Selular.ID – Google resmi menghadirkan chipset terbarunya, Tensor G6, yang diproduksi menggunakan fabrikasi 3 nanometer (nm) TSMC untuk mentenagai lini smartphone flagship Google Pixel 11 Series.
Kehadiran pemrosesan sistem pada chip (SoC) ini kembali memicu persaingan ketat dengan chip papan atas milik Qualcomm Technologies, Snapdragon 8 Elite, yang telah meluncur lebih dulu pada Oktober 2024.
Hasil pengujian performa menunjukkan perbedaan strategi pengembangan yang cukup signifikan di antara kedua produsen semikonduktor global tersebut.
Berdasarkan pengujian pada platform Geekbench 6, Tensor G6 yang tertanam pada Google Pixel 11 Pro XL mencatatkan skor single-core sebesar 2.671 poin dan multi-core sebesar 6.802 poin.
Di sisi lain, Qualcomm Snapdragon 8 Elite yang diuji pada Samsung Galaxy S25 Plus meraih skor single-core 3.008 poin serta multi-core 9.730 poin.
Hasil tersebut menunjukkan Snapdragon 8 Elite unggul 12 persen pada pengujian inti tunggal dan memimpin hingga 43 persen pada performa komputasi multi-inti.
Pengujian komprehensif melalui platform AnTuTu Benchmark v11 mempertegas keunggulan pemrosesan grafis produk besutan Qualcomm.
Snapdragon 8 Elite membukukan total skor 3.162.650 poin, sedangkan Tensor G6 mengumpulkan total skor 1.857,406 poin.
Sektor GPU mencatat selisih paling mencolok, di mana Adreno 830 milik Snapdragon meraih skor 1.200.291 poin, berbanding 432.908 poin pada GPU PowerVR CXTP-48-1536 yang diusung Tensor G6.
Pada pengujian ketahanan grafis 3DMark Wild Life Extreme Stress Test, Snapdragon 8 Elite juga unggul dengan nilai 6.612 poin dan rata-rata 39,48 FPS, sementara Tensor G6 meraih 3.386 poin dengan rata-rata 20,31 FPS.
Arsitektur CPU 7-Core dan Fokus Pemrosesan AI On-Device
Perbedaan capaian tolok ukur (benchmark) tersebut tidak terlepas dari rancangan arsitektur inti yang diterapkan oleh masing-masing perusahaan.
Google mengadopsi konfigurasi CPU 7-core pada Tensor G6, sebuah langkah yang berbeda dari generasi sebelumnya yang umumnya mengusung 8-core.
Kluster inti pemrosesan tersebut terdiri dari 1 unit ARM C1-Ultra berkecepatan 4,11 GHz, 4 unit ARM C1-Pro berkecepatan 3,38 GHz, serta 2 unit ARM C1-Pro berkecepatan 2,65 GHz.
Langkah Google merampingkan jumlah inti CPU dilaporkan bertujuan untuk mengalokasikan ruang silikon yang lebih luas bagi Tensor Processing Unit (TPU) generasi ke-5.
Komponen NPU khusus ini bertugas mengoperasikan model kecerdasan buatan (artificial intelligence) Google Gemini Nano secara on-device pada lini Google Pixel 11, mencakup fitur fotografi komputasional, real-time semantic segmentation, dan pemrosesan bahasa alami.
Meski memiliki jumlah inti lebih sedikit, kenaikan kecepatan daya pacu membuat pemrosesan penjelajahan web pada Tensor G6 20 persen lebih cepat dan respons pembukaan aplikasi 15 persen lebih gesit dibanding Tensor G5.
Sementara itu, Qualcomm mempertahankan arsitektur CPU 8-core pada Snapdragon 8 Elite dengan memanfaatkan unit pemroses kustom Oryon generasi kedua.
Chipset ini memadukan 2 inti performa utama berkecepatan 4,32 GHz dan 6 inti efisiensi berkecepatan 3,53 GHz.
Dukungan NPU Qualcomm Hexagon turut diintegrasikan untuk menangani pemrosesan Gen AI multimodal pada jajaran ponsel premium mitra Snapdragon.
Spesifikasi Teknis dan Fitur Konektivitas
Dari sektor konektivitas seluler, Tensor G6 terhubung dengan modem MediaTek M90 5G yang mendukung jaringan mmWave dan sub-6 GHz. Modem ini sanggup memberikan kecepatan download teoretis maksimal hingga 12 Gbps.
Sementara Snapdragon 8 Elite mengandalkan modem Snapdragon X80 5G dengan kecepatan download puncak hingga 10 Gbps serta kecepatan upload mencapai 3,5 Gbps.
Kedua chipset telah mendukung standar nirkabel modern mencakup Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0.
Sektor memori dan penyimpanan pada kedua chip sudah mengadopsi standar UFS 4.0 serta UFS 4.1.
Namun, Snapdragon 8 Elite mendukung kecepatan memori LPDDR5X hingga 5.3 GHz, yang lebih tinggi dibandingkan dukungan RAM LPDDR5X Tensor G6 sebesar 4.2 GHz.
Dua pendekatan arsitektur yang berbeda ini memperjelas segmentasi pasar perangkat flagship mendatang.
Qualcomm Snapdragon 8 Elite menjadi fondasi bagi produsen yang mengejar batas tertinggi performa komputasi berat, skenario multitasking intensif, serta pengalaman mobile gaming dengan tingkat bingkai tinggi (high frame rate).
Baca Juga:Skor Benchmark Sama Persis, Tapi Dimensity 9000 Lebih Murah Dari Snapdragon 8 Gen1
Di sisi lain, Google Tensor G6 memposisikan pemrosesan efisiensi daya dan integrasi agen AI personal sebagai nilai jual utama ekosistem perangkat cerdasnya.


