Selular.ID – Penetapan harga layanan telekomunikasi harus tetap wajar dan sejalan dengan kualitas pengalaman (experience) yang diterima pelanggan, hal tersebut disampikan Shurish Subbramaniam, Direktur & Chief Technology Officer (CTO) XLSmart.
Menurut Shurish, upaya operator dalam membangun jaringan dan menyediakan konektivitas sebenarnya sangat besar, meski publik sering kali tidak menyadarinya.
Ia menyoroti kecenderungan operator kerap dipersalahkan ketika jaringan melambat, padahal banyak faktor teknis dan geografis yang memengaruhi kualitas layanan di lapangan.
Kondisi tersebut, menurut Shurish, muncul karena konektivitas internet sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, sehingga ekspektasi terhadap kualitas layanan pun ikut meningkat.
“Pelanggan pada umumnya hanya menginginkan layanan yang baik tanpa mempertimbangkan kompleksitas teknis di baliknya, dan pola ini menurutnya berlaku di hampir semua negara, bukan hanya di Indonesia,”ujar Shurish dalam Bincang Ekekutif, di Jakarta (08/07/26).
XLSmart menegaskan bahwa strategi harga ke depan akan tetap mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat di tengah kebutuhan investasi jaringan yang besar.
Perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus memperluas cakupan sekaligus meningkatkan kualitas layanan, sejalan dengan meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap konektivitas digital dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari perbankan, hiburan, hingga produktivitas kerja.
Tantangan menjaga keseimbangan antara harga dan kualitas layanan ini turut dihadapi oleh operator lain di Indonesia, mengingat karakteristik geografis negara kepulauan membuat biaya pembangunan infrastruktur jaringan cenderung lebih tinggi dibandingkan negara dengan kondisi wilayah yang lebih kompak.
Faktor ini menjadi salah satu pertimbangan utama industri telekomunikasi nasional dalam merumuskan struktur tarif yang berkelanjutan, tanpa mengesampingkan kebutuhan investasi jangka panjang pada infrastruktur jaringan.
Ke depan, XLSmart menyatakan akan terus memantau perkembangan kebutuhan konektivitas masyarakat, termasuk potensi lonjakan permintaan data seiring pertumbuhan adopsi layanan digital baru.
Perusahaan menyebut pendekatan ini akan menjadi acuan dalam menentukan arah kebijakan harga dan investasi jaringan pada periode mendatang, dengan tetap mengedepankan prinsip keseimbangan antara keberlanjutan bisnis operator dan kualitas pengalaman yang dirasakan pelanggan.
Spektrum Jadi Kunci Penentu Harga 5G ke Depan
Bagi XLSmart, ketersediaan spektrum menjadi variabel utama yang memengaruhi strategi harga ke depan. Sebagai hasil merger XL Axiata dan Smartfren,
XLSmart mengelola gabungan aset spektrum dari kedua entitas, yang menurut manajemen memberikan keleluasaan lebih besar untuk mengalokasikan frekuensi secara khusus (dedicated) bagi layanan 5G, tanpa mengorbankan kapasitas jaringan 4G yang masih digunakan mayoritas pelanggan.
Dengan proses lelang spektrum 5G yang terus berjalan, XLSmart menyatakan struktur harga layanan 5G nasional berpotensi mengalami penyesuaian lebih lanjut begitu seluruh operator memiliki alokasi frekuensi yang setara.
Manajemen belum menyebutkan angka atau skema tarif definitif untuk layanan 5G ke depan, dan menyatakan keputusan akhir akan mempertimbangkan keseimbangan antara keberlanjutan investasi jaringan dan daya beli pelanggan di dalam negeri.
Baca Juga:XLSmart Dedikasikan Spektrum Pasca-Merger Guna Dorong Kualitas Jaringan 5G
Pendekatan dedicated spectrum tersebut sebelumnya juga disampaikan manajemen XLSmart saat meluncurkan layanan XL Ultra 5G+, yang diklaim mampu menjaga stabilitas koneksi meski berada di area dengan kepadatan pengguna tinggi.



