Selular.ID -

Tiga Operator di AS Bentuk Joint Venture untuk Kurangi Zona Mati

BACA JUGA

Selular.ID – AT&T, Verizon, dan T-Mobile resmi meluncurkan perusahaan patungan (joint venture/JV) yang ditujukan untuk mengurangi area tanpa layanan seluler atau dead zones di Amerika Serikat.

Inisiatif yang diumumkan secara resmi pada 1 Oktober 2026 ini menggabungkan investasi ketiga operator untuk memperluas konektivitas berbasis satelit, termasuk teknologi direct-to-device (D2D), terutama di wilayah yang belum atau sulit terjangkau jaringan seluler konvensional.

Peluncuran tersebut berlangsung hampir lima bulan setelah AT&T, Verizon, dan T-Mobile pertama kali mengumumkan kesepakatan prinsip pembentukan JV pada Mei 2026.

Perusahaan baru ini akan dipimpin sementara oleh Paul Roth sebagai interim CEO, sembari proses pencarian CEO permanen berlangsung. Roth sebelumnya pernah menduduki sejumlah posisi eksekutif di AT&T, Cingular Wireless, dan Ameritech.

JV tersebut akan dikelola melalui dewan yang beranggotakan perwakilan dari ketiga operator. Fokus utamanya adalah memperluas jangkauan konektivitas ke wilayah yang sebelumnya tidak terlayani sekaligus menyediakan koneksi cadangan ketika jaringan berbasis darat mengalami gangguan, misalnya akibat bencana alam atau kondisi luar biasa lainnya.

Satelit Jadi Pelengkap Jaringan Seluler

AT&T, Verizon, dan T-Mobile tidak menempatkan konektivitas satelit sebagai pengganti jaringan seluler terestrial. Teknologi tersebut diposisikan sebagai pelengkap untuk memperluas jangkauan layanan ketika jaringan seluler biasa tidak tersedia atau menghadapi keterbatasan.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu fokus awal JV adalah meningkatkan akses direct-to-device. Teknologi D2D memungkinkan perangkat yang kompatibel terhubung langsung ke satelit, sehingga komunikasi tetap dapat dilakukan di area yang tidak memiliki cakupan menara seluler.

Melalui investasi bersama, ketiga operator juga ingin memperluas pilihan penyedia layanan satelit. Menurut pengumuman resmi perusahaan, pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan persaingan di sektor konektivitas satelit sekaligus membuka ruang bagi pengembangan layanan komunikasi baru.

Langkah tersebut juga membuka peluang bagi lebih banyak perusahaan satelit untuk masuk dan mengembangkan layanan di Amerika Serikat. JV akan bekerja sama dengan operator jaringan seluler di wilayah pedesaan agar layanan baru berbasis satelit dapat lebih mudah diterapkan kepada pelanggan.

Selain memperluas cakupan, kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan ketahanan jaringan. Jika jaringan seluler berbasis darat tidak dapat digunakan akibat bencana alam atau gangguan lainnya, konektivitas satelit dapat berfungsi sebagai jalur komunikasi alternatif.

Dorong Standar Teknologi yang Lebih Seragam

Ketiga operator juga menargetkan pengalaman pengguna yang lebih konsisten ketika perangkat berpindah antara jaringan seluler dan layanan berbasis satelit. Untuk mendukung tujuan tersebut, JV akan mendorong pendekatan berbasis standar yang melibatkan produsen perangkat, pengembang sistem operasi, dan pengembang aplikasi.

Pendekatan tersebut penting karena layanan D2D tidak hanya bergantung pada jaringan operator dan satelit. Kompatibilitas perangkat serta dukungan sistem operasi dan aplikasi turut menentukan bagaimana layanan dapat digunakan oleh konsumen.

AT&T, T-Mobile, dan Verizon sebelumnya menyatakan bahwa kolaborasi tersebut juga akan mempertemukan spektrum terestrial yang dimiliki operator dengan teknologi satelit.

Pada saat pengumuman awal Mei, ketiganya menyebut penggunaan bersama sumber daya spektrum tersebut dapat membantu meningkatkan kapasitas dan memperluas jangkauan di wilayah yang belum terlayani.

Dari sisi industri, JV juga dirancang sebagai platform yang bersifat netral terhadap teknologi. Artinya, pengembangan layanan dapat memanfaatkan teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan wilayah dan kasus penggunaan, tanpa bergantung pada satu pendekatan konektivitas tertentu.

Kesepakatan Lama Tetap Berjalan

Pembentukan JV tidak menghapus kerja sama satelit yang telah dimiliki masing-masing operator. AT&T, T-Mobile, dan Verizon memastikan perjanjian konektivitas satelit yang sudah ada tetap berjalan.

Ketiga perusahaan juga masih dapat mengembangkan inisiatif konektivitas secara independen. JV menjadi wadah tambahan untuk menggabungkan sumber daya dan mendorong pengembangan layanan yang dapat digunakan lintas operator.

Bagi konsumen, target utama kolaborasi ini adalah mengurangi wilayah tanpa layanan, memperkuat konektivitas di lokasi terpencil, serta menyediakan alternatif komunikasi ketika jaringan terestrial mengalami gangguan.

Perusahaan juga menargetkan akses yang lebih sederhana terhadap layanan satelit dari berbagai penyedia.

Pembentukan perusahaan patungan ini menandai perubahan pendekatan di industri telekomunikasi Amerika Serikat, dari pembangunan jaringan terestrial secara individual menuju pemanfaatan konektivitas satelit sebagai bagian dari ekosistem jaringan yang lebih luas.

Implementasinya akan berjalan berdampingan dengan jaringan seluler yang sudah dimiliki AT&T, Verizon, dan T-Mobile, sementara ketiganya melanjutkan pengembangan jaringan masing-masing.

Baca Juga: Motorola One 5G UW Ace Debut dengan Audio Spasial Verizon

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU