Selular.ID – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) buka suara terkait kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam berencana mengakuisisi saham BCA.
Bank swasta terbesar di Indonesia tersebut dengan tegas menyatakan informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar.
Isu tersebut menjadi perhatian setelah Haji Isam melalui Jhonlin Group sebelumnya meneken perjanjian untuk mengambil sekitar 30% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
EVP Corporate Communications & Social Responsibility BCA Hera F Haryn meminta masyarakat dan nasabah tidak mudah mempercayai informasi yang beredar dan mengacu pada sumber resmi.
Baca juga:
- Ini Pilihan Paket Komunikasi Haji, Pilih Mana ?
- 5 Tahun BCA Digital: blu Catat Pertumbuhan DPK dan Ekosistem 2.0
“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” ujar Hera dalam keterangan pers, dikutip Sabtu (26/9/2026).
BCA Bantah Kabar Akuisisi Haji Isam
Dalam narasi yang beredar di media sosial, Haji Isam disebut bakal mengakuisisi bank yang dikendalikan keluarga Hartono tersebut setelah melakukan aksi korporasi terhadap Bayan Resources.
BCA membantah narasi tersebut. Hera juga memastikan perseroan tetap menjalankan kegiatan operasional dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan integritas serta mematuhi regulasi yang berlaku.
Masyarakat dan nasabah pun diimbau memastikan informasi mengenai BCA berasal dari kanal resmi perusahaan untuk menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Haji Isam Ambil 30% Saham Bayan Resources
Munculnya isu mengenai BCA tak terlepas dari aksi korporasi besar Jhonlin Group terhadap PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Melalui PT Jhonlin Baratama, Haji Isam telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan pengendali Bayan Resources, Low Tuck Kwong dan Elaine Low, pada 16 September 2026.
Berdasarkan pengumuman terbuka kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Jhonlin Baratama akan mengambil 10.000.000.500 saham biasa BYAN.
Jumlah tersebut mewakili sekitar 30% dari seluruh saham Bayan Resources yang beredar.
Aksi korporasi jumbo tersebut kemudian diikuti beredarnya narasi di media sosial yang mengaitkan Haji Isam dengan rencana akuisisi BCA.
Namun untuk kabar terakhir tersebut, BCA sudah memberikan bantahan tegas.
Dengan demikian, berdasarkan pernyataan resmi perseroan, informasi mengenai rencana Haji Isam mengakuisisi BCA yang beredar di media sosial tidak benar.


