Berikut lima ponsel Nokia terbaik sepanjang masa berdasarkan pengalaman dan pendapat pengguna.
Pilihan tersebut memperlihatkan bagaimana Nokia mengembangkan perangkat untuk memenuhi kebutuhan komunikasi, produktivitas, hiburan multimedia, dan fotografi sebelum industri smartphone didominasi sistem operasi Android dan iOS.
Setiap model memiliki keunggulan yang membedakannya dari perangkat lain pada masanya. Nokia 3310 populer karena ketahanan fisik dan permainan Snake II, sedangkan Nokia N95 menggabungkan kamera, GPS, dan pemutar musik.
Nokia E71 menyasar pengguna bisnis, sementara Nokia N8 dan Lumia 1020 mengedepankan kemampuan fotografi.
1. Nokia 3310, Ikon Ponsel dengan Reputasi Tangguh

Nokia 3310 menjadi salah satu perangkat yang paling mudah dikenali dari sejarah panjang perusahaan asal Finlandia tersebut.
Ponsel ini dikenal luas pada awal 2000-an berkat desain sederhana, kemudahan penggunaan, dan reputasi ketahanan fisiknya.
Salah satu ciri khas Nokia 3310 adalah desain candybar dengan tombol fisik serta penutup bodi yang dapat diganti.
Pengguna juga bisa memainkan Snake II dan Space Impact, dua permainan yang menjadi bagian dari pengalaman menggunakan ponsel pada era tersebut.
Reputasi Nokia 3310 sebagai ponsel tangguh berkembang melalui pengalaman pengguna yang menyebut perangkat tersebut tetap berfungsi setelah terjatuh.
Ketahanan itu sebagai salah satu alasan model ini terus dikenang, meskipun kemampuan tersebut lebih tepat dipahami sebagai reputasi berdasarkan pengalaman pengguna, bukan jaminan bahwa perangkat tidak dapat rusak.
Kombinasi desain praktis, permainan sederhana, dan personalisasi melalui penutup bodi yang dapat diganti menjadikan Nokia 3310 bagian penting dari sejarah ponsel konsumen.
2. Nokia N95, Ponsel Multimedia Serbaguna

Nokia N95 memperlihatkan bagaimana sebuah ponsel dapat menggabungkan berbagai fungsi perangkat elektronik dalam satu produk.
Diluncurkan pada 2007, Nokia N95 versi 8 GB menawarkan kamera 5 MP dengan optik Carl Zeiss, GPS terintegrasi, konektivitas Wi-Fi, dan penyimpanan internal 8 GB.
Perangkat ini menggunakan mekanisme geser dua arah. Pengguna dapat menggeser bodi untuk mengakses keypad numerik atau membuka tombol khusus pemutaran media.
Desain tersebut memungkinkan satu perangkat mendukung komunikasi sekaligus kebutuhan hiburan.
Nokia N95 juga dilengkapi layar 2,8 inci dan jack audio 3,5 mm untuk menghubungkan headphone berkabel.
Pada masanya, kombinasi tersebut memberikan alternatif bagi pengguna yang ingin mendengarkan musik, mengambil foto, dan mengakses informasi lokasi tanpa membawa beberapa perangkat terpisah.
N95 menjadi salah satu model Nokia yang berkesan karena kelengkapan fiturnya.
Perangkat ini menggambarkan fase ketika produsen ponsel mulai mengintegrasikan fungsi kamera, navigasi, konektivitas internet, dan pemutar musik ke dalam perangkat genggam.
3. Nokia E71, Mengutamakan Produktivitas Pengguna Bisnis

Berbeda dari Nokia 3310 yang mengedepankan komunikasi dasar, Nokia E71 dirancang untuk pengguna yang membutuhkan akses komunikasi dan pekerjaan dalam satu perangkat.
Ponsel ini menggunakan keyboard QWERTY fisik yang memudahkan pengetikan pesan dan email.
Bagian belakangnya memakai material baja tahan karat, sementara bentuk bodinya yang ramping memberikan tampilan berbeda dibandingkan ponsel dengan keypad numerik konvensional.
Nokia E71 juga mendukung akses email melalui Microsoft Exchange, sinkronisasi kalender dan kontak, konektivitas Wi-Fi, jaringan 3G, GPS, serta kamera 3,2 MP dengan autofokus.
Fitur-fitur tersebut menjadikan E71 relevan bagi pengguna yang perlu mengelola komunikasi pekerjaan ketika berada di luar kantor.
Keyboard fisiknya memberikan pengalaman mengetik yang berbeda dari smartphone layar sentuh yang kemudian mendominasi pasar.
Kemudahan mengetik menjadi salah satu aspek yang paling diapresiasi pemilik Nokia E71.
Perangkat ini menunjukkan bahwa kebutuhan produktivitas telah menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan ponsel jauh sebelum aplikasi kerja modern berkembang seperti sekarang.
4. Nokia N8, Mengandalkan Kamera 12 MP

Nokia N8 menjadi salah satu model yang menonjolkan kemampuan fotografi. Perangkat ini membawa kamera utama 12 MP dengan optik Carl Zeiss dan xenon flash, yang dirancang untuk membantu menghasilkan foto, termasuk dalam kondisi pencahayaan rendah.
Pada periode peluncurannya, penggunaan xenon flash menjadi salah satu pembeda dibandingkan sejumlah ponsel pesaing yang mengandalkan LED flash.
Nokia N8 juga memiliki tombol kamera khusus sehingga pengguna dapat mengakses fungsi fotografi tanpa sepenuhnya bergantung pada antarmuka layar sentuh.
Dari sisi perangkat keras, Nokia N8 menggunakan layar AMOLED 3,5 inci, penyimpanan internal 16 GB, dan slot microSD untuk menambah kapasitas penyimpanan.
Ponsel ini juga mendukung perekaman video HD, pengeditan video langsung di perangkat, serta koneksi HDMI untuk menampilkan konten ke televisi atau layar eksternal yang kompatibel.
Fitur-fitur tersebut memperlihatkan upaya Nokia mengembangkan ponsel sebagai perangkat untuk mengambil, menyimpan, mengolah, dan menampilkan konten multimedia.
Meski teknologi kamera smartphone terus berkembang, Nokia N8 tetap dikenang karena pendekatannya yang berfokus pada fotografi.
5. Nokia Lumia 1020, Kamera 41 MP dengan PureView

Nokia Lumia 1020 melanjutkan pendekatan Nokia terhadap fotografi melalui perangkat yang diluncurkan pada 2013.
Ponsel ini mengusung sensor kamera 41 MP, optik Zeiss, stabilisasi gambar optik atau optical image stabilization (OIS), serta xenon flash.
Resolusi sensor yang tinggi menjadi salah satu daya tarik utama Lumia 1020. Teknologi PureView memungkinkan perangkat mengolah informasi dari sensor beresolusi tinggi untuk menghasilkan foto 5 MP dengan detail yang lebih baik dan noise lebih rendah dalam kondisi tertentu.
Pendekatan tersebut juga memungkinkan pengguna memotong atau mengatur ulang komposisi foto setelah pengambilan gambar tanpa harus langsung mengandalkan zoom digital ketika memotret.
Lumia 1020 menyediakan kontrol manual untuk sejumlah parameter fotografi, termasuk ISO, white balance, dan kecepatan rana. Fitur ini memberi pengguna ruang lebih besar untuk mengatur hasil foto sesuai kondisi pemotretan.
Perangkat tersebut dilengkapi layar AMOLED 4,5 inci, penyimpanan internal 32 GB, dan sistem operasi Windows Phone.
Namun, BGR juga menyoroti keterbatasan waktu pemrosesan antarfoto yang membuat Lumia 1020 kurang ideal untuk memotret adegan bergerak cepat.
Meski begitu, kamera 41 MP dan teknologi PureView menjadi identitas utama Lumia 1020 sekaligus menandai salah satu upaya Nokia mempertahankan daya saing melalui inovasi perangkat keras.
Dari Ponsel Klasik ke Era Smartphone

Kelima perangkat tersebut memperlihatkan perubahan kebutuhan pengguna ponsel dari masa ke masa.
Nokia 3310 menonjolkan komunikasi sederhana dan ketahanan, N95 menggabungkan fungsi multimedia, E71 berfokus pada produktivitas, sedangkan N8 dan Lumia 1020 menempatkan fotografi sebagai nilai utama.
Perjalanan Nokia juga tidak terlepas dari perubahan persaingan industri. Ketika Android dan iOS berkembang, Nokia menghadapi tantangan untuk menyesuaikan diri dengan pergeseran menuju smartphone berbasis aplikasi dan layar sentuh.
Pada 2014, Microsoft menyelesaikan akuisisi bisnis perangkat dan layanan Nokia. Pada periode berikutnya, HMD Global menggunakan merek Nokia melalui perjanjian lisensi untuk memasarkan perangkat seluler.
Kedua entitas tersebut memiliki peran yang berbeda dari Nokia sebagai perusahaan teknologi asal Finlandia.
Karena itu, perangkat bermerek Nokia yang dipasarkan pada era berikutnya tidak selalu berasal dari operasi bisnis ponsel yang sama seperti ketika model-model klasik tersebut diluncurkan.
Daftar yang disusun BGR berdasarkan pengalaman pengguna ini bukan peringkat teknis universal, melainkan gambaran mengenai perangkat yang meninggalkan kesan kuat bagi pemiliknya.
Dari keypad fisik hingga sensor kamera 41 MP, kelima model tersebut menunjukkan bagaimana Nokia pernah menawarkan pendekatan berbeda untuk menjawab kebutuhan pengguna di setiap era perkembangan teknologi seluler.


