Selular.ID – Nama Predator selama ini identik dengan perangkat laptop ataupun komputer gaming bertenaga milik Acer.
Namun kali ini Acer membawa “keganasan” Predator keluar dari dunia PC dengan memperkenalkan Predator ES Thunder Pro, sebuah e-Scooter bertenaga hingga 1.600 watt yang bahkan bisa diperintah menggunakan suara berbasis kecerdasan buatan (AI).
Predator ES Thunder Pro diperkenalkan dalam konferensi global next@acer di Berlin, Jerman.
Produk ini menjadi bagian dari ekspansi Acer ke segmen smart mobility, dengan menggabungkan performa, teknologi keselamatan dan konektivitas pintar.
Baca juga:
- Acer Predator Atlas 7, Handheld Gaming dengan Layar 7 Inci
- Acer Mini Workstation Dorong Beban Kerja AI Lokal hingga 120 Miliar Parameter
Menariknya, Acer tidak sekadar membuat skuter listrik untuk perjalanan pendek di perkotaan.
Predator ES Thunder Pro dirancang untuk penggunaan intensif, perjalanan lebih jauh hingga menghadapi kondisi jalan yang lebih menantang.
Tenaga Puncak 1.600 Watt, Bisa Menanjak 28 Persen
Predator ES Thunder Pro menjadi model paling bertenaga dalam portofolio Predator e-Scooter.
Acer membekalinya dengan motor DC penggerak roda belakang berdaya 500 watt.
Output maksimalnya dapat mencapai 1.600 watt dengan torsi 32 Nm, sehingga mampu menangani tanjakan hingga kemiringan 28%.
Tenaga besar tersebut dibarengi Traction Control System (TCS) yang dapat menyesuaikan output tenaga secara real-time berdasarkan kondisi jalan.
Fitur ini membantu meningkatkan traksi dan stabilitas, terutama ketika e-Scooter melewati permukaan basah atau jalan dengan daya cengkeram rendah.
Acer juga menggunakan ban off-road tubeless pneumatic berukuran 10 inci serta memberikan ketahanan air dengan rating IPX6.
Untuk menunjang keselamatan, tersedia daytime running lights di bagian depan dan RGB ambient lighting di sisi kendaraan.
Sekali Cas Bisa Tempuh 70 Km
Salah satu persoalan kendaraan listrik adalah jarak tempuh. Untuk Predator ES Thunder Pro, Acer menanamkan baterai 48 V 13 Ah berkapasitas 624 Wh.
Klaim jarak tempuh maksimalnya mencapai 70 kilometer dalam sekali pengisian daya. Sementara kecepatan maksimal akan mengikuti regulasi di masing-masing negara.
Spesifikasi pada halaman ketiga siaran pers juga memperlihatkan skuter listrik ini mampu membawa beban hingga 120 kg.
Sistem pengeremannya menggunakan rem cakram di depan serta kombinasi rem cakram dan eABS di belakang. Suspensi depan dan belakang menggunakan rocker suspension dengan spring shock.
Bisa Diperintah Pakai Suara
Bagian yang membuat Predator ES Thunder Pro berbeda bukan hanya tenaga motornya.
Acer membenamkan fitur AI Voice Control melalui aplikasi Acer eMobility.
Pengguna dapat memberikan perintah melalui smartphone atau smartwatch untuk mengunci dan membuka kunci e-Scooter, mengecek baterai hingga mengontrol pencahayaan.
Aplikasi Acer eMobility juga memungkinkan pemilik melihat status kendaraan, sisa baterai dan data perjalanan secara real-time.
Untuk urusan keamanan, Predator ES Thunder Pro mendukung dua platform pelacakan lokasi, yakni Find My dan Find Hub.
Artinya, teknologi konektivitas menjadi bagian penting dari skuter listrik ini, bukan hanya fitur tambahan.
Acer Makin Jauh Keluar dari Bisnis PC
Kehadiran Predator ES Thunder Pro menunjukkan ekspansi Acer yang semakin luas.
Perusahaan yang dikenal melalui laptop, PC dan monitor tersebut kini mengembangkan Predator bukan hanya sebagai identitas perangkat gaming, tetapi juga membawanya ke kategori mobilitas pintar.
Langkah tersebut sejalan dengan tren skuter listrik yang mulai menjadi alternatif transportasi perkotaan sekaligus bagian dari gaya hidup rendah karbon di berbagai negara.
Pertanyaan besarnya sekarang adalah apakah Predator ES Thunder Pro bakal dijual di Indonesia.
Acer belum mengumumkan harga maupun jadwal penjualannya di Tanah Air.
Perusahaan hanya menyebut harga, spesifikasi dan ketersediaan akan berbeda di setiap kawasan.
Jika nantinya masuk Indonesia, Predator ES Thunder Pro akan menjadi produk Acer yang cukup unik: bukan laptop gaming, bukan PC, tetapi kendaraan listrik Predator bertenaga 1.600 watt yang membawa AI, pelacakan pintar, dan jarak tempuh hingga 70 kilometer.


