Sabtu, 18 Mei 2024
Selular.ID -

Kesenjangan Pemanfaatan AI di Masyarakat Indonesia Sangat Lebar

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Amazon Web Services (AWS), bagian dari Amazon.com menyebut ada kesenjangan pemanfaatan ketrampilan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di masyarakat Indonesia.

Penelitian mengungkap adanya kesenjangan keterampilan AI yang harus diatasi untuk memastikan Indonesia berada pada posisi yang optimal untuk membuka keseluruhan manfaat produktivitas yang AI tawarkan.

Merekrut talenta yang memiliki keterampilan AI merupakan prioritas bagi 96% pengusaha di Indonesia, tetapi 69% di antaranya tidak dapat menemukan talenta AI yang mereka butuhkan.

Penelitian juga mengungkap adanya kesenjangan kesadaran pelatihan, di mana 67% dari pengusaha mengindikasikan bahwa mereka tidak tahu cara menjalankan program pelatihan AI untuk tenaga kerjanya.

Sementara itu, 54% pekerja mengaku kekurangan pengetahuan tentang program pelatihan AI yang tersedia.

TONTON JUGA:

Penelitian ini juga menyoroti diperlukannya porsi kerja sama yang lebih besar antara pemerintah, industri, dan tenaga pendidik untuk membantu pengusaha di seluruh Indonesia untuk menerapkan program pelatihan AI dan membimbing pekerja dalam mencocokkan keterampilan AI yang mereka miliki dengan posisi yang tepat guna memaksimalkan kemampuan barunya.

Baca juga: Karyawan yang Mahir AI Bakal Dapat Kenaikan Gaji

“AI generatif adalah topik yang terhangat pada era ini, dan berkat AWS, para siswa kami mendapatkan wawasan dan pelatihan yang tak tertandingi tentang bidang tersebut,” ujar CEO RevoU, Matteo Sutto dalam diskusinya di kantor AWS.

“Sumber daya dan materi yang mendalam dari AWS tentang subjek yang kompleks ini telah mengubah cara siswa-siswi kami belajar, membuat mereka lebih terampil dan percaya diri dalam area yang terus berkembang ini,” sambungnya.

Managing Director, Asia Internet Coalition, Jeff Paine mengatakan laporan dari penelitian ini sekaligus mengafirmasi kekuatan AI sebagai pendorong transformasi bisnis.

“Saat bisnis terus memanfaatkan kekuatan AI untuk merevolusi tempat kerja dan teknologi semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari kita, pemerintah memiliki kesempatan untuk mengarahkan kemajuan melalui kebijakan yang cerdas dan progresif yang berdampak positif pada peran yang akan dimainkan AI dalam membentuk masa depan bersama kita,” ujar Jeff.

Mempercepat pelatihan keterampilan digital di seluruh Indonesia

Sejak tahun 2017, AWS telah melatih lebih dari 600.000 orang di Indonesia untuk menguasai keterampilan cloud.

Baca juga: AWS Investasikan Rp71 Triliun Semenjak Hadir di Jakarta

Namun, dengan cepatnya adopsi teknologi berbasis cloud seperti AI, lebih banyak lagi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja secara besar-besaran sehingga organisasi dapat berinovasi dan tumbuh pada masa depan yang akan serba-AI ini.

Pada November 2023, Amazon meluncurkan inisiatif ‘AI Ready’ yang melengkapi komitmen AWS untuk menyediakan pelatihan keterampilan cloud secara gratis kepada 29 juta individu secara global pada tahun 2025.

Melalui ‘AI Ready,’ kami kini menawarkan rangkaian kursus pelatihan AI dan AI generatif gratis, yang disesuaikan dengan peran teknis dan non-teknis, sehingga siapa pun dapat membangun keterampilan AI. Ini ditambah dengan lebih dari 100 kursus dan sumber daya pembelajaran tentang AI, machine learning, dan AI generatif yang tersedia melalui AWS Skills Builder dan AWS Educate, yakni pusat pembelajaran digital kami untuk pemula hingga pembelajar tingkat lanjut.

AWS juga mengumumkan inovasi baru AI generatif pada AWS re:Invent 2023, termasuk Amazon Q, yakni asisten AI generatif baru yang dirancang untuk pekerjaan yang dapat disesuaikan dengan bisnis.

Simak berita menarik lainnya dari Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU