Selular.id – Samsung Electronics baru saja mengukir pencapaian krusial dalam peta jalan teknologi telekomunikasi global dengan keberhasilan uji coba sistem komunikasi pita lebar pada spektrum frekuensi 12,7GHz.
Langkah ini menandai momentum penting bagi raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut dalam memimpin pengembangan jaringan generasi keenam atau 6G.
Melalui pengujian yang dilakukan di laboratorium penelitian mereka, Samsung berhasil mendemonstrasikan bagaimana spektrum frekuensi yang lebih tinggi dapat dioptimalkan untuk transmisi data super cepat yang menjadi tulang punggung masa depan konektivitas digital.
Keberhasilan ini bukan sekadar rutinitas riset biasa, melainkan respons strategis terhadap keterbatasan spektrum yang mulai dirasakan pada era 5G. Saat ini, industri telekomunikasi dunia memang tengah mencari “lahan baru” di frekuensi yang lebih tinggi guna menampung lalu lintas data yang kian masif.
Spektrum 12,7GHz dipilih karena memiliki potensi lebar pita yang sangat luas, meski secara teknis memiliki tantangan besar dalam hal jangkauan sinyal yang cenderung lebih pendek dibandingkan frekuensi rendah.
Samsung Research, divisi yang mengawal proyek ambisius ini, menekankan bahwa kunci dari pengujian tersebut terletak pada teknologi antena canggih yang mampu memitigasi pelemahan sinyal.
Dengan mengintegrasikan sistem beamforming—sebuah teknik yang memfokuskan sinyal nirkabel ke arah perangkat penerima spesifik alih-alih memancarkannya ke segala arah—Samsung membuktikan bahwa kendala fisik pada frekuensi tinggi tetap bisa diatasi untuk penggunaan praktis di masa depan.
Dalam dinamika bisnis telekomunikasi global, perlombaan menuju 6G memang sudah dimulai jauh sebelum teknologi 5G mencapai titik jenuhnya. Samsung secara konsisten memosisikan diri sebagai pionir dengan merilis whitepaper 6G sejak beberapa tahun lalu. Fokus perusahaan kini bergeser dari sekadar teori menuju pembuktian teknis di lapangan.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa ketika standarisasi 6G ditetapkan oleh badan internasional seperti ITU-R (International Telecommunication Union Radiocommunication Sector), Samsung sudah memegang paten dan teknologi dasar yang siap diadopsi secara masal.
Uji coba pada frekuensi 12,7GHz ini juga memberikan gambaran mengenai bagaimana lanskap industri akan berubah. Jika 4G mengubah cara manusia mengonsumsi konten video dan 5G mulai menyentuh ranah Internet of Things (IoT) serta industri, maka 6G diprediksi akan menyatukan dunia fisik dengan dunia digital secara lebih mulus.
Teknologi seperti hologram resolusi tinggi, *digital twins*, hingga komunikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sangat responsif membutuhkan latensi yang jauh lebih rendah dan throughput data yang ribuan kali lebih besar dari apa yang tersedia saat ini.
Keunggulan teknis yang ditunjukkan Samsung mencakup kemampuan sistem dalam mempertahankan stabilitas koneksi meskipun berada dalam lingkungan yang kompleks.
Pemanfaatan spektrum baru ini diharapkan mampu memberikan solusi bagi kepadatan jaringan di area perkotaan yang padat penduduk.
Samsung percaya bahwa dengan membuka akses ke pita frekuensi menengah ke atas (mid-band), operator seluler nantinya dapat menawarkan layanan yang jauh lebih andal tanpa harus mengorbankan kapasitas jaringan bagi pengguna lain.
Melihat ke belakang, sejarah kepemimpinan Samsung di infrastruktur jaringan memang cukup panjang. Sejak era 4G LTE hingga menjadi salah satu penyokong utama jaringan 5G di Amerika Serikat dan Jepang, perusahaan ini terus memperkuat divisi jaringan mereka.
Investasi besar-besaran di bidang riset dan pengembangan (R&D) menjadi mesin utama bagi Samsung untuk bersaing dengan pemain besar lainnya seperti Ericsson dan Nokia. Pencapaian terbaru ini seolah menegaskan bahwa ambisi mereka untuk mendominasi pasar infrastruktur global bukan sekadar gertakan.
Ke depan, tantangan terbesar bagi implementasi 6G bukan hanya terletak pada aspek teknis, melainkan juga harmonisasi regulasi penggunaan spektrum di berbagai negara.
Frekuensi 12,7GHz yang diuji oleh Samsung merupakan salah satu kandidat kuat yang akan dibahas dalam konferensi komunikasi radio internasional mendatang.
Kepastian regulasi akan menentukan secepat apa teknologi ini bisa keluar dari laboratorium dan masuk ke dalam kantong konsumen melalui perangkat gawai terbaru.
Perkembangan ini memberikan sinyal kuat bahwa fondasi untuk internet masa depan sedang dibangun dengan sangat serius. Meski penggunaan komersial 6G diperkirakan baru akan terwujud menjelang tahun 2030, keberhasilan Samsung dalam menjinakkan spektrum 12,7GHz memberikan kepastian bagi para pelaku industri.
Dengan kecepatan transmisi yang diproyeksikan mencapai satu terabit per detik, batasan antara interaksi manusia dengan mesin akan semakin menipis, membawa peradaban digital ke level yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.
Baca juga :Â Samsung Umumkan Peningkatan Bixby di One UI 8.5, Lebih Terintegrasi ke Sistem



