Selular.ID – Samsung Electronics Indonesia menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk mengembangkan solusi digital berbasis kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan infrastruktur teknologi informasi bagi pelanggan enterprise di Indonesia.
Kolaborasi Samsung dan Telkom tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Kerja sama ini membuka peluang pengembangan solusi enterprise terintegrasi yang menggabungkan perangkat Samsung, teknologi keamanan, AI, dan IoT dengan konektivitas, cloud, data center, serta layanan digital milik TelkomGroup.
Melalui kesepakatan yang berlaku selama satu tahun, kedua perusahaan akan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, menguji implementasi teknologi melalui Proof of Concept (PoC), serta menyiapkan strategi pemasaran dan penawaran solusi bersama.
Samsung dan Telkom Bidik Transformasi Digital Perusahaan
MoU tersebut ditandatangani oleh Lee Hun, Vice President Director Samsung Electronics Indonesia, dan Arfianto Ramadhian, VP Global Strategic Partnership & Synergy Telkom.
Kolaborasi ini diarahkan untuk menjawab tantangan transformasi digital perusahaan yang selama ini harus mengintegrasikan berbagai perangkat, sistem keamanan, konektivitas, dan layanan cloud dari penyedia berbeda.
Melalui integrasi teknologi Samsung dan TelkomGroup, pelanggan enterprise diharapkan memperoleh solusi yang lebih praktis, aman, dan sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis.
Sejumlah sektor yang berpotensi memanfaatkan solusi tersebut mencakup manufaktur, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga jasa keuangan.
“Transformasi digital membutuhkan lebih dari sekadar adopsi teknologi. Perusahaan membutuhkan ekosistem yang dapat menghubungkan perangkat, konektivitas, keamanan, dan layanan digital dalam satu solusi yang relevan dengan kebutuhan bisnis,” ujar Yadi Prayitno, Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia.
Menurut Yadi, Samsung memiliki berbagai teknologi enterprise, mulai dari Galaxy Enterprise Edition, perangkat tangguh atau rugged devices, Samsung Knox, Samsung DeX, Galaxy AI, hingga IoT.
Seluruh teknologi tersebut berpotensi dikombinasikan dengan infrastruktur TelkomGroup untuk menghadirkan solusi digital menyeluruh bagi perusahaan.
Baca juga:
- Telkomsel dan PosDigi Punya Paket Sat Set Pos untuk Agen
- 5 Tablet Alternatif Samsung Galaxy Tab S12 Series di Indonesia
Integrasikan Galaxy AI, Samsung Knox hingga Infrastruktur Telkom
Dalam kerja sama ini, Samsung dan Telkom mengidentifikasi lima area pengembangan solusi digital bagi pelanggan bisnis.
Pertama, digitalisasi pekerja lapangan melalui perangkat rugged yang dirancang untuk lingkungan kerja menantang dengan dukungan konektivitas TelkomGroup.
Kedua, pengelolaan perangkat perusahaan dalam skala besar menggunakan Galaxy Enterprise Edition dan Samsung Knox untuk meningkatkan keamanan serta efisiensi operasional.
Ketiga, pengembangan operasional terhubung berbasis SmartThings dan IoT, termasuk sistem pengawasan serta kontrol akses.
Keempat, pemanfaatan Galaxy AI dan Samsung DeX untuk meningkatkan produktivitas karyawan melalui perangkat dan fitur kerja berbasis AI.
Kelima, integrasi smart display dan digital display dengan konektivitas serta layanan digital untuk mendukung kebutuhan komunikasi dan operasional perusahaan.
Samsung Knox sendiri telah digunakan oleh lebih dari 35.000 bisnis di 134 negara secara global.
Sementara itu, TelkomGroup memiliki portofolio infrastruktur digital yang mencakup jaringan nasional, cloud, data center, cybersecurity, dan managed services.
Kombinasi kedua ekosistem tersebut menjadi fondasi pengembangan solusi enterprise yang menyatukan perangkat, keamanan, dan infrastruktur digital.
Telkom Siapkan Uji Coba Sebelum Solusi Dipasarkan
Arfianto Ramadhian mengatakan kebutuhan pelanggan enterprise kini semakin berkembang. Perusahaan tidak lagi sekadar membutuhkan produk teknologi, tetapi solusi yang saling terhubung dan mampu menjawab tantangan bisnis.
“Pelanggan enterprise saat ini membutuhkan solusi yang utuh, bukan produk yang berdiri sendiri,” ujar Arfianto.
Menurutnya, kerja sama dengan Samsung menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi integrasi perangkat dan teknologi dengan layanan digital TelkomGroup.
Sebelum memasuki tahap komersialisasi, kedua perusahaan akan menguji sejumlah skenario penggunaan teknologi bersama pelanggan.
Samsung akan menyediakan dukungan teknis, pelatihan, demonstrasi produk, hingga pelaksanaan Proof of Concept.
Di sisi lain, Telkom akan mengidentifikasi peluang bisnis, melibatkan mitra strategis, serta mendukung pemasaran dan penjualan melalui jaringan pelanggan enterprise di seluruh Indonesia.
Hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar penentuan solusi yang layak dikembangkan dan ditawarkan kepada pasar.
Meski demikian, Samsung dan Telkom belum mengumumkan nilai investasi maupun target pendapatan dari kolaborasi tersebut.
Bentuk kerja sama komersial dan ruang lingkup implementasi masing-masing solusi masih akan ditentukan berdasarkan kebutuhan pelanggan serta hasil eksplorasi bersama, kemudian dituangkan dalam perjanjian terpisah.
Kolaborasi Samsung dan Telkom ini sekaligus memperlihatkan arah pengembangan layanan enterprise yang semakin mengandalkan integrasi AI, IoT, keamanan perangkat, dan infrastruktur digital untuk mendukung transformasi bisnis di Indonesia.


