Selular.ID – Danantara langsung memberikan pekerjaan rumah kepada Direktur Utama Telkom yang baru, Nanang Hendarno.
Salah satu pesan utamanya adalah mempercepat program streamlining atau perampingan bisnis dan anak usaha Telkom yang ditargetkan mulai dituntaskan pada akhir 2026 hingga berlanjut ke awal 2027.
Arahan tersebut muncul setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom merombak sejumlah posisi direksi, termasuk mengganti Dian Siswarini dari kursi Direktur Utama dengan Nanang Hendarno.
Nanang menegaskan jajaran direksi baru tidak akan mengubah arah transformasi perusahaan.
Baca juga:
- Saham TLKM Anjlok di Era Dian Siswarini, Jadi Alasan Dicopot?
- Nanang Hendarno Resmi Jadi Dirut Telkom, Pimpin Transformasi TLKM 30
Telkom tetap melanjutkan agenda TLKM 30 dengan fokus pada Operational and Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, serta Modus Operandi System.
“Untuk program dalam waktu dekat tentunya kami BOD Telkom akan melanjutkan fokus ke implementasi TLKM 30 yaitu Operational and Service Excellence, kemudian Streamlining, Unlock Value, dan Modus Operandi System,” kata Nanang, Rabu (30/9/2026).
Danantara Minta Streamlining Telkom Dipercepat
Dari sejumlah agenda tersebut, streamlining menjadi salah satu prioritas utama yang mendapatkan perhatian Danantara dan pemerintah.
Program ini mencakup upaya merampingkan struktur bisnis Telkom, termasuk jumlah anak usaha, sehingga perusahaan diharapkan menjadi lebih sederhana dan efisien.
“Pertama yang paling penting sesuai dengan instruksi dan arahan dari Danantara yaitu kita harus mempercepat streamlining ini,” ujar Nanang.
Menurutnya, jajaran direksi baru akan berupaya menyelesaikan target yang diberikan semaksimal mungkin mulai tahun ini.
“Target yang diberikan oleh Danantara dan pemerintah akan kita coba upayakan semaksimal mungkin untuk bisa kita selesaikan streamlining ini di tahun ini dan mungkin lanjut ke tahun depan,” jelasnya.
Pernyataan tersebut memberikan sinyal bahwa perampingan anak usaha Telkom bakal berlangsung lebih agresif di bawah kepemimpinan Nanang Hendarno.
Dirut Baru Tetap Lanjutkan TLKM 30
Pergantian Direktur Utama sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan transformasi yang sebelumnya berjalan di bawah Dian Siswarini.
Namun Nanang menegaskan strategi TLKM 30 tetap menjadi landasan transformasi perusahaan.
Selain streamlining, Telkom akan mengejar operational and service excellence untuk meningkatkan kualitas operasional dan layanan.
Agenda unlock value juga tetap dilanjutkan untuk mengoptimalkan nilai berbagai aset dan bisnis Telkom. Harapannya, program transformasi dapat dieksekusi lebih cepat dengan struktur jajaran direksi yang baru.
Dengan demikian, pergantian pucuk pimpinan tampaknya bukan menjadi momentum untuk mengubah total arah Telkom, melainkan mempercepat implementasi strategi yang sudah disiapkan.
Direksi Telkom Ikut Dirombak
RUPSLB Telkom pada 30 September 2026 tidak hanya mengganti Direktur Utama.
Nanang Hendarno yang sebelumnya menjabat Direktur Network naik menjadi Direktur Utama menggantikan Dian Siswarini.
Posisi Direktur Network kemudian dipercayakan kepada Budi Satria Dharma Purba.
Radita Ali Putra kini menempati jabatan Direktur Wholesale & International Service, sedangkan posisi Direktur IT Digital diisi Kharim I.G. Siregar menggantikan Faizal Rochmad Djoemad.
Perubahan tersebut membuat jajaran baru Telkom langsung menghadapi target besar dari pemegang saham.
Bukan hanya menjaga kinerja operasional, Nanang Hendarno kini dituntut mempercepat perampingan anak usaha, membuka nilai bisnis Telkom dan memastikan transformasi TLKM 30 menghasilkan dampak nyata.
Dengan target streamlining mulai dikebut hingga akhir tahun dan berlanjut ke tahun depan, hasil program tersebut sekaligus akan menjadi salah satu ujian pertama kepemimpinan baru Telkom setelah berakhirnya era Dian Siswarini.


