Selular.ID – Samsung Electronics dilaporkan mengakhiri dukungan untuk lini fitness tracker Samsung Galaxy Fit dan Samsung Galaxy Fit e, termasuk layanan dan pembaruan terkait perangkat tersebut. Informasi ini disebarkan melalui pemberitahuan resmi dari Samsung kepada pengguna.
Dalam pemberitahuan tersebut, Samsung menyatakan bahwa dukungan layanan untuk Galaxy Fit dan Galaxy Fit e akan dihentikan secara bertahap.
Penghentian ini mencakup layanan backend dan integrasi tertentu yang diperlukan agar perangkat tetap tersinkronisasi dengan aplikasi pendamping di smartphone.
Setelah periode dukungan berakhir, sejumlah fitur yang bergantung pada server tidak lagi dapat digunakan secara optimal.
Galaxy Fit dan Galaxy Fit e pertama kali diperkenalkan Samsung pada 2019 sebagai perangkat wearable ringan untuk pemantauan kebugaran.
Keduanya dirancang untuk melacak aktivitas harian seperti jumlah langkah, detak jantung, kualitas tidur, serta notifikasi dari ponsel yang terhubung.
Perangkat ini menyasar segmen pengguna yang menginginkan pelacak kebugaran sederhana dengan harga lebih terjangkau dibanding smartwatch penuh.
Keputusan Samsung menghentikan dukungan mencerminkan siklus hidup produk wearable yang telah memasuki usia lebih dari lima tahun.
Dalam industri perangkat pintar, dukungan perangkat lunak dan layanan cloud biasanya memiliki batas waktu tertentu, terutama untuk perangkat yang tidak lagi diproduksi atau diperbarui secara aktif.
Penghentian dukungan ini berkaitan dengan infrastruktur layanan yang menopang sinkronisasi data kebugaran dan pembaruan sistem. Tanpa dukungan server, pengguna kemungkinan masih dapat memakai perangkat untuk fungsi dasar, tetapi fitur yang membutuhkan koneksi ke ekosistem aplikasi Samsung dapat terdampak.
Dalam beberapa tahun terakhir, Samsung memusatkan pengembangan wearable pada lini Galaxy Watch yang berbasis sistem operasi Wear OS hasil kolaborasi dengan Google.
Perangkat seperti Galaxy Watch menawarkan fitur kesehatan yang lebih komprehensif, termasuk analisis komposisi tubuh, pemantauan oksigen darah, elektrokardiogram (ECG), serta integrasi aplikasi pihak ketiga yang lebih luas.
Peralihan fokus ini menunjukkan strategi Samsung untuk menyederhanakan portofolio wearable dan memaksimalkan pengembangan pada platform yang lebih terintegrasi.
Galaxy Fit sebagai fitness tracker mandiri tidak lagi menjadi prioritas utama dalam ekosistem produk Samsung, terutama setelah konsumen cenderung beralih ke smartwatch multifungsi.
Samsung sendiri secara berkala mengumumkan kebijakan dukungan perangkat, baik untuk smartphone, tablet, maupun wearable. Untuk lini smartphone premium, perusahaan bahkan telah memperpanjang komitmen pembaruan sistem operasi dan patch keamanan hingga beberapa tahun.
Namun, kebijakan tersebut tidak selalu berlaku sama untuk perangkat wearable generasi lama.
Bagi pengguna Galaxy Fit dan Galaxy Fit e, penghentian dukungan ini berarti perlunya mempertimbangkan opsi perangkat baru jika ingin tetap menikmati integrasi penuh dengan layanan Samsung Health dan pembaruan fitur.
Data historis yang telah tersimpan di akun Samsung umumnya tetap dapat diakses melalui aplikasi terkait, selama layanan akun masih aktif.
Langkah Samsung ini sejalan dengan praktik industri yang menyesuaikan dukungan perangkat berdasarkan umur produk dan kesiapan infrastruktur teknologi. Dengan berakhirnya dukungan Galaxy Fit dan Fit e, Samsung mempertegas arah pengembangan wearable ke platform yang lebih modern dan terintegrasi dalam ekosistem Galaxy.
Baca Juga:Â Dijual Rp700 Ribuan di Indonesia, Smartband Galaxy Fit3 Tahan 13 Hari



