Selular.ID -

Lintasarta Perkuat Transformasi Digital BPD Lewat Digital Sovereignty

BACA JUGA

Selular.ID – Lintasarta menegaskan komitmennya mempercepat transformasi digital Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia melalui penguatan fondasi digital yang berdaulat atau digital sovereignty.

Langkah tersebut diwujudkan dengan penyelenggaraan BPD Summit 2026 pada 5–7 Agustus 2026 di Semarang, yang akan mempertemukan BPD dari seluruh Indonesia untuk membahas strategi transformasi digital, penguatan keamanan siber, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Forum yang digagas Lintasarta ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara industri perbankan daerah, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya.

Fokus pembahasannya mencakup penerapan Digital Sovereignty sebagai landasan pengelolaan infrastruktur digital, peningkatan ketahanan siber, hingga implementasi AI yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Inisiatif tersebut hadir di tengah masih beragamnya tingkat kematangan digital, kapabilitas keamanan siber, serta kesiapan talenta digital di berbagai BPD.

Perbedaan tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika bank daerah dituntut menghadirkan layanan digital yang aman, andal, dan memenuhi kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha di wilayahnya.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, mengatakan bahwa BPD memerlukan kemampuan digital dan keamanan siber yang setara dengan bank-bank nasional, tetapi tetap efisien serta mampu menyesuaikan karakteristik bisnis dan kebutuhan masing-masing daerah.

Menurut Armand, kebutuhan tersebut dijawab melalui Lintasarta Intelligent Core, sebuah fondasi digital yang mengintegrasikan empat kapabilitas utama, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI atau dikenal sebagai konsep 4C.

Integrasi ini dirancang untuk menghadirkan ekosistem digital yang aman, saling terhubung, dan mendukung operasional layanan keuangan secara menyeluruh.

 

Ia menjelaskan bahwa Lintasarta Intelligent Core dibangun di atas tiga prinsip utama.

Pertama, Sovereign, melalui penerapan sovereign infrastructure dan sovereign AI yang bertujuan menjaga kedaulatan data dan infrastruktur digital.

Kedua, Integrated, yaitu penyediaan solusi end-to-end yang menyatukan seluruh kapabilitas 4C dalam satu platform.

Ketiga, Seamless Experience, yang menghadirkan pengalaman digital terintegrasi sehingga operasional menjadi lebih efisien sekaligus menjaga keandalan layanan.

Selain infrastruktur digital, Lintasarta juga menyoroti pentingnya penguatan keamanan siber.

Saat ini, tingkat kematangan sistem Cybersecurity maupun Security Operations Center (SOC) di setiap BPD masih berbeda-beda.

SOC merupakan pusat operasi yang berfungsi memantau, mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman siber secara berkelanjutan.

 

Karena itu, Lintasarta menilai pendekatan keamanan yang lebih terintegrasi diperlukan agar setiap BPD mampu menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.

Pemanfaatan AI juga diposisikan sebagai teknologi pendukung untuk mempercepat deteksi ancaman, membantu analisis insiden keamanan, serta meningkatkan efektivitas respons terhadap potensi serangan.

Untuk mendukung proses transformasi tersebut, Lintasarta menyiapkan tiga pilar kolaborasi bagi BPD.

Pilar pertama adalah membangun forum kolaborasi yang memungkinkan seluruh BPD berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik terbaik di bidang transformasi digital, konektivitas, keamanan siber, dan AI.

 

Pilar kedua berfokus pada pengembangan berbagai use case AI yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing.

Pendekatan ini memungkinkan setiap BPD mengimplementasikan teknologi AI berdasarkan prioritas bisnis maupun layanan publik yang berbeda, sehingga investasi teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih relevan.

Sementara itu, pilar ketiga diarahkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pengembangan talenta digital daerah.

Program ini melibatkan kerja sama antara BPD dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi, keamanan siber, serta kecerdasan artifisial.

 

Strategi tersebut selaras dengan Roadmap Penguatan BPD 2024–2027 yang disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam roadmap tersebut, transformasi digital menjadi salah satu prioritas untuk memperkuat daya saing BPD sekaligus meningkatkan kontribusinya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.

Di sisi lain, percepatan digitalisasi sektor perbankan juga membawa tantangan baru terkait perlindungan data, keberlanjutan layanan, serta peningkatan kualitas pengalaman nasabah.

Karena itu, isu mengenai keseimbangan antara inovasi digital, keamanan, dan kedaulatan data menjadi salah satu agenda utama yang akan dibahas dalam BPD Summit 2026.

 

Forum tersebut dijadwalkan menghadirkan regulator, pimpinan BPD dari berbagai daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan arah transformasi digital perbankan daerah.

Pembahasan juga akan mencakup strategi memperkuat ketahanan siber dan penerapan AI secara bertanggung jawab di lingkungan industri jasa keuangan.

Melalui penyelenggaraan BPD Summit 2026 dan pengembangan Lintasarta Intelligent Core, Lintasarta kembali menegaskan posisinya sebagai Beyond AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison Group.

Perusahaan menilai fondasi digital yang berdaulat, aman, dan terintegrasi menjadi elemen penting bagi BPD dalam mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Lalu Lintas Internet Kini Didominasi Agen AI hingga Bot

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU