Monday, 16 February 2026
Selular.ID -

Ini Lima Inovasi yang Diharapkan Hadir di Android

BACA JUGA

Selular.ID – Baru-baru ini laproan terbaru menyoroti lima inovasi yang dinilai layak menjadi fokus pengembangan perangkat Android ke depan.

Artikel tersebut menyoroti kebutuhan akan teknologi baterai baru, desain ponsel tanpa port, peningkatan daya tahan perangkat, kemajuan biometrik, serta optimalisasi kecerdasan buatan (AI) di level sistem.

Laporan ini terbit pada Februari 2026 dan mencerminkan dinamika industri smartphone yang kian kompetitif.

Dalam ulasannya, menempatkan teknologi baterai sebagai perhatian utama. Industri ponsel selama beberapa tahun terakhir masih mengandalkan baterai lithium-ion konvensional.

Sejumlah produsen Android memang telah meningkatkan kapasitas dan kecepatan pengisian daya melalui fast charging hingga ratusan watt.

Namun, pengembangan baterai generasi baru seperti solid-state battery—baterai dengan elektrolit padat yang secara teori lebih aman dan memiliki kepadatan energi lebih tinggidinilai belum hadir secara komersial di pasar massal.

Laporan tersebut juga menyoroti konsep ponsel tanpa port fisik (portless phone). Gagasan ini merujuk pada perangkat tanpa lubang pengisian daya atau transfer data, dengan seluruh konektivitas mengandalkan pengisian daya nirkabel dan transfer data berbasis cloud atau wireless.

Beberapa vendor Android sebelumnya telah bereksperimen dengan desain minim port, sementara adopsi pengisian daya nirkabel semakin luas.

Namun, hingga kini belum ada produsen besar yang sepenuhnya menghilangkan port fisik dari lini utama perangkatnya.

Selain itu, laporan tersebut mengangkat isu durabilitas atau ketahanan perangkat. Dalam beberapa tahun terakhir, produsen Android berlomba menghadirkan sertifikasi ketahanan air dan debu seperti IP67 atau IP68.

Material rangka berbasis aluminium, baja tahan karat, hingga keramik juga makin umum digunakan.

Meski demikian, TechRadar menilai peningkatan daya tahan terhadap benturan dan umur pakai komponen internal masih menjadi ruang pengembangan, terutama untuk mengurangi limbah elektronik dan memperpanjang siklus penggunaan perangkat.

Aspek keamanan biometrik turut menjadi sorotan. Android saat ini mendukung sensor sidik jari optik, ultrasonik, serta pengenalan wajah berbasis kamera.

Beberapa model premium telah mengintegrasikan sensor di bawah layar (in-display fingerprint). Namun, peningkatan akurasi, kecepatan, dan keamanan data biometrik tetap menjadi agenda penting, seiring meningkatnya penggunaan ponsel untuk transaksi keuangan dan identitas digital.

Di sisi perangkat lunak, TechRadar menekankan peran kecerdasan buatan di ekosistem Android.

Sejak 2023, berbagai vendor Android mengintegrasikan fitur AI generatif, mulai dari pengolahan gambar, transkripsi suara, hingga asisten personal berbasis model bahasa besar. Integrasi AI pada level sistem operasi memungkinkan pemrosesan dilakukan langsung di perangkat (on-device AI), sehingga meningkatkan privasi dan efisiensi.

Optimalisasi ini bergantung pada kolaborasi antara pengembang sistem operasi, produsen chipset, dan vendor perangkat.

Sebagai sistem operasi yang dikembangkan oleh Google, Android memiliki ekosistem luas yang mencakup berbagai produsen global.

Fragmentasi perangkat dan variasi spesifikasi kerap menjadi tantangan dalam menghadirkan inovasi secara merata. Karena itu, setiap pembaruan teknologi baik di sisi baterai, desain hardware, maupun AI memerlukan dukungan lintas industri, termasuk pemasok komponen dan pengembang aplikasi.

Dinamika ini juga terjadi di tengah tekanan regulasi dan tuntutan keberlanjutan. Uni Eropa, misalnya, mulai menerapkan kebijakan terkait kemudahan perbaikan (right to repair) dan standar port pengisian daya terpadu.

Kebijakan semacam ini berpotensi memengaruhi arah desain perangkat Android, termasuk wacana ponsel tanpa port.

Laporan tidak mengumumkan produk atau jadwal peluncuran tertentu, melainkan merangkum kebutuhan dan ekspektasi terhadap evolusi perangkat Android.

Dengan pasar smartphone global yang memasuki fase maturitas, diferensiasi teknologi menjadi faktor kunci untuk menjaga pertumbuhan dan relevansi produk.

Ke depan, implementasi inovasi tersebut akan bergantung pada kesiapan teknologi, rantai pasok, serta strategi masing-masing produsen Android.

Baca Juga:10 HP Android Legendaris yang Ubah Sejarah Smartphone

Perkembangan di sektor baterai, desain perangkat, keamanan biometrik, dan integrasi AI diperkirakan tetap menjadi fokus utama industri dalam beberapa tahun mendatang.

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU