Selular.ID – Sejumlah browser dan alat privasi dapat membantu pengguna mengakses situs yang dibatasi jaringan, mengurangi pelacakan saat menjelajah internet, atau melindungi koneksi ketika menggunakan Wi-Fi publik.
Pada 2026, pilihan yang tersedia mencakup Opera dengan VPN bawaan, Brave dengan pemblokir pelacak, Tor Browser yang merutekan koneksi melalui jaringan Tor, serta Psiphon yang dirancang untuk membantu mengatasi sensor internet.
Meski kerap disebut browser anti blokir, setiap layanan memiliki fungsi berbeda. VPN (virtual private network) mengalihkan koneksi melalui server perantara dan dapat menyamarkan alamat IP publik.
Sementara itu, browser yang berfokus pada privasi biasanya membatasi pelacakan, cookie pihak ketiga, atau teknik identifikasi perangkat.
Fitur-fitur tersebut tidak selalu membuat semua situs yang diblokir dapat diakses.
Pemilihan browser perlu disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari membuka situs yang tidak tersedia pada jaringan tertentu hingga mengurangi jejak aktivitas saat browsing.
Pengguna juga perlu memahami batas perlindungan masing-masing layanan, karena VPN, mode privat, dan pemblokir iklan tidak menjamin anonimitas penuh ataupun keamanan dari semua ancaman siber.
1. Opera: VPN Gratis Terintegrasi
Opera menjadi salah satu pilihan bagi pengguna yang menginginkan fitur VPN tanpa memasang aplikasi tambahan.
Menurut dokumentasi resmi Opera, layanan VPN gratisnya tersedia di browser desktop dan mobile. Pengguna dapat mengaktifkannya melalui pengaturan atau ikon VPN pada bilah alamat.
Opera menyatakan layanan tersebut tidak memiliki batas penggunaan data dan tidak memerlukan akun. VPN bekerja dengan meneruskan lalu lintas browsing melalui server perantara sehingga alamat IP yang terlihat oleh situs tujuan dapat berubah.
Pada September 2026, Opera juga mengumumkan fitur yang dapat mengaktifkan VPN desktop secara otomatis ketika terhubung ke Wi-Fi publik, dengan ketersediaan awal yang diumumkan untuk pengguna di Amerika Serikat dan Prancis.
Selain VPN, Opera menyediakan pemblokir iklan dan pelacak. Namun, VPN bawaannya bukan pengganti VPN sistem yang melindungi seluruh koneksi perangkat. Pengguna perlu memeriksa pengaturan dan ketersediaan fitur berdasarkan versi aplikasi serta wilayah.
2. Brave: Pemblokiran Iklan dan Pelacak
Brave merupakan browser berbasis Chromium yang mengutamakan privasi melalui fitur Brave Shields. Fitur ini aktif secara default untuk membantu memblokir iklan, pelacak lintas situs, cookie pihak ketiga, serta teknik fingerprinting yang dapat digunakan untuk mengenali perangkat berdasarkan karakteristik browser.
Brave juga menyediakan fitur Private Window with Tor pada versi desktop. Fitur tersebut mengalihkan koneksi melalui jaringan Tor, tetapi Brave menegaskan bahwa implementasinya bukan pengganti Tor Browser dan tidak mencakup seluruh perlindungan privasi yang tersedia pada browser resmi proyek Tor.
Pilihan ini cocok bagi pengguna yang mengutamakan pengurangan pelacakan saat browsing sehari-hari. Namun, pemblokiran iklan dan pelacak tidak otomatis mengatasi semua bentuk pemblokiran situs oleh penyedia jaringan.
3. Tor Browser: Dirancang untuk Privasi dan Mengatasi Sensor
Tor Browser dikembangkan untuk membantu pengguna menjaga privasi dan mengurangi pelacakan saat menjelajah internet. Browser ini meneruskan koneksi melalui beberapa relai dalam jaringan Tor sehingga situs tujuan umumnya melihat alamat IP relai keluar, bukan alamat IP asli pengguna.
Tor Browser juga menyediakan mekanisme censorship circumvention atau pengelakan sensor. Jika akses langsung ke jaringan Tor diblokir, pengguna dapat memanfaatkan transportasi tambahan seperti Snowflake, obfs4, atau WebTunnel, bergantung pada kondisi jaringan dan ketersediaan fitur.
Konsekuensinya, akses melalui beberapa relai dapat membuat koneksi lebih lambat dibandingkan browsing biasa. Sebagian situs juga dapat meminta verifikasi tambahan atau tidak berfungsi normal ketika mendeteksi koneksi dari jaringan Tor.
Tor Browser bukan jaminan anonimitas mutlak. Login ke akun pribadi, informasi yang dibagikan secara sukarela, atau pengawasan pada perangkat dapat tetap mengungkap identitas pengguna.
4. Psiphon: Alat untuk Mengatasi Pembatasan Internet
Psiphon sering masuk daftar rekomendasi anti blokir, tetapi secara teknis bukan browser mandiri.
Layanan ini merupakan alat untuk membantu pengguna mengakses konten yang dibatasi melalui kombinasi teknologi VPN, SSH, dan HTTP Proxy.
Menurut dokumentasi resminya, Psiphon dapat menyesuaikan metode koneksi berdasarkan kondisi jaringan.
Pendekatan tersebut dirancang untuk membantu mengatasi sensor atau pemblokiran yang membuat situs tertentu tidak bisa dijangkau melalui koneksi biasa.
Psiphon tersedia untuk sejumlah platform, termasuk Android, iOS, dan Windows. Ketersediaan aplikasi dapat berbeda menurut negara dan toko aplikasi.
Pengguna sebaiknya mengunduhnya melalui situs resmi atau kanal distribusi yang dapat diverifikasi.
Ada batasan penting yang perlu dipahami: Psiphon menyatakan bahwa layanan ini berfokus pada akses ke konten terbuka dan tidak seharusnya dianggap sebagai alat keamanan atau privasi menyeluruh.
Karena itu, pengguna tetap perlu berhati-hati saat membuka layanan perbankan, memasukkan kata sandi, atau menangani informasi sensitif.
5. Aloha Browser: VPN untuk Browsing Mobile
Aloha Browser menyediakan fitur VPN yang dapat digunakan langsung dari aplikasi.
Menurut pusat bantuan resminya, layanan VPN standar tersedia gratis, tetapi perlindungannya berlaku di dalam browser. Koneksi VPN juga dapat terputus ketika aplikasi ditutup.
Aloha dapat dipertimbangkan oleh pengguna smartphone yang ingin menggabungkan aktivitas browsing dengan fitur privasi tanpa harus berpindah aplikasi. Cara mengaktifkan VPN tersedia melalui ikon pelindung pada browser.
Pengguna perlu membedakan layanan VPN standar dan fitur premium. Ketersediaan server, batasan penggunaan, serta fasilitas tambahan dapat mengikuti ketentuan paket yang berlaku. Karena itu, klaim bahwa semua fitur VPN Aloha gratis tanpa batas tidak tepat untuk digeneralisasi.
Seperti layanan VPN browser lainnya, fitur tersebut tidak otomatis mengamankan semua aplikasi di ponsel. Pengguna perlu memeriksa cakupan perlindungan sebelum mengandalkannya untuk aktivitas di luar browser.
6. UR Browser: Pemblokir Iklan dan Perlindungan Pelacakan
UR Browser menawarkan sejumlah fitur privasi, termasuk pemblokir iklan, pembatasan cookie pihak ketiga, perlindungan terhadap pelacakan, serta mode privat yang disebut Ninja Mode.
Browser ini juga menyediakan pengaturan tingkat privasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Situs resmi UR Browser menjelaskan bahwa layanan VPN-nya menggunakan terowongan terenkripsi untuk mengalihkan lalu lintas internet.
Berbeda dari VPN yang hanya melindungi browser, UR mengklaim VPN-nya dapat melindungi aktivitas jaringan lain pada perangkat ketika fitur tersebut aktif.
Meski demikian, pengguna perlu memperhatikan status pengembangan, ketentuan akun, dan ketersediaan fitur.
Dokumentasi UR menyebut sejumlah layanan masih dikembangkan, sehingga pengalaman dan dukungan platform dapat berubah. Periksa situs resminya sebelum mengunduh atau mengandalkan fitur VPN.
UR Browser lebih tepat dipandang sebagai pilihan browser yang berfokus pada privasi, bukan jaminan untuk membuka semua situs yang diblokir.
7. Epic Privacy Browser: Fokus pada Privasi
Epic Privacy Browser berbasis Chromium dan dirancang untuk membatasi pelacakan.
Situs resminya menyebut fitur seperti pemblokiran pelacak, cookie pihak ketiga, perlindungan terhadap sebagian teknik fingerprinting, serta opsi browsing privat yang menghapus data penjelajahan ketika browser ditutup.
Namun, ada perubahan penting pada fitur akses internetnya. Administrator forum resmi Epic menyatakan pada Juli 2025 bahwa layanan VPN atau encrypted proxy bawaan tidak lagi didukung karena biaya dan beban pemeliharaannya.
Pengguna yang memerlukan koneksi melalui proxy perlu mencari solusi lain yang kompatibel dan tepercaya.
Karena itu, Epic masih dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan privasi browsing, tetapi tidak tepat jika direkomendasikan sebagai browser dengan VPN bawaan yang aktif dan didukung pada 2026.
Pengguna juga perlu memahami bahwa mode privat terutama membatasi penyimpanan riwayat lokal. Fitur tersebut tidak otomatis menyembunyikan aktivitas dari penyedia internet, administrator jaringan, atau situs yang dikunjungi.
Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan. Opera relevan bagi pengguna yang menginginkan VPN gratis langsung di browser.
Brave menawarkan pemblokiran iklan dan pelacak untuk penggunaan sehari-hari. Tor Browser lebih sesuai bagi pengguna yang membutuhkan perlindungan privasi lebih kuat dan mekanisme untuk menghadapi sensor.
Psiphon dapat dipertimbangkan ketika kendala utamanya adalah pembatasan akses jaringan, sedangkan Aloha, UR Browser, dan Epic memiliki pendekatan privasi serta cakupan fitur masing-masing.
Sebelum menggunakan layanan anti blokir, unduh aplikasi dari situs resmi atau toko aplikasi tepercaya. Hindari memasang APK dari sumber tidak dikenal atau ekstensi yang meminta izin berlebihan.
Jangan menganggap VPN sebagai perlindungan mutlak: tetap gunakan HTTPS, autentikasi multifaktor, dan kehati-hatian saat memasukkan informasi pribadi.
VPN dan browser privasi juga tidak menghapus kewajiban mematuhi hukum setempat maupun aturan penggunaan jaringan.
Pengguna sebaiknya memastikan aktivitasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta kebijakan layanan yang diakses.


