Sabtu, 18 Mei 2024
Selular.ID -

Beda Perlakuan Inggris dan Indonesia Terhadap TikTok, Ada Denda

BACA JUGA

Selular.ID – Miris melihat perbedaan perlakukan antara Inggris dan Indonesia terhadap aplikasi TikTok.

Pasalnya di Indonesia, sejumlah anak di bawah usia 13 tahun bisa mengakses TikTok secara bebas.

Bahkan sejumlah anak di bawah usia lima tahun alias Balita juga sering kita jumpai kerap mengakses TikTok.

Berbeda dengan Indonesia, Inggris justru menjatuhkan denda kepada TikTok karena meloloskan pengguna di bawah usia 13 tahun di platformnya.

TONTON JUGA:

Kantor Komisioner Informasi (ICO) memperkirakan TikTok mengizinkan sebanyak 1,4 juta anak di bawah 13 tahun di Inggris untuk menggunakan platformnya pada 2020.

Padahal, mereka menetapkan 13 tahun sebagai usia minimum untuk membuat akun.

ICO mengatakan pelanggaran data tersebut terjadi antara Mei 2018 hingga Juli 2020.

Baca juga: Tiga Alasan Mengapa TikTok Dituding Jadi Alat China Memata-matai Pengguna

Pada periode tersebut, aplikasi video asal China ini disebut tidak melakukan upaya yang cukup untuk memeriksa siapa saja yang menggunakan platform dan menghapus anak-anak di bawah umur yang menggunakan platform tersebut.

“Ada undang-undang yang berlaku untuk memastikan anak-anak kita aman di dunia digital seperti halnya di dunia nyata,” kata John Edwards, Komisioner Komisi Informasi Inggris melansir Reuters.

“TikTok tidak mematuhi undang-undang tersebut,” sambungnya.

Menurut Edwards, data anak-anak ini terlacak saat pembuata profil mereka, yang berpotensi membuat mereka terpapar konten yang berbahaya atau tidak pantas.

Seorang juru bicara TikTok mengatakan perusahaan tidak setuju dengan keputusan ICO.

Tetapi senang bahwa denda telah berkurang dari sebelumnya US$33 juta yang ICO tetapkan tahun lalu.

“Kami berinvestasi besar-besaran untuk membantu menjaga anak-anak di bawah 13 tahun dari platform dan 40.000 tim keamanan kami bekerja sepanjang waktu untuk membantu menjaga platform tetap aman bagi komunitas kami,” kata juru bicara tersebut.

“Kami akan terus meninjau keputusan tersebut dan mempertimbangkan langkah selanjutnya,” tambah dia.

Denda ICO ini merupakan satu dari sederet langkah pemerintah dan institusi Barat dalam beberapa pekan terakhir terhadap TikTok.

Di Amerika Serikat (AS), pemerintah bahkan sudah melarang penggunaan TikTok di perangkat pegawai pemerintah karena masalah keamanan.

Baca juga: 5 Handphone Baterai Jumbo 6.000 mAh Harga Mulai Rp1 Jutaan, Cocok saat Ramadan dan Lebaran

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU