Selular.ID – Biznet menyatakan kesiapan infrastrukturnya untuk menghadapi lonjakan kebutuhan bandwidth di masa depan, dengan menghadirkan jaringan fiber optik yang telah mendukung kapasitas hingga 1 Gbps.
Hal tersebut diiungkapkan Adrianto Sulistyo, Senior Manager Marketing Biznet, menurutnya, kesiapan tersebut telah dibangun sejak beberapa tahun lalu, jauh sebelum pandemi mendorong peningkatan konsumsi internet secara signifikan.
Menurut Adrianto, peningkatan kebutuhan bandwidth merupakan tren yang sudah diproyeksikan sejak lama, seiring dengan pertumbuhan layanan digital seperti streaming, cloud computing, hingga aktivitas kerja dan belajar jarak jauh.
Ia menjelaskan bahwa perangkat dan jaringan yang digunakan Biznet saat ini telah mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut, bahkan untuk beberapa tahun ke depan.
“Kalau dilihat kebutuhan semakin meningkat, bandwidth semakin besar, jauh sebelum pandemi sudah kami hadirkan Biznet Fiber terbaru. Sampai hari ini perangkat yang didelivery sudah 1 Gbps. Perangkat kami sudah siap beberapa tahun ke depan,” ujar Adrianto, dalam Bincang Eksekutif di Jakarta, (04/05/26).
Dikatakan Andrianto, bahwa secara umum, konsumsi bandwidth pelanggan saat ini masih berada di kisaran 300 Mbps. Artinya, kapasitas jaringan yang tersedia saat ini masih memiliki ruang yang cukup besar untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik data ke depan.
Dalam proyeksinya, Adrianto menyebut bahwa adopsi penuh terhadap kapasitas 1 Gbps kemungkinan baru akan terjadi dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang.
Hal ini sejalan dengan pola adopsi teknologi yang biasanya berlangsung bertahap, mengikuti kesiapan ekosistem perangkat pengguna dan kebutuhan aplikasi.
Biznet sendiri merupakan salah satu penyedia layanan internet berbasis fiber optik di Indonesia yang secara konsisten mengembangkan infrastruktur jaringan berkecepatan tinggi.
Perusahaan ini mengandalkan teknologi fiber-to-the-home (FTTH), yaitu jaringan serat optik yang langsung terhubung ke rumah pelanggan, untuk memastikan stabilitas dan kecepatan koneksi.
Penggunaan fiber optik memungkinkan transmisi data dalam jumlah besar dengan latensi rendah, yang menjadi faktor penting dalam mendukung layanan digital modern seperti video resolusi tinggi, gaming online, hingga layanan berbasis cloud.
Dengan kapasitas hingga 1 Gbps, pengguna dapat mengakses berbagai layanan tersebut secara simultan tanpa penurunan kualitas yang signifikan.
Sejak pandemi Covid-19, trafik internet di Indonesia mengalami lonjakan tajam. Data dari berbagai operator menunjukkan peningkatan penggunaan layanan digital, termasuk konferensi video, platform streaming, dan aplikasi produktivitas.
Kondisi ini mendorong operator untuk mempercepat investasi pada infrastruktur jaringan agar tetap mampu menjaga kualitas layanan.
Biznet menilai bahwa lonjakan tersebut bukan fenomena sementara, melainkan akselerasi dari tren digitalisasi yang sudah berlangsung sebelumnya.
Oleh karena itu, investasi pada jaringan berkapasitas besar menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan layanan dalam jangka panjang.
Selain kesiapan jaringan, faktor lain yang memengaruhi adopsi bandwidth tinggi adalah ketersediaan perangkat di sisi pengguna.
Saat ini, tidak semua perangkat rumah tangga mendukung kecepatan hingga 1 Gbps secara optimal. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa rata-rata konsumsi masih berada di bawah kapasitas maksimum yang tersedia.
Namun, seiring dengan perkembangan teknologi perangkat seperti router, smartphone, dan smart TV, kemampuan untuk memanfaatkan bandwidth tinggi diperkirakan akan meningkat secara bertahap.
Kondisi ini akan mendorong kebutuhan terhadap layanan internet berkecepatan tinggi menjadi semakin relevan.
Biznet menyatakan akan terus melakukan pengembangan jaringan dan peningkatan kapasitas untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan tersebut.
Baca Juga:Biznet Dorong Edukasi Internet, Bukan Sekadar Perang Tarif
Dengan pendekatan ini, perusahaan berharap dapat menjaga kualitas layanan sekaligus mendukung transformasi digital di Indonesia yang semakin cepat dalam beberapa tahun ke depan.




