Selular.ID – Pemerintah India menyatakan bahwa merek smartphone lokal pertama buatan perusahaan India akan segera hadir dalam waktu dekat, seiring kemajuan signifikan ekosistem manufaktur dan desain perangkat di negara tersebut.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Teknologi Informasi India, Ashwini Vaishnaw, dalam forum publik yang membahas perkembangan industri elektronik nasional.
Dalam keterangannya, Vaishnaw menegaskan bahwa India tidak lagi hanya berperan sebagai basis perakitan bagi merek global. Negara tersebut kini mulai menguasai rantai nilai yang lebih luas, mulai dari desain produk hingga pengembangan komponen inti.
Menurutnya, fondasi untuk melahirkan smartphone dengan merek asli India sudah terbentuk dan tinggal menunggu realisasi komersial.
Pernyataan ini sekaligus memperkuat arah kebijakan pemerintah India yang dalam beberapa tahun terakhir agresif mendorong kemandirian industri teknologi. Melalui kombinasi insentif fiskal, reformasi regulasi, dan investasi sumber daya manusia, India menargetkan transformasi dari hub manufaktur menjadi pusat inovasi perangkat elektronik.
Strategi India Membangun Ekosistem Smartphone Nasional
Langkah India menuju kelahiran merek smartphone lokal bukan proses instan. Pemerintah setempat telah menjalankan berbagai program strategis, salah satunya Production Linked Incentive (PLI), yang memberikan insentif finansial bagi perusahaan elektronik yang memproduksi perangkat di dalam negeri.
Program PLI awalnya menarik minat raksasa global seperti Apple dan Samsung untuk memperluas kapasitas produksi mereka di India. Namun dalam perkembangannya, kebijakan ini juga membuka jalan bagi perusahaan lokal untuk naik kelas, tidak hanya sebagai pemasok, tetapi sebagai pemilik merek dan teknologi.
Selain manufaktur, pemerintah India juga menaruh perhatian besar pada penguasaan desain produk. Vaishnaw menyebut bahwa saat ini India sudah memiliki kemampuan end-to-end, mulai dari perancangan hardware, integrasi software, hingga pengujian produk. Ini menjadi elemen krusial untuk melahirkan smartphone dengan identitas nasional yang kuat.
Dari “Made in India” ke “Designed in India”
Selama bertahun-tahun, label “Made in India” pada smartphone umumnya merujuk pada proses perakitan akhir. Komponen utama, desain, dan teknologi inti masih didominasi perusahaan asing. Kini, pendekatan tersebut mulai bergeser.
Pemerintah India mendorong konsep “Designed in India”, yang menekankan kepemilikan intelektual dan kemampuan rekayasa lokal. Dalam konteks smartphone, ini mencakup:
- Desain perangkat keras dan tata letak komponen
- Optimalisasi perangkat lunak dan sistem operasi
- Pengembangan fitur berbasis kebutuhan pasar domestik
- Pengujian kualitas dan sertifikasi di dalam negeri
Menurut Vaishnaw, kombinasi desain dan manufaktur lokal inilah yang akan menjadi pembeda utama smartphone merek India dibanding produk ODM (original design manufacturer) yang selama ini beredar.
Potensi Dampak bagi Pasar Smartphone Global
Jika merek smartphone India benar-benar meluncur dalam waktu dekat, dampaknya tidak hanya terasa di pasar domestik. India merupakan salah satu pasar smartphone terbesar di dunia, dengan ratusan juta pengguna aktif dan tingkat adopsi teknologi yang masih terus tumbuh.
Kehadiran merek lokal berpotensi mengubah dinamika persaingan, terutama di segmen entry-level dan menengah. Dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konsumen lokal serta biaya produksi yang lebih efisien, smartphone buatan perusahaan India berpeluang menawarkan rasio harga dan fitur yang kompetitif.
Di sisi lain, keberhasilan ini juga dapat memperkuat posisi India dalam rantai pasok global, mengurangi ketergantungan pada negara lain, serta meningkatkan daya tawar dalam industri teknologi internasional.
Tantangan yang Masih Menghadang
Meski optimistis, pemerintah India menyadari bahwa perjalanan membangun merek smartphone nasional tidak bebas hambatan. Tantangan utama meliputi:
- Ketersediaan komponen semikonduktor, yang masih sangat bergantung pada impor
- Persaingan ketat dari merek global dan China yang sudah mapan
- Konsistensi kualitas dan layanan purna jual, yang menjadi faktor krusial kepercayaan konsumen
Selain itu, membangun brand equity membutuhkan waktu dan investasi besar. Konsumen smartphone cenderung loyal terhadap merek yang sudah dikenal, sehingga pemain baru harus menawarkan nilai tambah yang jelas dan berkelanjutan.
Implikasi bagi Industri Teknologi Kawasan
Langkah India ini menarik dicermati oleh negara berkembang lain, termasuk Indonesia, yang juga tengah mendorong penguatan industri manufaktur teknologi. Pendekatan India menunjukkan bahwa kebijakan insentif saja tidak cukup; penguasaan desain, talenta teknik, dan ekosistem inovasi menjadi faktor penentu.
Bagi kawasan Asia, kemunculan merek smartphone India dapat menciptakan poros baru di luar dominasi pemain China dan Korea Selatan. Ini berpotensi memperkaya pilihan konsumen sekaligus mendorong persaingan yang lebih sehat dalam inovasi.
Ke depan, pemerintah India menyatakan akan terus memperkuat kebijakan yang mendukung riset dan pengembangan, serta mendorong kolaborasi antara industri, akademisi, dan startup teknologi.
Jika konsisten, ambisi melahirkan smartphone merek India bukan hanya simbol kemandirian, tetapi juga langkah strategis dalam peta industri teknologi global.
Baca Juga: Pasar Smartphone India Tumbuh 1% di H1 2025, Vivo Kuasai Pasar



