Panas Persaingan Operator, Telkomsel Tetap Andalkan Resep Lama: Jangkauan Luas, Jaringan Terbaik, dan Tarif Kompetitif

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Setelah cukup lama terbilang adem ayem, industri selular mulai kembali menarik perhatian publik. Pemicunya adalah manuver yang dilakukan XL Smart.

Kampenye XL Ultra 5G layanan unggulan yang dimiliki XL Smart selain Smartfren menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Berbeda dengan pesan-pesan sebelumnya yang terbilang normatif, iklan XL Ultra 5G itu menampilkan papan reklame luar ruang (billboard) yang secara terbuka menyenggol sang penguasa pasar, Telkomsel.

Iklan bernada provokatif itu mengklaim bahwa XL Smart telah resmi menggeser posisi dominasi jaringan nomor satu di Indonesia yang selama bertahun-tahun dikuasai oleh Telkomsel.

Strategi periklanan perbandingan (comparative advertising) ini merujuk pada perolehan penghargaan independen dari data Ookla Speedtest Intelligence periode paruh pertama 2026.

Berdasarkan riset Ookla, untuk pertama kalinya, jaringan XLSmart dinobatkan sebagai “Indonesia’s Best Mobile Network 2026”.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Perusahaan juga memperoleh pengakuan untuk kategori Fastest 5G Network, Best 5G Network, dan Best 5G Video Experience. Dengan pencapaian itu, XLSmart mendeklarasikan diri sebagai “Jaringan #1 di Indonesia”.

Iklan yang diluncurkan oleh XLSmart itu, tentu saja bertujuan untuk menantang dominasi pasar Telkomsel secara langsung, mengubah persepsi publik bahwa XL kini setara atau bahkan unggul dalam hal kecepatan dan kualitas jaringan, serta merebut pangsa pasar pengguna data pelanggan, khususnya pengguna kelas atas.

Baca Juga: Jurus Telkomsel Percepat Adopsi AI di Indonesia

5G Jadi Game Changer

Tak dapat dipungkiri, hehadiran jaringan 5G memang membuka peluang bagi operator lain seperti Indosat Ooredoo Hutchison dan XLSmart untuk menantang dominasi Telkomsel, sekaligus mengubah peta pasar.

Itu sebabnya pasca tuntasnya merger pada April 2025,memasuki 2026, ekspansi 5G menjadi salah satu fokus XLSmart. Kinerjanya tercemin pada semester pertama tahun ini.

Hingga Juni 2026, jaringan 5G perusahaan telah tersedia di 52 kota dan didukung sekitar 15 ribu BTS 5G. Dengan model blanket coverage, XLSmart menargetikan 88 kota di Indonesia akan terselimuti jaringan 5G.

Saat ini beberapa kota yang mendapat perluasan jaringan 5G antara lain Bekasi, Tangerang, Kendal, dan Binjai. Secara nasional, cakupan populasi 5G XLSmart telah mencapai 23%.

XLSmart menyebutkan bahwa, trafik 5G berkontribusi 27% terhadap pertumbuhan trafik secara keseluruhan. Pengalaman penggunaan 5G juga disebut meningkat 2,5 kali dibandingkan 4G.

Penguatan jaringan didukung portofolio spektrum yang kini mencapai 217 MHz. Jumlah tersebut disebut meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan gabungan spektrum yang dimiliki sebelum merger.

Seperti halnya XLSmart, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) juga mempercepat ekspansi jaringan 5G setelah mengamankan tambahan spektrum 80 MHz dari lelang pita 700 MHz dan 2,6 GHz.

Perusahaan menaikkan anggaran belanja modal (capex) tahun 2026 menjadi Rp23 triliun untuk memperluas jangkauan layanan dan mengembangkan Fixed Wireless Access (FWA).

Coverage Mutlak Masih Menjadi Keunggulan Telkomsel

Meski dua pesaingnya, terutama XLSmart, semakin agresif membangun jumlah menara atau BTS 5G, Telkomsel masih memimpin dalam hal kualitas jaringan dan kecepatan unduh berkat keunggulan penguasaan spektrum.

Total kepemilikan spektrum frekuensi Telkomsel saat ini adalah 265 MHz. Jumlah itu sudah termasuk tambahan alokasi 100 MHz pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz dari lelang terakhir yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.

Keunggulan Telkomsel sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia tercermin dari 11 penghargaan berdasarkan analisis pengalaman nyata jutaan pengguna selular yang dilakukan oleh Opensignal pada Maret 2026.

Hasil analisis menunjukkan keunggulan Telkomsel dalam berbagai aspek penting pengalaman jaringan, mulai dari kecepatan unduh dan unggah, kualitas pengalaman video dan game, cakupan serta ketersediaan jaringan, hingga konsistensi kualitas layanan di seluruh Indonesia pada jaringan 2G, 4G, maupun 5G.

Sebagai salah satu pelopor awal operator GSM di tanah air, Telkomsel yang didirikan pada 26 Mei 1995, terus mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar (market leader) berdasarkan jumlah pelanggan dan luas jangkauan jaringan.

Dukungan coverage jaringan yang luas dan terbaik di Indonesia, juga membuat konsumen Telkomsel jauh lebih loyal dibandingkan operator lainnya.

Coverage yang luas itu berkat pembangunan BTS yang tak pernah kendor. Telkomsel mengoperasikan sekitar 301.000 unit BTS di seluruh wilayah Indonesia hingga pertengahan tahun 2026. Rinciannya adalah BTS 4G (sekitar 246.000 unit), BTS 2G (sekitar 49.000 unit), dan BTS 5G (sekitar 6.000 unit).

Jumlah BTS yang melebihi pesaing itu, membuat Telkomsel dapat mempertahankan jumlah pelanggan, sekaligus melayani lebih banyak lagi konsumen yang selama ini belum menikmati layanan telekomunikasi.

Tercatat basis pelanggan Telkomsel mencapai 153,67 juta pengguna (kuartal I/2026). Jumlah itu termasuk pelanggan fixed broadband yang melampaui 10 juta pelanggan. Sementara layanan 5G memiliki sekitar 4,7 juta hingga 5 juta pengguna yang aktif.

Sejatinya, sejauh ini resep sukses Telkomsel menguasai pasar Indonesia tidak berubah, sejak perusahaan didirikan pertama kali pada 1993.

Resep yang terbukti manjur dan tetap menjadi kekuatan Telkomsel dalam menghadapi kerasnya persaingan itu adalah, luas jangkauan (coverage), jaringan terbaik, layanan pelanggan yang andal, inovasi produk,  dan tarif yang kompetitif.

Kelima parameter tersebut disesuaikan dengan dinamika pasar dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Sejalan dengan berkembangnya teknologi selular, yang kini sudah memasuki era internet cepat.

Tak dapat dipungkiri, dari kelima parameter tersebut, coverage dan kekuatan jaringan, mutlak menjadi keunggulan Telkomsel dibandingkan para pesaingnya.

Berbagai lembaga independen dan data industri, seperti Ookla Speedtest Awards dan Open Signal, secara konsisten menempatkan Telkomsel sebagai pemimpin dalam hal ketersediaan sinyal dan pengalaman jangkauan, baik untuk wilayah perkotaan maupun daerah pelosok, termasuk 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar).

Baca Juga: Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Engagement dengan AI

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU