Popularitas ChatGPT Bikin Google ‘Parno’, Berujung PHK 12.000 Karyawan

ChatGPT

Selular.ID – PHK massal masih terus melanda raksasa-raksasa teknologi dunia. Setelah Microsoft (11.000),  META (11.000), Twitter (4.440), dan Amazon (18.000), kini giliran induk usaha Google, Alphabet, yang memutuskan PHK terhadap 12.000 karyawan.

PHK tersebut memengaruhi sekitar enam persen karyawan Alphabet. Sundar Pichai yang menjabat sebagai CEO sejak 2019, mengatakan bahwa dia bertanggung jawab penuh atas PHK yang terjadi.

Pichai mengatakan bahwa pemangkasan karyawan tak dapat dielakkan, karena perusahaan tengah fokus ke prioritas lain, yaitu AI (artificial intelligence).

Baca Juga: Cara Menggunakan ChatGPT, Cara Kerja, Cara Daftar, Serta Risikonya

Pria keturunan India itu beralasan, saat ini bisnis mengalami perlambatan akibat terjadinya penurunan ekonomi hingga kekhawatiran resesi. Kondisi itu menyebabkan pengiklan menarik kembali pengeluaran mereka dan ini berpengaruh pada pendapatan Alphabet.

Pichai menyebutkan, dengan mengurangi beban karyawan, langkah investasi bisnis pada kecerdasan buatan (AI) akan lebih ditingkatkan. Apalagi, ini akan menjadi area investasi utama Google yang tengah menghadapi peningkatan persaingan dengan ChatGPT.

Sejak kemunculan ChatGPT, Alphabet yang sudah lama menjadi pemimpin AI menjadi ketar-ketir.  Analis di Hargreaves Lansdown Susannah Streeter mengatakan Alphabet tidak kebal dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

“Pertumbuhan iklan telah berhenti. Persaingan juga memanas. Alphabet menghadapi saingan kuat dengan TikTok dan Instagram,” kata Streeter dikutip Reuters, Sabtu (21/1/2023).

Sejak dua dekade terakhir, Google menjadi penguasa di segmen mesin pencari dan penyedia berbagai macam beragam layanan mulai dari email, dokumen, hingga membantu seseorang dalam bisnis.

Namun, pengembangan inovasi teknologi ChatGPT diprediksi bakal mengalahkan mesin pencari Google karena ChatGPT.

Pasalnya, ChatGPT yang dibesut oleh Open AI, perusahaan yang didirikan oleh Sam Altman dan Elon Musk ini, memadukan robot percakapan atau chatbot AI yang sangat canggih dapat menjadi mesin pencari dan menggantikan peran Google.

ChatGPT telah mengumpulkan lebih dari satu juta pengguna di seluruh dunia dengan fungsi-fungsi yang canggih. Mulai dari menulis esai kompleks dan kode komputer hingga menyusun promosi pemasaran dan skema dekorasi interior.

Tak hanya itu, ChatGPT juga dapat membuat puisi dan lelucon sebuah kemampuan yang dianggap hanya bisa dilakukan oleh manusia.

Faktanya, kehadiran ChatGPT telah memicu kekhawatiran Google mungkin tidak lagi memiliki monopoli pencarian online.

“Mungkin satu atau dua tahun lagi adalah waktu saat Google menerima kekacauan. AI akan menghilangkan halaman hasil mesin pencari di mana Google menghasilkan sebagian besar uang mereka,” kata pengembang Gmail Paul Buchheit seperti dilansir NY Post.

Baca Juga: Dua Pendiri Google Turun Gunung Karena Muncul ChatGPT, Begitu Hebatkah?