Selular.ID -

BMW Mencatat Peningkatan Produksi Hingga 1 Juta Kendaraan Berkat Teknologi Mengemudi Otomatis

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Raksasa otomotif BMW Group telah mencapai tonggak sejarah dengan mencatatkan satu juta pergerakan kendaraan menggunakan sistem kemudi otomatis dalam proses produksinya.

Perusahaan menyatakan bahwa penggunaan teknologi ini telah mengoptimalkan proses serta meningkatkan efisiensi logistik.

BMW mulai menerapkan teknologi Automated Driving In-Plant (AFW) melalui uji coba di fasilitas pabriknya di Dingolfing, Jerman, pada 2022.

Sejak saat itu, penggunaan teknologi ini diperluas ke pabrik di Leipzig dan Regensburg (Jerman), serta pabrik Mini di Oxford, Inggris.

Pabrik BMW di Spartanburg, Amerika Serikat, dijadwalkan menjadi lokasi berikutnya yang akan menerapkan teknologi ini, dengan peluncuran yang diperkirakan berlangsung pada 2027. Ke depannya, BMW berencana untuk menggunakan AFW di seluruh jaringan produksi globalnya.

“AFW telah berkembang dari sebuah uji coba teknologi inovatif menjadi aplikasi standar yang mapan dan dapat diperluas skalanya,” ungkap pihak perusahaan.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

BMW memperkirakan terdapat sekitar 3.500 pergerakan kendaraan otomatis yang terjadi setiap harinya di berbagai lokasi pabrik mereka.

AFW memindahkan kendaraan baru di sekitar area produksi dan logistik yang telah ditentukan dengan menggunakan kombinasi sensor eksternal, arsitektur cloud, dan perangkat lunak perencanaan pergerakan yang canggih.

Sensor LiDAR menangkap kondisi lingkungan sekitar dan membantu navigasi kendaraan secara waktu nyata (real-time).

Untuk diketahui, LiDAR (Light Detection and Ranging) merupakan teknologi penginderaan jauh aktif yang menggunakan pulsa cahaya laser untuk mengukur jarak serta membuat representasi 3D yang mendetail mengenai karakteristik permukaan.

Hasil akhirnya, kendaraan-kendaraan baru tersebut dapat “merespons secara dinamis terhadap orang, kendaraan lain, kendaraan pengangkut tanpa pengemudi, lalu lintas logistik, serta hambatan sementara”.

Anggota dewan BMW yang bertanggung jawab atas produksi, Raymond Wittmann, mengatakan bahwa perusahaan “telah mengenali potensi AFW sejak awal, mengujinya dalam fase percontohan, dan mengembangkannya secara sistematis hingga mencapai tingkat kematangan untuk produksi massal”.

Ia menambahkan, penerapan ini merupakan contoh bagaimana BMW “mewujudkan visi” mengenai pabrik digital masa depan “ke dalam praktik industri, sekaligus mendorong efisiensi, digitalisasi, dan konektivitas cerdas” di seluruh proses produksinya.

Baca Juga: Kacamata Pintar Digunakan BMW Untuk Membantu Montir Sebelum Ada Kasus di GIIAS

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU