Selular.ID -

Era Baru Investasi Dimulai, Tokenisasi Aset Tembus $32 Miliar

BACA JUGA

Selular.ID – Sektor tokenisasi aset atau Real-World Assets (RWA) mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang dua tahun terakhir.

Berdasarkan data RWA.xyz per 17 Juni 2026 yang dikutip Pintu Academy, kapitalisasi pasar tokenisasi aset global telah mencapai US$32,38 miliar atau sekitar Rp530 triliun, meningkat tajam dibandingkan awal 2024 yang masih berada di kisaran US$1,8 miliar.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat terhadap teknologi blockchain sebagai infrastruktur baru untuk investasi aset dunia nyata.

Tokenisasi aset memungkinkan instrumen seperti saham, obligasi, dan komoditas direpresentasikan dalam bentuk token digital yang diperdagangkan melalui jaringan blockchain.

Peningkatan kapitalisasi pasar juga terjadi seiring masuknya sejumlah institusi keuangan global ke sektor ini.

Beberapa nama besar seperti BlackRock, JPMorgan, dan Goldman Sachs mulai mengembangkan atau terlibat dalam berbagai proyek tokenisasi aset yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan akses pasar.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Tokenisasi aset merupakan proses mengubah kepemilikan aset dunia nyata menjadi token digital yang memiliki nilai setara dengan aset dasarnya.

Dalam model ini, satu token umumnya mewakili nilai 1:1 terhadap aset yang mendasarinya, baik berupa saham, obligasi pemerintah, surat utang korporasi, maupun emas fisik.

Konsep tersebut dinilai mampu mengatasi sejumlah keterbatasan investasi konvensional. Transaksi dapat dilakukan dalam hitungan detik tanpa bergantung pada jam operasional bursa tertentu.

Selain itu, sistem blockchain memungkinkan aktivitas transaksi dapat diverifikasi secara terbuka melalui pencatatan on-chain yang transparan.

Laporan yang dikutip Pintu Academy menunjukkan bahwa tokenisasi saham perusahaan teknologi global dan komoditas berbasis emas menjadi salah satu kategori yang mengalami peningkatan minat paling tinggi.

Instrumen seperti saham perusahaan teknologi Amerika Serikat dan token emas berbasis blockchain menjadi pilihan investor yang menginginkan akses ke pasar global dengan modal relatif lebih rendah.

Firma riset McKinsey & Company sebelumnya memproyeksikan nilai pasar tokenisasi aset dapat mencapai US$2 triliun pada 2030.

Proyeksi tersebut didorong oleh meningkatnya digitalisasi layanan keuangan, perkembangan teknologi blockchain, serta keterlibatan institusi keuangan besar dalam membangun infrastruktur tokenisasi.

Di Indonesia, perkembangan sektor ini juga mulai mendapat dukungan dari sisi regulasi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024 dan POJK Nomor 23 Tahun 2025 yang menjadi bagian dari kerangka hukum untuk mendukung perkembangan aset digital dan inovasi keuangan berbasis teknologi.

Kehadiran regulasi tersebut memberikan kepastian yang lebih jelas bagi pelaku industri maupun investor dalam memanfaatkan teknologi blockchain untuk berbagai aktivitas investasi.

Regulasi juga menjadi salah satu faktor yang dinilai penting dalam mendorong adopsi aset digital secara lebih luas di pasar domestik.

Selain menawarkan aksesibilitas yang lebih tinggi, tokenisasi aset menghadirkan sejumlah karakteristik yang berbeda dibandingkan instrumen investasi tradisional.

Aktivitas perdagangan dapat berlangsung selama 24 jam setiap hari, aset dapat dipindahkan secara digital tanpa perantara yang kompleks, serta memungkinkan integrasi dengan berbagai layanan keuangan berbasis blockchain.

Meski demikian, tokenisasi aset tetap memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan investor.

Risiko tersebut antara lain potensi kerentanan pada smart contract, transparansi pengelolaan aset dasar oleh kustodian, serta likuiditas yang dapat berbeda-beda tergantung jenis aset dan kondisi pasar.

Perkembangan kapitalisasi pasar yang meningkat tajam menunjukkan bahwa tokenisasi aset mulai berkembang dari sekadar eksperimen teknologi menjadi salah satu segmen yang diperhitungkan dalam transformasi industri keuangan global.

Baca Juga:Cara Mengenali Saat Pasar Saham, Kripto hingga Forex Bersiap Mengalami Pergerakan Besar

Integrasi antara aset dunia nyata dan teknologi blockchain kini semakin banyak digunakan untuk menciptakan sistem investasi yang lebih efisien, fleksibel, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan investor.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU