Selular.ID -

SK Hynix Invstasikan Dana Ratusan Triliun Demi Taklukkan Kelangkaan Memori AI Global

BACA JUGA

Selular.ID – Produsen memori terbesar kedua di dunia asal Korea Selatan, SK Hynix Inc., resmi menyetujui pengalokasian dana investasi sebesar 54,3 triliun won Korea atau setara 38,1 miliar dolar AS (sekitar Rp676,3 triliun) untuk membangun dua fasilitas produksi (fab) memori baru.

Dewan direksi perusahaan mengesahkan keputusan strategis tersebut pada Jumat, 7 Agustus 2026,.

Sebagai langkah responsif dalam mengejar lonjakan pemesanan komponen memori akibat pertumbuhan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di ranah global.

Ekspansi skala besar ini mencakup pembangunan fasilitas manufaktur memori kerja DRAM di kluster Yongin serta perluasan kapasitas produksi memori kilat NAND Flash di kawasan Cheongju, Korea Selatan.

Manajemen SK Hynix mengonfirmasi bahwa investasi senilai 35,2 triliun won atau 24,9 miliar dolar AS (sekitar Rp441,8 triliun) dialokasikan khusus untuk membangun pabrik Y2 di Yongin yang berfokus pada produk High Bandwidth Memory (HBM) serta DRAM generasi terbaru.

Sementara itu, dana sebesar 19,1 triliun won atau 13,2 miliar dolar AS (sekitar Rp234,2 triliun) disiapkan untuk pembangunan pabrik M17 di Cheongju demi memenuhi pasar memori penyimpanan data digital skala industri.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Perusahaan menargetkan operasional ruang bersih (cleanroom) pertama pada fasilitas produksi baru tersebut dapat dimulai paling cepat pada Juni 2029.

“Keputusan investasi ini diambil untuk menangkap peluang bisnis secara tepat waktu seiring dengan kecepatan pertumbuhan pasar memori dunia, setelah melalui peninjauan mendalam terhadap proyeksi permintaan konsumen,” ungkap perwakilan resmi SK Hynix dalam keterangan resminya.

Langkah ekspansi masif dari SK Hynix ini berakar pada tingginya permintaan server pusat data AI (AI data center) global terhadap produk memori berkinerja tinggi.

Lonjakan konsumsi komponen cerdas ini telah memicu kelangkaan pasokan di rantai pasok global dan mendorong kenaikan harga jual memori secara signifikan.

Kondisi pasar tersebut memberikan keuntungan finansial besar bagi jajaran produsen memori utama dunia.

Seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology, meski di sisi lain berdampak pada peningkatan biaya produksi perangkat elektronik konsumen seperti smartphone, laptop, dan konsol game.

Melalui pembangunan dua pabrik baru ini, produsen komponen elektronik tersebut optimistis bahwa tren adopsi AI akan terus berlanjut dalam jangka panjang.

Neil Shah, Analis industri dari Counterpoint Research menilai peningkatan kapasitas produksi secara komersial baru akan terasa beberapa tahun mendatang.

Sehingga tren harga memori diperkirakan belum akan melunak secara signifikan sebelum akhir 2028.

Baca Juga:Kelangkaan Chip Memori Terjadi Sepanjang 2026, Pengamat Ungkap Hal Ini

Pengalokasian lini manufaktur utama ke sektor pusat data juga menjadi faktor penentu tetap tingginya dinamika harga memori untuk segmen konsumen ritel dalam kurun waktu tersebut.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU