Selular.ID – Telkom resmi memperkuat komitmen keberlanjutan Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui keanggotaan United Nations Global Compact (UNGC) serta peluncuran program Zero Waste to Landfill di kawasan The Telkom Hub, Jakarta.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mengintegrasikan tata kelola bisnis yang bertanggung jawab dengan standar global dan operasional harian.
Sertifikat keanggotaan UNGC diserahkan langsung kepada Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno.
Telkom sendiri tercatat sebagai peserta aktif UNGC sejak 16 Juli 2026 dan berkomitmen menerapkan Sepuluh Prinsip UNGC yang mencakup bidang hak asasi manusia, ketenagakarjaan, lingkungan, hingga antikorupsi ke dalam strategi dan budaya kerja perusahaan.
Nanang Hendarno, Direktur Utama Telkom menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan pilar utama transformasi perseroan untuk membangun bisnis yang berdaya saing dalam jangka panjang.
Prinsip-prinsip ini diterjemahkan melalui kebijakan efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, serta pengolahan sampah secara konsisten di seluruh lingkungan kerja TelkomGroup.
Dalam implementasi program Zero Waste to Landfill, Telkom menggandeng mitra pengelola sampah Waste4Change yang telah berkolaborasi sejak 7 Oktober 2026.
“Kolaborasi ini berfokus pada pemilahan sampah langsung dari sumbernya—melibatkan karyawan serta petugas housekeeping—sehingga limbah tidak berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) tanpa pengolahan,”ujar Nanang.
Langkah pengelolaan sampah tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.
Regulasi ini mewajibkan pemilahan sampah ke dalam empat kategori utama: organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu, guna menekan beban pembuangan ke TPST Bantargebang.
Berdasarkan data internal perusahaan periode Januari hingga Juni 2026, volume sampah di kawasan The Telkom Hub mencapai 14.604 kg hingga 30.334 kg per bulan, dengan puncak tertinggi terjadi pada Februari.
Komposisi limbah tersebut didominasi oleh sampah residu sebesar 51% dan sampah organik sebesar 32%, sementara material plastik dan kertas masing-masing menyumbang 7%.
Ridho Malik Ibrahim, Chief Operating Officer Waste4Change menyampaikan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk memaksimalkan potensi daur ulang dan mengubah perilaku pengelolaan sampah di lingkungan perkantoran.
Pengalihan alur limbah dari TPA menuju sistem terintegrasi diharapkan mampu menciptakan ekosistem kerja yang lebih bertanggung jawab.
Inisiatif lingkungan di The Telkom Hub sebenarnya telah dimulai sejak Desember 2024 melalui pengoperasian Reverse Vending Machine (RVM).
Fasilitas pemilahan otomatis ini telah digunakan oleh lebih dari 900 pengguna dan mengumpulkan lebih dari 7 ton botol plastik untuk didaur ulang, sekaligus mencegah pelepasan emisi hingga 38 ton CO₂e.
M. Windrawan Inantha, Executive Director UN Global Compact Network Indonesia menilai langkah Telkom sebagai contoh nyata penerjemahan kerangka kerja UNGC ke dalam aksi korporasi konkret.
Penerapan kerangka ini membantu industri telekomunikasi menyelaraskan target pertumbuhan bisnis dengan perlindungan lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Selain pengelolaan limbah, TelkomGroup secara konsisten menjalankan peta jalan dekarbonisasi melalui Climate Transition Plan yang diluncurkan pada 2025.
Perusahaan mematok target penurunan emisi Scope 1 dan Scope 2 sebesar 20% pada 2030, demi mendukung pencapaian net zero emission nasional pada 2060.
Khusus kawasan The Telkom Hub, operasional perseroan telah berhasil mencapai net zero emission untuk emisi operasional Scope 1 dan Scope 2 pada 2026.
Capaian ini didorong oleh pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan green data center, serta peningkatan efisiensi energi jaringan telekomunikasi berbasis teknologi Autonomous Network.
Ke depan, Telkom berencana mereplikasi skema pengelolaan sampah terpadu dan prinsip operasional ramah lingkungan dari The Telkom Hub ke seluruh unit kantor operasional TelkomGroup di Indonesia.
Baca Juga:Telkom, BSSN, Peruri, dan Danantara Siapkan Keamanan Digital Era Kuantum
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Telkom sebagai penyedia layanan digital terdepan yang menerapkan standar bisnis berkelanjutan secara menyeluruh.


