Kamis, 23 Mei 2024
Selular.ID -

TikTok Masih Lakukan Perlawanan Meski Selangkah Lagi Kena Blokir

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Aplikasi media sosial, TikTok masih gencar melakukan perlawanan meski terancam kena blokir di Amerika Serikat (AS).

TikTok menampilkan pemberitahuan khusus di dalam apilikasinya kepada beberapa penggunanya di Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat (15/3/2024).

Pengumuman TikTok yang Selular kutip dari Reuters dan CNA, mendesak pengguna untuk menghubungi senator mereka.

Tidak hanya mendesak, tetapi juga meminta mereka untuk menentang atau memilih ‘tidak’ pada rancangan undang-undang yang akan memblokir aplikasi video pendek populer ini jika tidak melakukan divestasi dari perusahaan teknologi Tiongkok ByteDance.

TONTON JUGA:

“Beri tahu Senator Anda betapa pentingnya TikTok bagi Anda. Minta mereka untuk memilih ‘tidak’ terhadap larangan TikTok,” tulis TikTok dalam pemberitahuan itu.

Baca juga: Larangan TikTok Bisa Berujung Pada Gugatan di Pengadilan

Tidak main-main, pemberitahuan ini juga memungkinkan pengguna di AS untuk memasukkan kode pos mereka guna menemukan nomor telepon senator mereka.

“Sekarang, jika Senat memberikan suara, masa depan kreativitas dan komunitas yang Anda cintai di TikTok bisa ditutup,” bunyi pemberitahuan tersebut.

Pada pekan lalu (13/3/2024), Dewan Perwakilan Rakyat AS dengan suara mayoritas menyetujui untuk mengesahkan RUU yang memberi ByteDance waktu sekitar enam bulan untuk menjual aset aplikasinya di AS, atau menghadapi larangan.

Gedung Putih mengatakan Senat harus mengambil “tindakan cepat”, dan Presiden Joe Biden mengatakan dia akan menandatangani RUU tersebut.

“Kami akan terus memberi informasi kepada komunitas kami tentang bagaimana RUU pelarangan ini akan berdampak pada mereka dan apa yang dapat mereka lakukan agar suara mereka didengar,” kata juru bicara TikTok.

Baca juga: Punya Banyak YouTubers dan TikTokers Tak Buat Indonesia Untung

TikTok juga menjelaskan peringatan tersebut hanya diberikan kepada pengguna yang sudah cukup umur untuk memilih.

Peringatan tersebut ditampilkan saat beberapa orang membuka aplikasi, dan juga muncul saat pengguna menelusuri “larangan TikTok”.

TikTok mengirimkan peringatan serupa kepada pengguna menjelang pemungutan suara di DPR, memperingatkan bahwa pemerintah akan menghapus komunitas yang Anda dan jutaan orang Amerika lainnya sukai.

Akibat aksi TikTok ini, anggota parlemen mengeluh kantor mereka dibanjiri panggilan dari pengguna TikTok yang menentang undang-undang tersebut.

Ikuti berita Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU