Selular.ID – Asus Indonesia meluncurkan laptop bisnis Asus ExpertBook P5 G2 untuk memenuhi kebutuhan sistem keamanan dan manajemen kelas komersial, bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga enterprise di Indonesia.
Perangkat komersial ini mengusung proteksi berlapis melalui arsitektur Asus ExpertGuardian, yang dirancang khusus untuk melindungi aset data penting milik perusahaan dari potensi kejahatan siber.
Eric Khoven Commercial Director ASUS Indonesia, dalam keterangannya menyampaikan bahwa integrasi fitur keamanan tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian perlindungan sistem secara menyeluruh saat perangkat digunakan dalam operasional bisnis harian.
Langkah ini mempertegas komitmen Asus dalam menghadirkan solusi komputasi yang aman dan andal bagi para profesional maupun pengelola teknologi informasi (TI) korporasi.
Arsitektur keamanan yang ditanamkan pada perangkat ini mencakup standar Windows 11 Secured-core PC serta sistem input/output dasar (BIOS) yang telah mengacu pada regulasi standar National Institute of Standards and Technology (NIST) SP 800-155.
“Untuk menjaga integritas sistem dari ancaman siber jangka panjang, Asus turut memberikan jaminan pembaruan firmware secara berkala hingga jangka waktu lima tahun,”terang Eric.
Dari sisi keamanan fisik dan privasi pengguna, perangkat ini menyediakan proteksi tambahan berupa penutup fisik pada kamera web (webcam shield), pemindai sidik jari (fingerprint sensor), serta modul Discrete Trusted Platform Module (TPM) 2.0.
Kehadiran modul kriptografi TPM 2.0 berfungsi melakukan enkripsi data pada tingkat perangkat keras guna memastikan kepatuhan regulasi privasi perusahaan di lingkungan kerja bersama (shared workspace).
Dukungan Tim IT
Rangkaian fitur perlindungan ini dirancang untuk menjawab tantangan operasional manajer TI di berbagai sektor bisnis, seperti perusahaan distribusi yang mengelola puluhan staf lapangan.
Penggunaan laptop yang bermobilitas tinggi di luar area kantor kerap meningkatkan risiko kebocoran data pelanggan jika unit kerja mengalami kehilangan atau pencurian di tengah perjalanan.
Keberadaan sistem perlindungan bertingkat yang menggabungkan TPM 2.0, kualifikasi Secured-core PC, serta standar BIOS NIST memberikan kemudahan kontrol bagi tim manajemen IT dalam memantau armada perangkat.
Komitmen pemeliharaan perangkat lunak selama lima tahun juga membantu menyederhanakan proses pemeliharaan keamanan infrastruktur komputasi perusahaan secara berkelanjutan.
“Kami ingin ExpertBook P5 G2 tidak hanya unggul di atas kertas, tapi benar-benar terasa dampaknya dalam skenario kerja sehari-hari para profesional dan pemimpin bisnis di Indonesia,” ujar Eric.
Ekosistem Layanan Purna Jual Sektor Korporat
Selain menghadirkan perlindungan pada aspek perangkat keras dan lunak, lini ASUS ExpertBook P Series di Indonesia didukung oleh skema layanan purna jual komprehensif.
Kebijakan ini dihadirkan untuk menjaga produktivitas operasional para pelaku bisnis UMKM maupun skala perusahaan besar agar tetap berjalan tanpa gangguan teknis berkepanjangan.
Dukungan purna jual tersebut mencakup kepastian penanganan servis dalam kurun waktu lima hari kerja (5 business day service) serta fasilitas perbaikan langsung di lokasi (on-site service).
Garansi yang ditawarkan berlaku hingga jangka waktu tiga tahun dan mencakup penggantian komponen secara menyeluruh (full part warranty), termasuk unit baterai dan adaptor pengisi daya.
Untuk melengkapi perlindungan data korporasi, penyedia layanan juga menyertakan fitur storage retention.
Layanan ini memungkinkan pihak perusahaan untuk tetap menyimpan media penyimpanan (hard drive atau SSD) yang rusak saat proses perbaikan dilakukan.
Baca Juga:Asus Kejar Posisi Puncak Pasar Laptop Bisnis RI Usai Tumbuh 117 Persen
Sehingga data internal perusahaan tetap terjaga kerahasiaannya dan tidak keluar dari lingkup pengawasan tim internal.


