Selasa, 28 Mei 2024
Selular.ID -

Menkominfo Budi Arie Setiadi Siap Bahas Polemik TikTok Shop dengan Kemendag

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Jakarta, Selular.ID – Presiden Jokowi hari ini, Senin (17/7) melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menkominfo. Dengan jabatan barunya itu, Budi Arie meninggalkan posisi sebelumnya sebagai Wamen Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) yang telah dijabatnya sejak Desember 2019.

Untuk menjalankan tugas di sisa waktu yang tidak lagi lama, Budi Arie didampingi oleh Nezar Patria. Pria yang kenyang dengan asam garamnya dunia media itu, ditunjuk sebagai Wakil Menkominfo.

Tampilnya Budi Arie Setiadi sebagai Menkominfo, dengan sendirinya menggantikan Mahfud MD yang menjadi Plt Menkominfo selama sekitar dua bulan lebih, pasca Presiden Jokowi memberhentikan Johnny G. Plate yang dicopot karena terlibat kasus korupsi BTS 4G.

Dalam sertijab yang berlangsung sekitar pukul 11.00 di kantor Kementerian Kominfo, Medan Merdeka Barat (Jakarta), Budi Arie memaparkan tantangan berat yang dihadapi Kementerian Kominfo, dan pesan khusus yang diberikan Presiden Joko Widodo kepadanya.

“Saya pikir tantangan kita banyak sekali soal infrastruktur digital, yang kedua soal platform-platform yang meresahkan masyarakat juga harus kita dibereskan, yang ketiga bagaimana ekosistem digital ini yang menjadi tanggung jawab Kominfo. Dan yang keempat ini pesan dari Pak Presiden khusus, bersama Pak Menko bagaimana membangun narasi pemilu damai 2024,” papar ketua umum Projo itu.

Baca Juga: Profil Menkominfo dan Wamenkominfo yang Segera Dilantik: Relawan dan Jurnalis

Di luar empat isu utama yang menjadi concern Presiden Jokowi itu, Budi Arie juga menanggapi pertanyaan sejumlah awak media dalam sesi jumpa pers, sekitar satu jam setelah berlangsungnya acara sertijab.

Salah satunya menyangkut polemik yang ditimbulkan platform-platform sosmed yang mengembangkan fitur belanja.

Padahal, untuk menjadi platform e-commerce, bukan cuma user experience dalam berbelanja yang perlu diperhatikan. Namun juga aspek keamanan, kurasi penjual, logistik, hingga customer service.

Saat ini WhatsApp kencang menggarap fitur Business untuk transaksi jual-beli online. Begitu pun dengan TikTok. Seperti diketahui, TikTok sudah meluncurkan fitur belanja online TikTok Shop di Indonesia sejak April 2021.

Tidak perlu waktu lama, TikTok Shop langsung meraih popularitas. Survei Populix menunjukkan Tiktok Shop telah digunakan oleh 45% masyarakat di Indonesia yang pernah belanja online menggunakan media sosial.

Angka itu lebih tinggi dari platform-platform milik Grup Meta yakni WhatsApp (21%), Facebook Shop (10%) dan Instagram Shop (10%).

Ironisnya, di tengah tingginya popularitas TikTok Shop di Indonesia, pola jualan social commerce ala TikTok itu ternyata belum ada payung hukumnya.

Selama ini transaksi perdagangan online diatur pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50/2020 tentang Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Elektronik (PPMSE). Namun aturan tersebut baru mengatur perdagangan di ranah e-commerce, bukan social commerce.

Budi Arie menyebutkan, polemik yang berkembang saat ini, khususnya aturan menyangkut social commerce, akan dibahas bersama dengan kementerian terkait lainnya, seperti Kementerian Perdagangan.

“Komifo tidak bisa mengambil kebijakan sendiri. Banyak dinamika ini bukan diskusi satu hari. Kita paham ini teknologi baru digitalisasi, tentu banyak masalah nanti kita kaji cepat, kita eksekusi,” ujarnya.

Untuk diketahui, polemik akibat social commerce telah menjadi pembahasan sejumlah kementerian. Kemenkop dan UKM misalnya, telah melakukan pembahasan secara intensif dengan Kemendag, termasuk kementerian dan lembaga terkait.

Menteri Kemenkop dan UKM Teten Masduki, mengaku sudah mengirimkan secara resmi draft perubahan revisi Permendag Nomor 50/2020 ini kepada Kemendag.

Revisi terhadap PP tersebut bertujuan memberikan perlindungan kepada konsumen terkait keamanan transaksi dan data, kemudian memberikan perlindungan bagi pelaku usaha dan produsen lokal.

Revisi Permendag Nomor 50/2020 itu juga bakal memberikan persaingan usaha yang sehat antar-pemain perdagangan daring, agar level playing field-nya sama.

Baca Juga: Usai Dilantik sebagai Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi Beri Simbol Hati ke Wartawan

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU