Senin, 22 Juli 2024
Selular.ID -

Di Kantor Kemenkop UKM, TikTok Janji Project S Tidak Hadir di Indonesia

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – TikTok membantah produk terbaru persusahaan induk mereka, ByteDance yakni Project S bakal hadir di Indonesia.

Seperti Selular beritakan sebelumnya, Project S TikTok tengah banyak mendapat perhatian masyarakat bahkan pemerintah Indonesia.

Hal ini karena penerapannya yang berpotensi mengancam keberlangsungan bisnis UMKM RI.

Dalam hal ini, TikTok Indonesia menegaskan Project S tidak akan hadir di Indonesia.

TONTON JUGA:

Head of Communication TikTok Indonesia Anggini Setiawan mengatakan, pihaknya tidak akan membuka aktivitas perdagangan cross border.

Bahkan sejak TikTok Shop meluncur pada tahun 2021 di Tanah Air, bisnis cross border tidak terbuka.

Baca juga: Presiden Jokowi Turun Tangan Selesaikan Ancaman Project S TikTok Kepada UMKM

“Kami tak punya niatan untuk menciptakan produk e-commerce sendiri atau menjadi host seller berkompetisi dengan penjual lokal di Indonesia,” kata Anggini, dalam konferensi pers di Kantor Kemenkop UKM, Rabu (26/7/2023).

Anggini juga menegaskan, apa yang TikTok terapkan di negara lain belum tentu berhasil di Indonesia, seperti halnya Project S TikTok di Inggris.

Ia juga mengatakan, pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan berbagai kementerian menyangkut operasi TikTok di Indonesia.

Selaras dengan hal ini, Anggini menegaskan, pihaknya berkomitmen mendukung UMKM lokal.

Dalam hal ini, TikTok Indonesia mengklaim seller TikTok 100% berasal dari lokal.

Adapun total seller TikTok Shop di Indonesia kini mencapai 2 juta seller.

“Kami tegas menyatakan 100% penjual TikTok memiliki entitas lokal yang terdaftar atau merupakan perusahaan mikro lokal yang verifikasi lewat KTP atau paspor,” ujar Anggini.

“Kami senantiasa tunduk, patuh dan menghormati segala hukum di Indonesia,” sambungnya.

Anggini mengatakan, pihaknya juga telah memperoleh izin operasi dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) lewat penerbitan SIUP 3A PMSE.

Pihaknya juga menyambut baik revisi dari Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 50 tahun 2020 yang mengatur terkait dengan jual-beli online.

Tentu saja hal tersebut termasuk di social commerce seperti TikTok.

“Kami percaya penjual RI bisa diberi kebebasan untuk memilih platform mana untuk mengembangkan bisnisnya, tumbuh di Indonesia, begitu pula konsumen,” kata Anggini.

“Dengan perlindungan konsumen, maka setiap platform mendapat kesempatan sama.”

“Dinamika pasar cukup kompleks. komitmen kami akan terus berdiskusi dengan Kemenkop UKM agar pemain UMKM lokal di Indonesia bisa sama-sama jaya,” sambungnya.

Komitmen TikTok

Baca juga: Tak Hanya E-commerce, TikTok Juga Ingin Kuasai Bidang Ini

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU