Jumat, 24 Mei 2024
Selular.ID -

BI: Optimisme Konsumen Meningkat Terhadap Kondisi Ekonomi di Maret 2024

BACA JUGA

Selular.ID – Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia terindikasi meningkat pada Maret 2024.

Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2024 tercatat sebesar 123,8, lebih tinggi dibandingkan 123,1 pada bulan sebelumnya.

Baca juga: Survei BI Sebut Penyaluran Kredit Meningkat 95,4% di Triwulan III 2023

“Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2024 sebesar 123,8 yang lebih tinggi dibandingkan 123,1 pada bulan sebelumnya,” kata Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono.

Dia menjelaskan, meningkatnya keyakinan konsumen pada Maret 2024 didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang menguat. Selain itu juga Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga terlihat tetap optimistis.

“IKE tercatat meningkat pada seluruh komponen pembentuknya, terutama Indeks Penghasilan Saat Ini. Sementara itu, IEK tetap kuat terutama ditopang oleh Indeks Ekspektasi Penghasilan,” kata Erwin.

Meningkatnya IKE Maret 2024 terutama didorong oleh menguatnya semua komponen pembentuknya, tertinggi pada Indeks Penghasilan Saat Ini yang tercatat sebesar 118,1 meningkat dari 112,1 pada bulan sebelumnya.

Selanjutnya, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (Durable Goods) juga meningkat masing-masing menjadi sebesar 111,9 dan 111,4 pada Maret 2024, dari 110,1 dan 110,6 pada Februari 2024.

Sementara itu, persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini juga terindikasi meningkat.

Keyakinan konsumen dalam melakukan pembelian durable goods juga terpantau meningkat terutama pada responden dengan pengeluaran Rp3,1 juta sampai dengan Rp4 juta.

Selain itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan terpantau tetap kuat. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Maret 2024 yang berada dalam zona optimis sebesar 133,8.

Tetap terjaganya IEK ditopang oleh ekspektasi penghasilan sebesar 139,4, meningkat dari 138,6 pada bulan sebelumnya. Sementara ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha juga tercatat berada dalam zona optimis masing-masing sebesar 134,0 dan 128,1.

Pada Maret 2024, ekspektasi konsumen terhadap penghasilan ke depan mengalami peningkatan terutama pada responden dengan pengeluaran Rp2,1 juta sampai dengan Rp3 juta.

Selanjutnya, prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja pada enam bulan mendatang terpantau tetap berada pada area optimis pada seluruh tingkat pendidikan.

Di sisi lain, ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan terpantau berada dalam zona optimis pada seluruh tingkat pengeluaran dan kelompok usia responden.

Pada Maret 2024 rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 73 persen menjadi 73,6 persen.

Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) mengalami penurunan menjadi sebesar 9,4 persen dan proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) tercatat sedikit meningkat dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu menjadi 17 persen.

Rata-rata porsi konsumsi terhadap pendapatan terpantau meningkat pada hampir seluruh tingkat pengeluaran, terutama pada responden dengan pengeluaran Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan.

Sementara itu, porsi tabungan terhadap pendapatan terindikasi meningkat terutama pada responden dengan tingkat pengeluaran lebih dari Rp5 juta per bulan.

Baca juga: Strategi BI Perkuat Perlindungan Konsumen Pada Keuangan Digital

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU