Selular.ID – Penipuan lowongan kerja luar negeri di ruang digital Indonesia semakin mengkhawatirkan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI telah menurunkan 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif hanya dalam delapan bulan.
Ribuan konten tersebut ditemukan dan ditindak oleh Tim Patroli Siber Kemkomdigi bersama BP2MI sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menilai jumlah tersebut menunjukkan penipuan berkedok lowongan kerja telah menjadi ancaman serius, terutama bagi masyarakat yang mencari kesempatan bekerja di luar negeri.
Ribuan Loker Palsu Bergentayangan
“Januari hingga Agustus 2026, Tim Patroli Siber Kemkomdigi bersama BP2MI telah menurunkan 7.908 konten iklan lowongan kerja luar negeri fiktif,” ujarnya, (7/9/2026).
“Ini menunjukkan penipuan berkedok lowongan kerja menjadi ancaman serius bagi masyarakat,” sambungnya.
Menurut Meutya, pemerintah tidak akan membiarkan ruang digital menjadi tempat pelaku mencari korban dengan memanfaatkan kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan.
Penindakan juga akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.
“Pelaku kejahatan tidak boleh leluasa memanfaatkan ruang digital untuk mencari korban,” tegas Meutya.
Baca juga:
- Jangan Telepon Balik Jika Dapat Panggilan dari Nomor Ini, Waspada Penipuan
- Kerugian Indonesia Akibat Penipuan AI Capai Rp9,1 Triliun
Jangan Asal Kirim Data Pribadi
Selain melakukan penindakan, Kemkomdigi meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang beredar melalui internet.
Terlebih, modus lowongan kerja palsu dapat memanfaatkan ketertarikan calon pekerja terhadap tawaran bekerja di luar negeri.
Meutya mengingatkan masyarakat untuk memastikan lowongan berasal dari kanal resmi sebelum menyerahkan data kepada pihak yang menawarkan pekerjaan.
“Masyarakat juga harus memastikan informasi lowongan kerja berasal dari kanal resmi sebelum memberikan data,” katanya.
Masyarakat yang menemukan iklan mencurigakan atau indikasi penipuan lowongan kerja juga diminta segera melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi.
Temuan 7.908 konten hanya dalam delapan bulan menjadi peringatan bahwa tawaran kerja menggiurkan di internet tidak selalu berujung pekerjaan.
Di baliknya, bisa saja ada pelaku penipuan yang sedang mencari korban.


