Selular.ID – Pemerintah Norwegia mengusulkan larangan sementara penggunaan kacamata AI di beberapa tempat umum tertentu karena meningkatnya kekhawatiran privasi terkait cara penggunaan perangkat yang dapat dikenakan tersebut.
Mereka mengusulkan larangan penggunaan kacamata AI di tempat-tempat termasuk taman, pantai, museum, pusat perbelanjaan, dan acara-acara, sementara pembatasan diperluas ke tempat-tempat yang dikunjungi anak-anak termasuk taman bermain.
Larangan tersebut dapat lebih lanjut berlaku untuk “tempat-tempat di mana privasi sangat penting”, seperti lembaga kesehatan dan pelatihan dengan ruang ganti dan kamar mandi; dan di seluruh universitas, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan.
Usulan ini akan diajukan ke parlemen dan menjadikan Norwegia negara pertama yang mengambil langkah tersebut.
Norwegia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengusulkan pelarangan total terhadap kacamata AI dan perangkat wearable lainnya; penggunaan untuk keperluan pribadi tetap diperbolehkan, misalnya di tempat umum yang tidak menimbulkan risiko perekaman video atau pengambilan foto seseorang tanpa izin.
Torgeir Micaelsen, Menteri Digitalisasi dan Administrasi Publik, menyatakan bahwa larangan sementara ini akan memungkinkan pemerintah melakukan kajian menyeluruh mengenai penggunaan kacamata AI, sehingga dapat memfasilitasi “diskusi yang berlandaskan informasi memadai guna meletakkan dasar yang kuat bagi regulasi jangka panjang”.
Baca Juga: Menakar Peruntungan Alibaba di Bisnis Kaca Mata Pintar AI, Mampukah Mengejar Meta dan Xiaomi?

Counterpoint Research memperkirakan konsumen akan membelanjakan lebih dari US$1 triliun untuk perangkat wearable dalam kurun waktu antara 2026 hingga 2032.
Sementara pasar global kacamata pintar berbasis AI diperkirakan bernilai sekitar $2,5 miliar hingga $2,9 miliar pada tahun 2025/2026, dengan volume pengiriman melampaui 8,5 juta unit.
Angka itu diproyeksikan akan berkembang pesat hingga mencapai kisaran $8,4 miliar hingga $40 miliar dalam satu dekade mendatang.
Terdapat sejumlah pemain utama di bisnis ini. Meta Platforms memimpin pasar konsumen dengan lini Ray-Ban Meta Gen 2 (US$224–US$299) dan Oakley Meta (seperti HSTN seharga US$449 dan Vanguard), yang dilengkapi kamera terintegrasi, Meta AI multimodal, dan audio open-ear.
Selain Meta, terdapat Google dan Samsung. Keduanya bersaing secara langsung melalui ekosistem Android XR, serta bermitra dengan merek fesyen dan gaya hidup seperti Gentle Monster dan Warby Parker untuk kacamata pintar yang akan datang.
Apple juga bermain di segmen ini. Apple mengalihkan sebagian besar tim perangkat keras dan perangkat lunak Vision Pro ke divisi khusus kacamata pintar guna memulai persaingan perangkat keras tiga arah melawan Meta dan Google.
Pemain lain adalah Even Realities. Vendor ini menawarkan Even G2, pilihan ringan (36g) tanpa kamera yang dilengkapi layar heads-up micro-LED hijau dan “Even AI” untuk penerjemahan serta pemberian instruksi secara real-time.
Tengok juga kiprah Amazon dan Xiaomi. Kedua vendor aktif dalam berbagai format perangkat, mulai dari yang berbasis audio hingga multimodal—seperti Amazon Echo Frames Gen 3—dengan memprioritaskan integrasi asisten virtual dalam desain yang ringan.


