Selular.id – Yangtze Memory Technologies Co. (YMTC) memasang target besar untuk menjadi produsen NAND flash terbesar di dunia pada akhir 2027, dengan menyalip Samsung Electronics dan SK hynix yang selama ini mendominasi pasar memori penyimpanan global.
Target tersebut muncul ketika produsen memori asal China itu mulai memperlihatkan pertumbuhan signifikan di pasar NAND. Berdasarkan data Counterpoint Research untuk kuartal II 2026, YMTC sudah menempati posisi ketiga dunia berdasarkan volume bit NAND yang dikirim, dengan pangsa 14 persen. Samsung berada di posisi pertama dengan 25 persen, sedangkan SK hynix menguasai 22 persen.
Posisi tersebut menjadi pencapaian penting bagi YMTC. Perusahaan yang berbasis di Wuhan, China, itu sebelumnya masih berada di belakang Kioxia dalam persaingan global. Kini, peningkatan produksi membuat YMTC berhasil masuk tiga besar berdasarkan volume pengiriman NAND.
Mengejar Dua Raksasa Memori
NAND flash merupakan jenis memori yang digunakan untuk menyimpan data secara permanen, termasuk pada SSD, smartphone, kartu memori, hingga server. Berbeda dengan DRAM yang bekerja sebagai memori sementara, NAND menyimpan data meski perangkat dimatikan.
Persaingan di industri ini juga semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan penyimpanan untuk kecerdasan buatan atau AI. Counterpoint Research mencatat, enterprise SSD atau SSD untuk kebutuhan server menyumbang 48 persen dari total bit NAND yang dikirim secara global pada kuartal II 2026. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan 26 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi ini membuat pasar NAND mengalami perubahan besar. Permintaan dari pusat data dan infrastruktur AI meningkat, sementara pasokan untuk produk konsumen justru mengalami tekanan.
Samsung masih memimpin berdasarkan volume pengiriman. Namun, pangsanya turun menjadi 25 persen pada kuartal II 2026. SK hynix berada di posisi kedua dengan 22 persen, dibantu peningkatan pengiriman bit dari Solidigm, perusahaan penyimpanan yang berada di bawah SK hynix.
YMTC sendiri mencatat pertumbuhan pengiriman sebesar 22 persen secara tahunan dan 5 persen secara kuartalan pada periode tersebut. Perusahaan memanfaatkan kondisi pasokan NAND yang ketat untuk memperbesar penetrasinya, terutama di pasar domestik China.
Teknologi Jadi Senjata YMTC
Ambisi YMTC tidak hanya bertumpu pada peningkatan kapasitas produksi. Perusahaan juga terus mengembangkan teknologi 3D NAND miliknya melalui arsitektur Xtacking.
Teknologi ini memisahkan pemrosesan sirkuit CMOS dan sel memori pada wafer yang berbeda sebelum keduanya digabungkan. Menurut YMTC, pendekatan tersebut memungkinkan peningkatan kepadatan data dan kecepatan input-output tanpa harus mengorbankan efisiensi proses secara signifikan.
Perusahaan telah membawa teknologi tersebut hingga generasi Xtacking 4.0. Pada 2025, Xtacking 4.0 mendapatkan penghargaan Most Innovative Technology untuk kategori 3D NAND Flash Memory di Future of Memory and Storage (FMS).
YMTC juga menyatakan telah memproduksi massal NAND generasi kelima. Produk X4-9060 dan X4-9070 berbasis TLC 3D NAND mulai diproduksi massal pada 2024, sementara X4-6080 berbasis QLC 3D NAND diperkenalkan pada 2025.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa YMTC sudah bergerak dari pemain baru menjadi salah satu produsen NAND yang memiliki teknologi dan kapasitas produksi sendiri.
Dari Smartphone ke Pusat Data
Perubahan lain yang menjadi perhatian adalah semakin luasnya portofolio YMTC. Perusahaan tidak hanya menyediakan chip NAND, tetapi juga menawarkan solusi penyimpanan untuk perangkat konsumen dan kebutuhan enterprise.
Salah satu produknya adalah PE511, SSD enterprise PCIe 5.0 yang menggunakan X4-9070 3D NAND berbasis Xtacking 4.0. Produk tersebut ditujukan untuk infrastruktur cloud, analisis data skala besar, serta lingkungan komputasi perusahaan.
YMTC juga memiliki produk SSD enterprise SE006 berbasis SATA III yang ditujukan untuk sistem operasi, big data, cloud computing, dan infrastruktur komputasi. Produk ini telah divalidasi pada lebih dari 34 platform server dan 18 kartu RAID, menurut data perusahaan.
Langkah tersebut penting karena pertumbuhan pasar NAND kini semakin banyak ditentukan oleh kebutuhan pusat data. Jika YMTC ingin mengejar Samsung dan SK hynix hingga posisi teratas, peningkatan volume produksi saja belum cukup. Perusahaan juga perlu memperluas penetrasi ke segmen penyimpanan enterprise yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Jaraknya Masih Cukup Lebar
Meski pertumbuhan YMTC berlangsung cepat, target menjadi nomor satu pada akhir 2027 masih menghadapi tantangan besar.
Data Counterpoint Research menunjukkan, berdasarkan pendapatan pada kuartal I 2026, Samsung masih memimpin pasar NAND dengan pangsa 29 persen. SK hynix berada di 18 persen, sedangkan YMTC mencapai 13 persen. Setahun sebelumnya, pangsa YMTC baru 8 persen.
Artinya, YMTC memang berkembang cepat, tetapi masih memiliki jarak yang harus dikejar. Selain itu, pangsa berdasarkan volume pengiriman tidak otomatis sama dengan pangsa berdasarkan pendapatan. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya perbedaan komposisi produk, harga jual, dan penetrasi pada segmen enterprise.
Di sisi lain, industri NAND sedang memasuki periode permintaan tinggi yang dipicu AI. Counterpoint Research memperkirakan enterprise SSD dapat menyerap lebih dari separuh seluruh bit NAND yang dikirim pada akhir 2026. Kondisi tersebut berpotensi memberikan ruang pertumbuhan bagi produsen yang mampu menyediakan kapasitas besar dan produk berperforma tinggi.
IPO untuk Perbesar Kapasitas
Ambisi YMTC juga datang bersamaan dengan rencana perusahaan mencari tambahan pendanaan melalui penawaran umum perdana saham atau IPO di China.
Dana tersebut akan menjadi sumber pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pengembangan teknologi. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan YMTC untuk memperbesar skala manufaktur jika ingin mengejar dua pemain Korea Selatan yang sudah memiliki pengalaman panjang dalam industri memori.
Di tingkat teknologi, YMTC menyebut memiliki lebih dari 8.000 tenaga engineer dan pusat riset di sejumlah kota di China. Perusahaan juga menempatkan pengembangan 3D NAND sebagai fokus utama untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi memori global.
Persaingan menuju 2027 akhirnya tidak hanya menjadi pertarungan tiga perusahaan. Perubahan permintaan akibat AI, pertumbuhan pusat data, perkembangan teknologi 3D NAND, serta kemampuan setiap produsen menambah kapasitas akan ikut menentukan peta industri.
Jika YMTC mampu mempertahankan laju pertumbuhannya sekaligus memperbesar bisnis enterprise, posisi teratas yang selama ini dikuasai pemain Korea Selatan bisa menghadapi persaingan yang jauh lebih ketat dalam dua tahun ke depan.
Baca juga: CEO Micron Sanjay Mehrotra: AI Telah Mengubah Industri Memori Secara Drastis


