Selular.ID -

Amartha Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pembiayaan Perempuan Desa

BACA JUGA

Selular.ID – Amartha Financial memperkuat ketahanan pangan di Indonesia melalui pembiayaan produktif, pendampingan usaha, dan perluasan akses pasar bagi perempuan pelaku usaha di perdesaan.

Dalam keterangan pada 16 Oktober 2026, perusahaan menyebut hampir 30% mitranya bergerak di sektor pertanian dan peternakan sepanjang 2025.

Program ini menyasar perempuan yang berperan dalam rantai pangan, mulai dari petani tanaman pangan hingga pembudidaya rumput laut.

Founder dan CEO Amartha Financial, Andi Taufan, mengatakan perusahaan mengembangkan ekosistem pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui akses permodalan serta pendampingan.

Menurut perusahaan, dukungan tersebut turut membantu hampir 99.000 mitra di perdesaan membuka lapangan kerja baru, dengan 97% dari total lapangan kerja baru tersebut diisi perempuan.

“Melihat potensi yang ada, Amartha konsisten memperkuat ekosistem UMKM melalui akses permodalan, pendampingan, serta memberikan kesempatan untuk memperluas akses pasar bagi para perempuan di perdesaan,” ujar Andi Taufan dalam keterangan perusahaan.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Inisiatif tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum Hari Perempuan Perdesaan Internasional yang diperingati setiap 15 Oktober.

Amartha menempatkan akses pembiayaan dan penguatan kapasitas usaha sebagai bagian dari upaya mendukung perempuan perdesaan agar dapat mengembangkan usaha, menopang ekonomi keluarga, dan berkontribusi pada ketahanan pangan.

Perempuan Berperan dalam Rantai Pangan

Perempuan memiliki peran dalam berbagai tahapan rantai pangan, mulai dari kegiatan produksi pertanian hingga pengolahan dan distribusi hasil usaha.

Namun, pelaku usaha perempuan di perdesaan dapat menghadapi keterbatasan akses modal, literasi digital, dan risiko perubahan iklim yang memengaruhi keberlangsungan usaha.

Dalam materi yang disampaikan Amartha, perusahaan mengutip data Food and Agriculture Organization (FAO) yang menyebut perempuan menyumbang sekitar 41% tenaga kerja pertanian global.

Sementara itu, data yang dicantumkan perusahaan menunjukkan sekitar 14,8 juta perempuan di Indonesia bekerja di sektor pertanian hingga Februari 2025, termasuk dalam budidaya tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.

Angka tersebut menggambarkan besarnya keterlibatan perempuan dalam sektor yang berkaitan langsung dengan penyediaan pangan.

Namun, jumlah tenaga kerja tidak dengan sendirinya mencerminkan tingkat kesejahteraan, kepemilikan lahan, atau akses pembiayaan yang dimiliki perempuan petani.

Faktor-faktor tersebut memerlukan indikator tersendiri untuk mengukur kondisi ekonomi dan kapasitas usaha mereka.

Amartha menyatakan telah menyediakan pembiayaan produktif bagi UMKM di tingkat akar rumput sejak 2010. Selain modal usaha, perusahaan memberikan pendampingan untuk membantu mitra mengembangkan kegiatan ekonomi di komunitas masing-masing.

Sumarni Kembangkan Usaha Palawija di Sukoharjo

Salah satu mitra yang diceritakan Amartha adalah Sumarni, petani palawija dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia telah menekuni usaha tersebut selama lebih dari tujuh tahun dan menjadi tulang punggung keluarga.

Sebelum mengembangkan usaha palawija, Sumarni menanam melon. Namun, keterbatasan modal menjadi salah satu kendala untuk memperluas usahanya.

Ia kemudian bergabung sebagai mitra Amartha sekitar lima tahun lalu dan memperoleh pembiayaan untuk mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian.

Menurut Sumarni, dukungan modal tersebut memberinya ruang untuk mengembangkan usaha. Hasil panen palawija sebagian besar dijual kepada pembeli yang tinggal di sekitar rumahnya.

“Berkat modal dari Amartha, saya bisa lebih leluasa mengembangkan usaha palawija ini. Kebanyakan pembeli tinggal di sekitar rumah, jadi mereka bisa langsung membeli hasil panen. Saya bisa mendapat penghasilan hingga Rp500.000 setiap dua hari, terutama saat harga sedang bagus,” kata Sumarni.

Pendapatan tersebut bergantung pada kondisi usaha dan harga hasil panen. Sumarni menggunakan penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga serta membiayai pendidikan anak.

Ia juga berharap usaha pertaniannya terus berkembang agar dapat mendukung masa depan keluarga dan mewujudkan keinginannya menunaikan ibadah umrah.

Kisah tersebut memperlihatkan bagaimana pembiayaan usaha dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produksi pertanian skala kecil.

Meski demikian, besaran pendapatan yang disebutkan merupakan pengalaman individual dan tidak dapat dianggap sebagai gambaran pendapatan seluruh mitra Amartha.

Mariani Perluas Budidaya Rumput Laut di Bau-Bau

Pemberdayaan perempuan melalui pembiayaan produktif juga menjangkau sektor kelautan.

Amartha menceritakan pengalaman Mariani, pembudidaya rumput laut dari Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, yang mengembangkan usahanya setelah memperoleh pembiayaan dan pendampingan.

Mariani memulai usaha rumput laut sekitar empat tahun sebelum kisahnya disampaikan perusahaan. Pada tahap awal, ia mengeringkan hasil budidaya di belakang rumah.

Pendapatannya tidak selalu stabil karena kegiatan produksi dipengaruhi cuaca, pasang surut, dan kondisi laut.

Setelah bergabung menjadi mitra Amartha, Mariani memanfaatkan pembiayaan untuk memperluas area budidaya.

Perusahaan menyebut peningkatan kapasitas usaha tersebut diikuti kenaikan produksi dan pendapatan, meski tidak merinci volume panen maupun nilai kenaikannya.

“Usaha rumput laut ini membantu saya menyekolahkan anak-anak, bekal masa depan mereka. Pembiayaan dan pendampingan dari Amartha membuat produksi usaha saya bisa terus berkembang dan pendapatan meningkat,” ujar Mariani.

Usaha tersebut juga memberikan pekerjaan tambahan bagi sejumlah warga di sekitarnya. Mariani melibatkan beberapa tetangga, sebagian besar ibu rumah tangga, untuk membantu memanen dan menjemur rumput laut.

Aktivitas itu membuka kesempatan bagi mereka memperoleh penghasilan tambahan.

Amartha Empower Dukung Pemulihan Ketahanan Pangan

Selain pembiayaan usaha, Amartha memperluas kegiatan sosial melalui Amartha Empower, portal penggalangan donasi dan zakat yang berada di bawah Amartha.org. Yayasan tersebut dibangun Amartha untuk mendorong dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat di daerah.

Salah satu inisiatif yang disampaikan perusahaan adalah pemulihan ketahanan pangan masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Program tersebut mencakup pemulihan saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian bagi lebih dari 900 kepala keluarga atau hampir 3.000 jiwa.

Dukungan lainnya berupa pemberian sapi untuk membantu produksi kompos. Pemulihan irigasi ditujukan untuk mendukung kembali aktivitas pertanian, sedangkan kompos dapat dimanfaatkan untuk menunjang pengelolaan lahan.

Namun, materi perusahaan tidak menjelaskan luas lahan yang dipulihkan, jumlah sapi yang diberikan, maupun perkembangan produksi pertanian setelah program berjalan.

Amartha juga menyebut adanya pelatihan tata kelola organisasi, manajemen keuangan, produksi, dan pemasaran bagi kelompok tani serta UMKM penyintas bencana.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memulihkan kegiatan ekonomi dan memperkuat kapasitas kelompok usaha.

Andi Taufan mengatakan pemulihan saluran irigasi diharapkan membantu mengembalikan produktivitas lahan dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ekosistem layanan keuangan digital yang mendukung perempuan perdesaan.

Bagi Amartha, pembiayaan produktif, pendampingan, dan program pemulihan masyarakat menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan yang mencakup kebutuhan ekonomi serta kapasitas komunitas.

Perusahaan menyatakan akan terus mendorong perempuan perdesaan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Keberlanjutan inisiatif tersebut akan berkaitan dengan kemampuan usaha mempertahankan produksi, mengelola risiko usaha, dan menjangkau pasar.

Dalam sektor pangan yang dipengaruhi kondisi cuaca serta perubahan harga, akses modal menjadi salah satu faktor pendukung, sementara pendampingan dan penguatan rantai pemasaran turut menentukan kemampuan pelaku usaha mempertahankan kegiatan ekonominya.

Baca Juga: Fintech Dorong Ekonomi 2026, Amartha Salurkan Triliunan ke UMKM Desa

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU