Jumat, 24 Mei 2024
Selular.ID -

XL Axiata Kembali Tanggapi Soal Merger dengan Smartfren

BACA JUGA

Selular.ID – Bakal terjadinya merger antara XL Axiata dan Smartfren bukan rumor baru, marger antara kedua operator ini semakin hangat dibicarakan di kalangan industri telekomunikasi belakangan ini.

Soal penggabungan usaha kedua perusahaan, manajemen XL Axiata mengaku masih menunggu segala keputusan dari pemegang saham dalam hal ini Grup Axiata.

Menurut Marwan O. Baasir, Chief Corporate Affairs XL Axiata konsolidasi antara dua operator merupakan hal yang baik bagi industri.

Marwan mengatakan bahwa untuk marger ada banyak hal yang dipertimbangkan secara bisnis oleh pemegang saham. Hal tersebut mulai dari valuasi, layanan, benefit, pro dan kontra, hingga prosesnya

“Buat industri merger itu bagus, pertanyaannya, call-nya ada di mana. Yang punya suara pemegang saham. Pengurus perusahaan dan manajemen betul-betul menunggu dari pemegang saham,” kata Marwan, baru-baru ini di Jakarta.

Terkait dampak baik merger dua operator, Marwan menyebut, konsolidasi selalu membuat industri telekomunikasi menjadi lebih sehat.

“Berkat merger efisiensi juga didapatkan capex-nya dan lain-lain. Sekarang tinggal menunggu saja prosesnya,” kata Marwan lagi

Isu merger XL Axiata-Smartfren menjadi sorotan di industri setelah beberapa kali Budi Arie Setiadi, Menteri Komunikas dan Infoemasi (Menkominfo) mengungkap komentarnya tentang hal tersebut. Menkominfo beralasan banyak negara saat ini hanya dilayani oleh tiga operator saja.

“Konsolidasi harus tercipta untuk menjadi tiga operator sehingga terjadi peningkatan kualitas pelanggan, jaringan yang lebih kuat serta efisiensi biaya,” kata Budi Arie, baru-baru ini.

Budi pun secara terbuka mendorong agar operator lain seperti Smartfren melakukan merger dengan operator lainnya.

Selain opsi merger dengan XL, bisa juga Smartfren merger dengan operator lainnya baik Indosat maupun Telkomsel. Yang terpenting konsolidasi menjadi tiga operator bisa terwujud,” harap Budi Arie.

Dalam pernyataan terbaru, Budi Arie kembali menyebutkan pentingnya merger antara XL Axiata dan Smartfren.

Dikatakan Budi Arie, merger akan membuat ekosistem industri telekomunikasi menjadi lebih sehat dan efisien.

Walau pun giat mendorong terjadinya merger, namun sejauh ini Kominfo belum melakukan langkah aksi, termasuk misalnya opsi memberikan insentif agar merger tersebut benar-benar terealisasi.

“Pemberian insentif sejauh ini belum ada, namun kita tetap berusaha, biar aja mereka bicara dulu”, ujar Budi Arie,

Budi beralasan, merger adalah ranah business to business (B2B), sehingga pemerintah memiliki keterbatasan.

Baca Juga:Jika Terjadi Merger XL Axiata dan Smartfren, Penguasaan Frekwensi Nyaris Menyamai Telkomsel

Meski belum ada insentif yang diberikan, Menkominfo berjanji pemerintah akan memfasilitasi proses merger antara Smartfren dan XL Axiata agar tercipta industri telekomunikasi yang lebih baik dan sehat.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU