendekatan ini memungkinkan tampilan yang muncul berbeda-beda, bergantung pada konteks permintaan pengguna.

Bukan Sekadar Chatbot untuk Merencanakan Perjalanan

Airbnb menilai chatbot berbasis teks belum sepenuhnya sesuai untuk kebutuhan perencanaan perjalanan. Proses tersebut melibatkan banyak pilihan visual yang perlu dibandingkan, mulai dari lokasi penginapan, kondisi kamar, fasilitas, hingga ulasan tamu sebelumnya.

Brian Chesky menyampaikan bahwa sekitar 80% wisatawan menikmati waktu untuk meneliti perjalanan mereka. Karena itu, Airbnb ingin mempertahankan proses eksplorasi dan pengambilan keputusan, bukan sekadar memberikan satu rekomendasi berdasarkan perintah singkat.

Data perilaku pengguna di platform juga menjadi pertimbangan. Dalam surat pemegang saham, Airbnb menyebut lebih dari 75% tamu menggunakan peta ketika menentukan lokasi penginapan.

Lebih dari 90% melihat beberapa foto properti, sedangkan 70% membaca ulasan sebelum melakukan pemesanan. Data tersebut memperlihatkan bahwa informasi visual dan perbandingan menjadi bagian penting dalam keputusan pengguna.

Agen AI yang sedang dikembangkan akan menggunakan elemen-elemen tersebut untuk membentuk tampilan sesuai pertanyaan.

Misalnya, ketika pengguna mencari penginapan untuk perjalanan keluarga, sistem dapat menyajikan peta lokasi, foto beberapa properti, kalender, dan perbandingan pilihan dalam satu pengalaman interaktif.

Konsep ini berkaitan dengan generative UI, yaitu pendekatan ketika sistem AI menyusun elemen antarmuka secara dinamis berdasarkan konteks permintaan.

Jadi, pengguna tidak hanya menerima jawaban berupa paragraf, tetapi juga tampilan yang membantu mereka mengevaluasi pilihan dan mengambil keputusan.

Airbnb menyebut agen tersebut akan mendukung pengambilan keputusan bersama orang-orang yang bepergian dalam satu kelompok.

Pengguna dapat mengeksplorasi opsi dan membandingkannya sebelum mengambil keputusan, kemudian melakukan tindakan langsung melalui layanan Airbnb.

Terintegrasi dengan Pemesanan dan Layanan Pelanggan

Rencana Airbnb tidak berhenti pada pencarian destinasi dan penginapan. Perusahaan ingin agen AI tersebut membantu pengguna sepanjang perjalanan, termasuk setelah reservasi dibuat.

Karena Airbnb mengelola proses pemesanan, pembayaran, dan layanan pelanggan di platformnya, agen AI dapat terhubung dengan aktivitas tersebut.

Dalam surat pemegang saham, perusahaan menyebut beberapa fungsi yang ingin didukung, seperti mengubah reservasi, menyelesaikan masalah pembayaran, mengurus pengembalian dana, melakukan pemesanan ulang, hingga mengakses bantuan keselamatan selama 24 jam.

Integrasi ini menjadi salah satu pembeda yang ditekankan Airbnb dibandingkan agen AI dari luar platform. Agen eksternal mungkin dapat membantu menyusun rencana perjalanan atau mencari informasi, tetapi tidak selalu memiliki akses langsung ke sistem reservasi, pembayaran, dan dukungan pelanggan milik penyedia layanan.

Airbnb juga berencana memperluas cakupan agen tersebut secara bertahap. Pada tahap berikutnya, perusahaan ingin membantu pengguna merencanakan perjalanan dalam satu tempat, tidak hanya untuk mencari rumah dan hotel, tetapi juga layanan serta pengalaman wisata yang tersedia di platform.

Pengembangan ini sejalan dengan perluasan layanan Airbnb di luar bisnis utama penyewaan akomodasi. Perusahaan telah mengembangkan kategori Services dan Experiences untuk menghubungkan tamu dengan penyedia layanan maupun aktivitas di destinasi wisata. Integrasi ke dalam agen AI dapat membuat kategori tersebut ikut muncul dalam proses perencanaan perjalanan.

Bagian dari Strategi AI Airbnb

Pengembangan agen perjalanan ini merupakan bagian dari strategi Airbnb untuk memperluas penggunaan AI dalam produk dan operasional perusahaan.

Dalam laporan kuartal III 2026, Airbnb menyatakan telah meluncurkan lebih dari 50 produk dan fitur selama periode tersebut. Perusahaan juga menyebut AI membantu tim mempercepat pengembangan produk maupun sejumlah proses operasional.

Sebelumnya, Airbnb telah memperkenalkan fitur pencarian berbasis AI yang memungkinkan pengguna menyampaikan kebutuhan melalui bahasa sehari-hari.

Fitur tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk mengubah cara pengguna menemukan akomodasi di platform.

Namun, agen perjalanan yang sedang dikembangkan memiliki cakupan lebih luas. Jika pencarian AI membantu pengguna menemukan pilihan berdasarkan pertanyaan, agen baru ini dirancang untuk mendampingi proses dari eksplorasi hingga pemesanan dan layanan setelah transaksi.

Dalam wawancara dengan TechCrunch pada Oktober 2026, Chesky juga pernah membahas kebutuhan membangun antarmuka AI yang lebih visual dan mendukung kolaborasi.

Ia menilai perencanaan perjalanan sering melibatkan beberapa orang, sehingga pengalaman AI perlu mengakomodasi proses pengambilan keputusan bersama, bukan hanya interaksi satu pengguna dengan chatbot.

Airbnb menjadwalkan peluncuran awal agen AI tersebut kepada pengguna pada paruh pertama 2027. Perusahaan belum merinci tanggal peluncuran, negara yang akan memperoleh akses lebih dahulu, maupun seluruh fitur yang tersedia saat tahap awal. Cakupan layanan juga masih berpotensi berkembang seiring pengembangan produk.

Jika sesuai rencana, agen tersebut akan menggabungkan pencarian visual, rekomendasi, pengambilan keputusan kelompok, pemesanan, dan dukungan pelanggan dalam satu pengalaman di Airbnb. Perusahaan menempatkan pemahaman terhadap perilaku tamu dan integrasi dengan sistem reservasinya sebagai dasar pengembangan layanan tersebut.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU