Selular.ID – Platform pembiayaan digital Kredivo bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) merilis Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi yang mencatat bahwa 48 persen dari pengguna yang pertama kali mengakses kredit melalui Kredivo merupakan kaum perempuan pada 22 Oktober 2026.
Temuan ini menandai peningkatan aksesibilitas kredit hingga 10 kali lipat dibandingkan periode 2019.
Sekaligus memperluas jangkauan inklusi keuangan bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses ke lembaga keuangan formal.
Penyelenggaraan riset ini bertepatan dengan momentum Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memperkuat keterjangkauan pembiayaan yang merata di Indonesia.
Data World Bank tahun 2020 mengindikasikan sekitar 60 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air dimiliki oleh perempuan.
Namun sebagian besar masih terkendala persyarat formal seperti bukti pendapatan riil, riwayat kredit, dan ketersediaan agunan saat mengajukan pinjaman.
Indina Andamari, Chief Marketing Officer Kredivo, menyampaikan bahwa penyediaan akses kredit yang setara merupakan komitmen perusahaan sejak berdiri pada 2016.
Menurutnya, pembiayaan yang dapat diakses secara bertanggung jawab mampu menjadi pendorong utama bagi perempuan untuk mengembangkan usaha mandiri.
Meningkatkan kapasitas ekonomi, serta memberikan kontribusi langsung pada kesejahteraan keluarga.
“Hasil penelitian LD FEB UI menunjukkan peningkatan pemanfaatan fasilitas PayLater dan pinjaman digital untuk keperluan produktif,”terang Indina.
Pada 2025, sebanyak 54 persen dari total pembiayaan yang disalurkan Kredivo dimanfaatkan untuk aktivitas produktif.
Sementara proporsi pengajuan pembiayaan sebagai modal usaha mengalami lonjakan hingga 15 kali lipat dibandingkan tahun 2019.
Sebanyak 48 persen dari total penerima kredit modal usaha tersebut diakses oleh pengusaha perempuan.
Paksi Walandouw, Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI, menjelaskan bahwa terbukanya akses pembiayaan produktif memberikan dampak positif terhadap posisi tawar (bargaining power) perempuan dalam lingkup rumah tangga dan aktivitas ekonomi yang lebih luas.
Kemudahan akses terhadap sumber daya finansial terbukti mendukung kemandirian perempuan dalam menentukan pilihan ekonomi serta mengelola usaha secara mandiri.
Untuk mengimbangi perluasan penetrasi kredit digital, Kredivo menerapkan prinsip penyaluran pinjaman yang bertanggung jawab (responsible lending) serta meluncurkan serangkaian program edukasi literasi keuangan.
Seperti Generasi Djempolan, Kredinspirasi, #AutoMikir, #AndaiAndaPandai, dan KrediCast. Berdasarkan laporan riset yang sama, sebanyak 65,7 persen pengguna Kredivo telah masuk dalam kategori cakap finansial (well-literate).
Kombinasi antara perluasan akses keuangan yang inklusif, pemanfaatan kredit produktif, dan peningkatan literasi masyarakat diproyeksikan terus memperkuat ekosistem pembiayaan digital di Indonesia secara berkelanjutan.
Baca Juga:Kredivo Bendung Perilaku Konsumtif Anak Muda Ambon Lewat Edukasi Generasi Djempolan
Langkah ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan akses pembiayaan nasional serta mendukung pertumbuhan sektor UMKM yang dikelola oleh perempuan.


