Selular.ID -

Pedagang Mengeluh, Harga HP Merangkak Naik Hingga Rp300 Ribu

BACA JUGA

Selular.ID – Kenaikan harga smartphone mulai terlihat di pusat penjualan ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat, dengan sejumlah model mengalami penyesuaian harga hingga sekitar Rp300 ribu dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini terpantau langsung di tingkat ritel, seiring adanya perubahan harga dari distributor ke toko.

Ratih, karyawan Mahkota Cell ITC Roxy Mas Jakarta Pusat, menyebutkan bahwa kenaikan harga sudah mulai dirasakan pelaku penjualan di lapangan.

Salah satu contohnya adalah Poco C71, yang sebelumnya dijual di kisaran Rp1,7 jutaan, kini naik menjadi sekitar Rp2 juta-an untuk varian RAM 4GB/128GB.

“Beberapa hari lalu masih Rp1,7 jutaan, sekarang sudah Rp2 jutaan untuk varian 4/128,” ujar Ratih saat ditemui di ITC Roxy Mas Jakrta Pusat, (17/4/26).

Kenaikan tidak hanya terjadi pada segmen entry-level. Dari lembaran harga yang dikirim distributor ke toko, penyesuaian juga terlihat pada perangkat kelas menengah seperti Samsung Galaxy A36.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Model ini sebelumnya dijual sekitar Rp4,7 juta, namun kini berada di kisaran Rp4,9 bahkan Rp5 jutaan di tingkat ritel.

Perubahan harga ini menunjukkan adanya penyesuaian di sisi distribusi, yang kemudian diteruskan ke pedagang.

‘Kalau saya lihat sih hampir semua hp yang dicari pembeli harganya naik, kalau dirinci hp apa saja, saya susah merinci, tapi kalau ada yang cari Hp A baru keliatan,”ujar salah satu karyawan, Happy Cell ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat.

Dalam praktiknya, toko-toko di pusat penjualan seperti ITC Roxy Mas umumnya mengikuti harga terbaru dari distributor, meskipun dalam beberapa kasus terdapat selisih tergantung stok lama yang masih tersedia.

Secara industri, kenaikan harga perangkat elektronik termasuk smartphone sering dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari fluktuasi nilai tukar, biaya logistik, hingga harga komponen.

Dalam beberapa waktu terakhir, rantai pasok global, khususnya komponen seperti semikonduktor dan memori, masih mengalami tekanan yang berdampak pada biaya produksi perangkat.

Selain itu, strategi vendor juga berperan dalam menentukan harga jual. Brand seperti Samsung dan Xiaomi biasanya melakukan penyesuaian harga berdasarkan kondisi pasar dan posisi produk di masing-masing segmen.

Kenaikan harga di tingkat distributor dapat menjadi indikasi adanya perubahan biaya atau strategi harga dari prinsipal.

Di sisi lain, pasar Indonesia dikenal cukup sensitif terhadap harga, terutama di segmen entry-level hingga mid-range.

Kenaikan sebesar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu dapat memengaruhi keputusan pembelian, terutama bagi konsumen yang mempertimbangkan rasio harga dan spesifikasi.

Beberapa pedagang di ITC Roxy Mas juga menyebutkan bahwa kenaikan harga tidak terjadi merata di semua model.

Produk dengan permintaan tinggi atau stok terbatas cenderung mengalami penyesuaian lebih cepat dibandingkan model lain yang masih memiliki persediaan lama.

Fenomena ini mencerminkan dinamika pasar ritel yang bergerak cepat, di mana harga dapat berubah dalam hitungan hari tergantung pasokan dan kebijakan distributor.

Bagi konsumen, kondisi ini membuat perbandingan harga antar toko menjadi semakin penting sebelum melakukan pembelian.

Ke depan, pelaku pasar memperkirakan harga smartphone masih berpotensi mengalami penyesuaian lanjutan, terutama jika tekanan pada rantai pasok dan biaya komponen belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga:Daftar Harga Hp Xiaomi dan Samsung di Awal April, Dua Penguasa Pasar Smartphone Indonesia Naikkan Harga?

Di sisi lain, kompetisi antar vendor di Indonesia diperkirakan tetap menjaga agar kenaikan harga tidak terlalu agresif di segmen yang sensitif terhadap harga.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU